<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingin Bisnis Budidaya Ikan Lele? Cek Dulu Lokasinya</title><description>Lokasi budidaya lele tidak bisa sembarangan karena di dalamnya banyak faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan usaha</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/29/320/2175002/ingin-bisnis-budidaya-ikan-lele-cek-dulu-lokasinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/29/320/2175002/ingin-bisnis-budidaya-ikan-lele-cek-dulu-lokasinya"/><item><title>Ingin Bisnis Budidaya Ikan Lele? Cek Dulu Lokasinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/29/320/2175002/ingin-bisnis-budidaya-ikan-lele-cek-dulu-lokasinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/29/320/2175002/ingin-bisnis-budidaya-ikan-lele-cek-dulu-lokasinya</guid><pubDate>Sabtu 29 Februari 2020 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Hansel Jevera</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/27/320/2175002/ingin-bisnis-budidaya-ikan-lele-cek-dulu-lokasinya-14kbgUxWMQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Budidaya Lele. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/27/320/2175002/ingin-bisnis-budidaya-ikan-lele-cek-dulu-lokasinya-14kbgUxWMQ.jpg</image><title>Budidaya Lele. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Budidaya ikan lele menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Bagi yang berminat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai usahanya.
Misalnya, pada dasarnya budi daya lele bisa dilakukan di mana saja, baik dataran rendah maupun tinggi. Namun, memilih lokasi budidaya lele tidak bisa sembarangan karena di dalamnya banyak faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan usaha.
Melansir dari buku Kupas Tuntas Budi Daya Bisnis Lele karya Surya Gunawan, Sabtu (29/2/2020),dijelaskan mengenai lokasi budidaya lele supaya sukses dalam usahanya:
1.	Kebutuhan lahan
Lokasi budi daya lele bisa di perkarangan, kebun, sawah, tanah, tambak, rawa, danau, kubangan, lahan tidur, atau bangunan yang tidak terpakai seperti gudang atau ruangan kosong. Luasnya bisa disesuaikan dengan lahan yang ada dan skala produksi yang diinginkan. Bila tidak ada lahan luas, lahan sempit pun bisa. Idealnya, luas lahan yang dibutuhkan antara 50 &amp;ndash; 200 m2m. Intinya semakin luas lahan, kolam yang dibuat bisa lebih besar dan lebih banyak.
2.	Ketinggian Lahan
Untuk hasil optimal, sebaiknya budi daya lele dilakukan pada ketinggian 1-700 m dpl dengan curah hujan sedang. Lokasi di atas 700 m dpl kurang baik untuk pertumbuhan lele karena udara yang terlalu dingin menyebabkan metabolism ikan tidak maksimal. Otomatis, waktu panen menjadi mundur dan pakan menjadi boros. Selain itu kemampuan telur menetas juga tidak maksimal dan lebih lama, bahkan bisa mundur sampai 3-8 jam. Walaupun lele bisa hidup pada suhu 20 C, pertumbuhannya tidak akan optimal karena standar suhu pertumbuhan optimal lele ada pada 25-28o C. Sementara itu, untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu 26-30 o C dan untuk pemijahan 24-28o C.
3.	Jenis tanah yang cocok
Bila budi daya lele mengunakan kolam tanah, sebaiknya perhatikan jenis tanah di lokasi bersangkutan karena tidak semua tanah bisa di jadikan kolam. Ada beberapa persyaratan tanah yang bisa di buat kolam. Tanah tersebut tidak mudah rembes, longsor ataupun pecah karena nantinya dapat mengganggu proses budi daya. Jenis tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan lele adalah tanah liat atau lempung, berlumpur, subur dan tidak poros.Contohnya tanah sawah atau rawa. Kemiringan/elevasi tanah dari permukaan sumber air dengan kolam adalah 5-10%.
