<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Amazon hingga Microsoft Lirik RI, Jokowi Minta Siapkan Regulasi Investasi Data Center</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk menyiapkan regulasi atau aturan main soal investasi data center.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/28/320/2175673/amazon-hingga-microsoft-lirik-ri-jokowi-minta-siapkan-regulasi-investasi-data-center</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/28/320/2175673/amazon-hingga-microsoft-lirik-ri-jokowi-minta-siapkan-regulasi-investasi-data-center"/><item><title>   Amazon hingga Microsoft Lirik RI, Jokowi Minta Siapkan Regulasi Investasi Data Center</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/28/320/2175673/amazon-hingga-microsoft-lirik-ri-jokowi-minta-siapkan-regulasi-investasi-data-center</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/28/320/2175673/amazon-hingga-microsoft-lirik-ri-jokowi-minta-siapkan-regulasi-investasi-data-center</guid><pubDate>Jum'at 28 Februari 2020 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/28/320/2175673/amazon-hingga-microsoft-lirik-ri-jokowi-minta-siapkan-regulasi-investasi-data-center-uL5cBWdqKM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Pimpin Ratas (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/28/320/2175673/amazon-hingga-microsoft-lirik-ri-jokowi-minta-siapkan-regulasi-investasi-data-center-uL5cBWdqKM.jpg</image><title>Jokowi Pimpin Ratas (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk menyiapkan regulasi atau aturan main soal investasi data center yang ingin masuk ke Indonesia.

&amp;ldquo;Kita tahu saat ini banyak startup-startup kita yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh sangat pesat masih menggunakan data center di luar negeri,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas membahas Pengembangan Pusat Data Nasional di Kantor Presiden seperti dilansir setkab, Jakarta (28/2/2020).
Baca Juga: Microsoft Ingin Investasi Cepat, Ini yang Dilakukan Presiden Jokowi
Kalau data center itu ada di Indonesia, menurut Presiden, akan banyak manfaatnya, lebih cepat, lebih aman dan membantu untuk local troubleshooting dalam pengembangan sistem yang bisa dilakukan dengan lebih cepat.

&amp;ldquo;Saya melihat banyak pemain-pemain global seperti Microsoft, Amazon, Alibaba, Google sangat tertarik masuk dan bahkan sudah mulai mengembangkan data center-nya di Indonesia,&amp;rdquo; tutur Presiden.
Baca Juga: Presiden Jokowi: CEO Microsoft Ingin Investasi Data Center di Indonesia
Alasan ketertarikan ke Indonesia, menurut Presiden, karena memiliki daya tarik, potensi yang besar dan memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara dengan market digital yang terbesar. Untuk itu, Presiden selalu menekankan agar jangan hanya menjadi penonton.

&amp;rdquo;Kita juga harus memastikan investasi data center di Indonesia memberikan nilai tambah, baik dalam pelatihan digital talent, pengembangan pusat riset, kerja sama dengan pemain-pemain nasional, maupun dalam sharing pengetahuan dan teknologi,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Presiden, Pemerintah juga ingin mulai mendorong munculnya  pemain-pemain nasional dalam pengembangan data center, mulai dari BUMN  telekomunikasi sampai swasta yang sudah mulai bergerak ke bisnis data  center.

Terkait dengan pusat data nasional, Pemerintah sudah mulai dengan  satu peta, satu data, dan saatnya dilanjutkan dengan pengembangan satu  pusat data nasional.

Hal ini, menurut Presiden, sangat penting untuk dilakukan karena  berdasarkan hasil survei Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun  2018, terdapat 2.700 data center atau pusat data pada 630 instansi  pusat, pemerintah daerah, yang berarti rata-rata terdapat 4 pusat data  center pada setiap instansi pemerintah. &amp;rdquo;Secara nasional utilisasi pusat  data dan perangkat keras hanya mencapai rata-rata 30 persen dari  kapasitas,&amp;rdquo; kata Presiden.

Fakta ini, menurut Presiden, mengindikasikan terjadinya duplikasi  anggaran belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi karena setiap  Kementerian mengembangkan pusat datanya sendiri-sendiri.

&amp;rdquo;Ini yang ke depan harus kita hindari dan kita kembangkan pusat data  dan kita harapkan utilitasnya menjadi maksimal. Dan itu harus diakhiri  dengan mengembangkan pusat data yang terintegrasi dan merupakan hasil  sinkronisasi dari seluruh Kementerian dan Lembaga,&amp;rdquo; imbuh Presiden.


Presiden menyampaikan saat ini mulai menyiapkan perlindungan terhadap  data-data pribadi dan juga keamanan data karena berkaitan dengan  kedaulatan data.

