<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Ekonomi RI Hadapi Situasi yang Tak Mudah</title><description>LMAN sebagai pengelola aset negara merupakan unit organisasi non eselon di lingkungan Kementerian Keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/28/20/2175669/sri-mulyani-ekonomi-ri-hadapi-situasi-yang-tak-mudah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/28/20/2175669/sri-mulyani-ekonomi-ri-hadapi-situasi-yang-tak-mudah"/><item><title>Sri Mulyani: Ekonomi RI Hadapi Situasi yang Tak Mudah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/28/20/2175669/sri-mulyani-ekonomi-ri-hadapi-situasi-yang-tak-mudah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/28/20/2175669/sri-mulyani-ekonomi-ri-hadapi-situasi-yang-tak-mudah</guid><pubDate>Jum'at 28 Februari 2020 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/28/20/2175669/sri-mulyani-ekonomi-ri-hadapi-situasi-yang-tak-mudah-PKRfskMvSO.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/28/20/2175669/sri-mulyani-ekonomi-ri-hadapi-situasi-yang-tak-mudah-PKRfskMvSO.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram)</title></images><description> 
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan kantor baru Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di Jakarta. LMAN sebagai pengelola aset negara merupakan unit organisasi non eselon di lingkungan Kementerian Keuangan dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Kekayaan Negara.
&quot;Peradaban suatu negara sangat terlihat dari cara kita memperlakukan aset,&quot; kata Sri Mulyani seperti dikutip akun Instagram resmi Sri Mulyani, Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Baca Juga: Aliran Modal Asing Keluar Capai Rp30,8 Triliun
Sri Mulyani menyatakan, ada negara yang tidak terlalu kaya namun mereka sangat perhatian secara detil dalam memperlakukan aset yang dibangun berabad lalu sebagai warisan leluhur yang harus dijaga.
&quot;Perekonomian kita sedang menghadapi situasi yang tidak mudah, cukup menantang. Kita harus mengembalikan ekonomi kita dalam menghadapi tekanan. Kita harus mengendalikan ekonomi kita dalam menghadapi tekanan,&quot; katanya.
Baca Juga: BI Sebut Penarikan Investasi Asing Hanya Sementara
Salah satu indikatornya adalah sektor konsumsi dan properti. Aset itu nilainya tidak statis, tergantung perekonomian.Untuk itu Sri Mulyani berharap seluruh pegawai LMAN dan Ditjen  Kekayaan Negara selalu memiliki sensitifitas terhadap disiplin market.  Namun jangan menjadi institusi yang berpikir jangka pendek. Anda juga  harus punya sense mengenai ke mana arah market itu jalan.
&quot;Yang harus dipikirkan juga adalah rencana pemindahan Ibu Kota  Negara. Ketika kita pindah ke ibu kota yang baru, apa yang harus  dilakukan terhadap aset-aset negara. Saya minta Anda semua membuat  roadmap untuk hal ini,&quot; kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani ingin di kepala LMAN itu tergilitik kegelisahan seperti  ini. &quot;Mulai hari ini, mulai nanti malam Anda harus sudah memikirkannya.  Sekarang gantian saya yang bisa tidur karena kegelisahan saya sudah  pindah ke kepala kalian,&quot; katanya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan kantor baru Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di Jakarta. LMAN sebagai pengelola aset negara merupakan unit organisasi non eselon di lingkungan Kementerian Keuangan dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Kekayaan Negara.
&quot;Peradaban suatu negara sangat terlihat dari cara kita memperlakukan aset,&quot; kata Sri Mulyani seperti dikutip akun Instagram resmi Sri Mulyani, Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Baca Juga: Aliran Modal Asing Keluar Capai Rp30,8 Triliun
Sri Mulyani menyatakan, ada negara yang tidak terlalu kaya namun mereka sangat perhatian secara detil dalam memperlakukan aset yang dibangun berabad lalu sebagai warisan leluhur yang harus dijaga.
&quot;Perekonomian kita sedang menghadapi situasi yang tidak mudah, cukup menantang. Kita harus mengembalikan ekonomi kita dalam menghadapi tekanan. Kita harus mengendalikan ekonomi kita dalam menghadapi tekanan,&quot; katanya.
Baca Juga: BI Sebut Penarikan Investasi Asing Hanya Sementara
Salah satu indikatornya adalah sektor konsumsi dan properti. Aset itu nilainya tidak statis, tergantung perekonomian.Untuk itu Sri Mulyani berharap seluruh pegawai LMAN dan Ditjen  Kekayaan Negara selalu memiliki sensitifitas terhadap disiplin market.  Namun jangan menjadi institusi yang berpikir jangka pendek. Anda juga  harus punya sense mengenai ke mana arah market itu jalan.
&quot;Yang harus dipikirkan juga adalah rencana pemindahan Ibu Kota  Negara. Ketika kita pindah ke ibu kota yang baru, apa yang harus  dilakukan terhadap aset-aset negara. Saya minta Anda semua membuat  roadmap untuk hal ini,&quot; kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani ingin di kepala LMAN itu tergilitik kegelisahan seperti  ini. &quot;Mulai hari ini, mulai nanti malam Anda harus sudah memikirkannya.  Sekarang gantian saya yang bisa tidur karena kegelisahan saya sudah  pindah ke kepala kalian,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