4.	Dekat dengan sumber air
Air merupakan bagian paling penting dari semua budi daya perikanan, termasuk lele. Kualitas dan ketersediaannya harus selalu ada serta tidak kenal musim sehingga tidak mengganggu proses budi daya. Jadi, lokasi budi daya harus dekat dengan sumber air dan tidak banjir, serta tidak tercemar limbah rumah tangga ataupun industri.Air harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan.  Selain itu, ada factor lain yang mempengaruhi air, yaitu PH (derajat  keasaman air) antara 6.5-8; kesadahan (derajat butiran kasar) 50-100  ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm; kandungan  oksigen minimal 0.3 ppm; CO, kurang dari 12.8 mg/liter; dan ammonium  147.29-157.56 mg/liter.
5.	Cukup Sinar matahari
Pakan alami sangat dibutuhkan selama masa pembenihan ataupun  pembesaran . Untuk menumbuhkan pakan alami seperti plankton dan lainnya,  dibutuhan sinar matahari yang cukup. Selain itu, sinar matahari yang  hangat sangat membantu proses metabolisme lele sehingga lebih sehat dan  cepat besar. Agar airnya tidak terlalu panas, kolam bisa diberi peneduh,  tetapi jangan ditanami pohon yang daunnya mudah rontok karena dapat  mengotori kolam dan menyebabkan air rusak.
Namun, lain halnya jika budi daya dilakukan dengan system indoor atau  di dalam ruangan. Suhu di dalamnya akan selalu stabil karena setiap  akuarium biasanya dipasang water heater. Ikan tidak akan terkena sinar  matahari secara langsung.
6.	Aman dari gangguan
Budi daya lele harus aman dari berbagai gangguan, baik manusia  ataupun hewan pengganggu. Gangguan bisa menimnbulkan berbagai masalah  yang ujung-ujungnya menimbulkan kerugian, terutama tindakan pencurian  yang menyebabkan ketidaknyaman pelaku usaha. Faktor keamanan ini harus  diperhatikan dengan seksama bila tidak ingin usaha lele Anda menjadi  rugi.
7.	Kemudahan mendapatkan saprokan
Dalam berbisnis lele, akses mendapatkan saprokan (sarana produksi  perikanan) harus diperhatikan. Kesulitan akses tersebut dapat mengganggu  kelancaran usaha. Oleh karena itu, segala kebutuhan budi daya yang  penting seperti pakan, obat-obatan dan sarana penunjang lainnya tersedia  dan mudah didapat disekitar lokasi. Tidak tersedianya saprokan dapat  mengganggu kelancaran proses budi daya. Selain itu, dilokasi tersebut  sebaiknya tersedia berbagai sumber alam yang memungkinkan dapat di  manfaatkan untuk kegiatan budi daya.
8.	Dekat dengan pemasaran
Biasanya, pemasaran kurang menjadi pertimbangan seorang pembudidaya  lele. Padahal, pemasaran merupakan akhir dari budi daya. Bila lokasi  usaha jauh dari pusat pemasaran, hasil panen mau dijual ke mana?  Selayaknya, pemasaran harus dipikirkan dengan matang sebelum memulai  usaha. Jadi, sebaiknya lokasi budi daya dekat dengan pasar atau dapat  dijangkau sehingga memudahkan pemasarannya.
9.	Fasilitas umum dan komunikasi tersedia
Sebuah usaha akan berjalan lancar dan mudah dilakukan bila tersedia   sarana, terutama jalur distribusi keluar masuk lokasi budi daya,   begitupun dengan transportasi umum. Selain itu, harus tersedia pula   sarana komunikasi untuk melakukan hubungan dengan berbagai pihak   terkait, misalnya telepon. Fasilitas umum yang tidak memadai merupakan   masalah serius yang dapat menghambat budi daya lele.
10.	Aspek teknis dan tenaga kerja mendukung
Usaha dengan hasil maksimal tidak dapat terwujud jika bukan dilakukan   oleh ahlinya . Bila ada masalah, tidak ada yang bisa menanganinya   secara professional sehingga usaha yang dilakukan terbengkalai. Tanpa   dukungan teknis memadai, budi daya lele tidak akan berhasil. Oleh karena   itu, peternak harus menguasai tekniknya dari berbagai aspek, mulai  dari  aspek biologis, teknis pembenihan, pendederan, pembesaran,   penanggulangan hama dan penyakit, penyediaan pakan, serta panen dan   pascapanen.