&amp;rdquo;Regulasi mengenai perlindungan data pribadi saat ini kita juga tahu  sudah diusulkan pemerintah kepada DPR. Karena itu, RUU Perlindungan Data  Pribadi juga menjadi jalan keluar dan solusi atas banyaknya pengaturan  data pribadi dalam beberapa peraturan perundang-undangan yang ada. Ada  kurang lebih mungkin 32 regulasi yang mengatur data pribadi,&amp;rdquo; ujarnya.

Turut hadir Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga  Hartarto, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur  BI Perry Warjiyo, Ketua OJK Wimboh Santoso, Menkumham Yasonna M Laoly,  Menkominfo Jhonny G Plate, Mendag Agus Suparmanto, Menperin Agus  Gumiwang Kartasasmita, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala BKPM Bahlil  Lahadalia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham  Azis, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk menyiapkan regulasi atau aturan main soal investasi data center yang ingin masuk ke Indonesia.

&amp;ldquo;Kita tahu saat ini banyak startup-startup kita yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh sangat pesat masih menggunakan data center di luar negeri,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas membahas Pengembangan Pusat Data Nasional di Kantor Presiden seperti dilansir setkab, Jakarta (28/2/2020).
Baca Juga: Microsoft Ingin Investasi Cepat, Ini yang Dilakukan Presiden Jokowi
Kalau data center itu ada di Indonesia, menurut Presiden, akan banyak manfaatnya, lebih cepat, lebih aman dan membantu untuk local troubleshooting dalam pengembangan sistem yang bisa dilakukan dengan lebih cepat.

&amp;ldquo;Saya melihat banyak pemain-pemain global seperti Microsoft, Amazon, Alibaba, Google sangat tertarik masuk dan bahkan sudah mulai mengembangkan data center-nya di Indonesia,&amp;rdquo; tutur Presiden.
Baca Juga: Presiden Jokowi: CEO Microsoft Ingin Investasi Data Center di Indonesia
Alasan ketertarikan ke Indonesia, menurut Presiden, karena memiliki daya tarik, potensi yang besar dan memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara dengan market digital yang terbesar. Untuk itu, Presiden selalu menekankan agar jangan hanya menjadi penonton.

&amp;rdquo;Kita juga harus memastikan investasi data center di Indonesia memberikan nilai tambah, baik dalam pelatihan digital talent, pengembangan pusat riset, kerja sama dengan pemain-pemain nasional, maupun dalam sharing pengetahuan dan teknologi,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Presiden, Pemerintah juga ingin mulai mendorong munculnya  pemain-pemain nasional dalam pengembangan data center, mulai dari BUMN  telekomunikasi sampai swasta yang sudah mulai bergerak ke bisnis data  center.

Terkait dengan pusat data nasional, Pemerintah sudah mulai dengan  satu peta, satu data, dan saatnya dilanjutkan dengan pengembangan satu  pusat data nasional.

Hal ini, menurut Presiden, sangat penting untuk dilakukan karena  berdasarkan hasil survei Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun  2018, terdapat 2.700 data center atau pusat data pada 630 instansi  pusat, pemerintah daerah, yang berarti rata-rata terdapat 4 pusat data  center pada setiap instansi pemerintah. &amp;rdquo;Secara nasional utilisasi pusat  data dan perangkat keras hanya mencapai rata-rata 30 persen dari  kapasitas,&amp;rdquo; kata Presiden.

Fakta ini, menurut Presiden, mengindikasikan terjadinya duplikasi  anggaran belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi karena setiap  Kementerian mengembangkan pusat datanya sendiri-sendiri.

&amp;rdquo;Ini yang ke depan harus kita hindari dan kita kembangkan pusat data  dan kita harapkan utilitasnya menjadi maksimal. Dan itu harus diakhiri  dengan mengembangkan pusat data yang terintegrasi dan merupakan hasil  sinkronisasi dari seluruh Kementerian dan Lembaga,&amp;rdquo; imbuh Presiden.


Presiden menyampaikan saat ini mulai menyiapkan perlindungan terhadap  data-data pribadi dan juga keamanan data karena berkaitan dengan  kedaulatan data.

&amp;rdquo;Regulasi mengenai perlindungan data pribadi saat ini kita juga tahu  sudah diusulkan pemerintah kepada DPR. Karena itu, RUU Perlindungan Data  Pribadi juga menjadi jalan keluar dan solusi atas banyaknya pengaturan  data pribadi dalam beberapa peraturan perundang-undangan yang ada. Ada  kurang lebih mungkin 32 regulasi yang mengatur data pribadi,&amp;rdquo; ujarnya.

Turut hadir Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga  Hartarto, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur  BI Perry Warjiyo, Ketua OJK Wimboh Santoso, Menkumham Yasonna M Laoly,  Menkominfo Jhonny G Plate, Mendag Agus Suparmanto, Menperin Agus  Gumiwang Kartasasmita, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala BKPM Bahlil  Lahadalia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham  Azis, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian
</content:encoded></item></channel></rss>