Diperlukan pula tenaga kerja yang jeli melihat dan memanfaatkan   peluang pasar yang ada. Tenaga ahli yang di maksud bisa peternak itu   sendiri yang telah banyak membaca atau mengikuti berbagai pelatihan   lele. Bisa juga orang lain yang memang sudah biasa berkecimpung di dunia   lele.
Sebagai gambaran untuk memproduksi benih lele di lahan 1.000m2,   dibutuhan 3 orang tenaga kerja. Namun, untuk melakukan pembesaran lele   di lahan 1.000m2 cukup dibutuhkan 2 orang pekerja. Jumlah pekerja pada   pembesaran lele lebih sedikit karena ketiatannya tidak serumit   pembenihan.
11.	Budi daya lele di keramba
Budi daya lele juga bisa dilakukan di keramba jaring apung. Lokasinya   bisa di sungai, waduk, saluran irigasi, atau danau. Untuk lokasi di   sungai atau saluran irigasi, yang penting lahannya tidak curam, dekat   rumah sehingga mudah di kontrol. Lebar sungai atau saluran irigasi   antara 3-5 m dengan kedalaman 30-60 cm. Sungai atau saluran irigasi yang   digunakan tidak terlalu banyak batu sehingga keramba mudah di pasang.   Kelebihan keramba adalah kemudahan dalam</description><content:encoded>JAKARTA - Budidaya ikan lele menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Bagi yang berminat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai usahanya.
Misalnya, pada dasarnya budi daya lele bisa dilakukan di mana saja, baik dataran rendah maupun tinggi. Namun, memilih lokasi budidaya lele tidak bisa sembarangan karena di dalamnya banyak faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan usaha.
Melansir dari buku Kupas Tuntas Budi Daya Bisnis Lele karya Surya Gunawan, Sabtu (29/2/2020),dijelaskan mengenai lokasi budidaya lele supaya sukses dalam usahanya:
1.	Kebutuhan lahan
Lokasi budi daya lele bisa di perkarangan, kebun, sawah, tanah, tambak, rawa, danau, kubangan, lahan tidur, atau bangunan yang tidak terpakai seperti gudang atau ruangan kosong. Luasnya bisa disesuaikan dengan lahan yang ada dan skala produksi yang diinginkan. Bila tidak ada lahan luas, lahan sempit pun bisa. Idealnya, luas lahan yang dibutuhkan antara 50 &amp;ndash; 200 m2m. Intinya semakin luas lahan, kolam yang dibuat bisa lebih besar dan lebih banyak.
2.	Ketinggian Lahan
Untuk hasil optimal, sebaiknya budi daya lele dilakukan pada ketinggian 1-700 m dpl dengan curah hujan sedang. Lokasi di atas 700 m dpl kurang baik untuk pertumbuhan lele karena udara yang terlalu dingin menyebabkan metabolism ikan tidak maksimal. Otomatis, waktu panen menjadi mundur dan pakan menjadi boros. Selain itu kemampuan telur menetas juga tidak maksimal dan lebih lama, bahkan bisa mundur sampai 3-8 jam. Walaupun lele bisa hidup pada suhu 20 C, pertumbuhannya tidak akan optimal karena standar suhu pertumbuhan optimal lele ada pada 25-28o C. Sementara itu, untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu 26-30 o C dan untuk pemijahan 24-28o C.
3.	Jenis tanah yang cocok
Bila budi daya lele mengunakan kolam tanah, sebaiknya perhatikan jenis tanah di lokasi bersangkutan karena tidak semua tanah bisa di jadikan kolam. Ada beberapa persyaratan tanah yang bisa di buat kolam. Tanah tersebut tidak mudah rembes, longsor ataupun pecah karena nantinya dapat mengganggu proses budi daya. Jenis tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan lele adalah tanah liat atau lempung, berlumpur, subur dan tidak poros.Contohnya tanah sawah atau rawa. Kemiringan/elevasi tanah dari permukaan sumber air dengan kolam adalah 5-10%.
4.	Dekat dengan sumber air
Air merupakan bagian paling penting dari semua budi daya perikanan, termasuk lele. Kualitas dan ketersediaannya harus selalu ada serta tidak kenal musim sehingga tidak mengganggu proses budi daya. Jadi, lokasi budi daya harus dekat dengan sumber air dan tidak banjir, serta tidak tercemar limbah rumah tangga ataupun industri.Air harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan.  Selain itu, ada factor lain yang mempengaruhi air, yaitu PH (derajat  keasaman air) antara 6.5-8; kesadahan (derajat butiran kasar) 50-100  ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm; kandungan  oksigen minimal 0.3 ppm; CO, kurang dari 12.8 mg/liter; dan ammonium  147.29-157.56 mg/liter.
5.	Cukup Sinar matahari
Pakan alami sangat dibutuhkan selama masa pembenihan ataupun  pembesaran . Untuk menumbuhkan pakan alami seperti plankton dan lainnya,  dibutuhan sinar matahari yang cukup. Selain itu, sinar matahari yang  hangat sangat membantu proses metabolisme lele sehingga lebih sehat dan  cepat besar. Agar airnya tidak terlalu panas, kolam bisa diberi peneduh,  tetapi jangan ditanami pohon yang daunnya mudah rontok karena dapat  mengotori kolam dan menyebabkan air rusak.
Namun, lain halnya jika budi daya dilakukan dengan system indoor atau  di dalam ruangan. Suhu di dalamnya akan selalu stabil karena setiap  akuarium biasanya dipasang water heater. Ikan tidak akan terkena sinar  matahari secara langsung.
6.	Aman dari gangguan
Budi daya lele harus aman dari berbagai gangguan, baik manusia  ataupun hewan pengganggu. Gangguan bisa menimnbulkan berbagai masalah  yang ujung-ujungnya menimbulkan kerugian, terutama tindakan pencurian  yang menyebabkan ketidaknyaman pelaku usaha. Faktor keamanan ini harus  diperhatikan dengan seksama bila tidak ingin usaha lele Anda menjadi  rugi.
7.	Kemudahan mendapatkan saprokan
Dalam berbisnis lele, akses mendapatkan saprokan (sarana produksi  perikanan) harus diperhatikan. Kesulitan akses tersebut dapat mengganggu  kelancaran usaha. Oleh karena itu, segala kebutuhan budi daya yang  penting seperti pakan, obat-obatan dan sarana penunjang lainnya tersedia  dan mudah didapat disekitar lokasi. Tidak tersedianya saprokan dapat  mengganggu kelancaran proses budi daya. Selain itu, dilokasi tersebut  sebaiknya tersedia berbagai sumber alam yang memungkinkan dapat di  manfaatkan untuk kegiatan budi daya.
8.	Dekat dengan pemasaran
Biasanya, pemasaran kurang menjadi pertimbangan seorang pembudidaya  lele. Padahal, pemasaran merupakan akhir dari budi daya. Bila lokasi  usaha jauh dari pusat pemasaran, hasil panen mau dijual ke mana?  Selayaknya, pemasaran harus dipikirkan dengan matang sebelum memulai  usaha. Jadi, sebaiknya lokasi budi daya dekat dengan pasar atau dapat  dijangkau sehingga memudahkan pemasarannya.
9.	Fasilitas umum dan komunikasi tersedia
Sebuah usaha akan berjalan lancar dan mudah dilakukan bila tersedia   sarana, terutama jalur distribusi keluar masuk lokasi budi daya,   begitupun dengan transportasi umum. Selain itu, harus tersedia pula   sarana komunikasi untuk melakukan hubungan dengan berbagai pihak   terkait, misalnya telepon. Fasilitas umum yang tidak memadai merupakan   masalah serius yang dapat menghambat budi daya lele.
10.	Aspek teknis dan tenaga kerja mendukung
Usaha dengan hasil maksimal tidak dapat terwujud jika bukan dilakukan   oleh ahlinya . Bila ada masalah, tidak ada yang bisa menanganinya   secara professional sehingga usaha yang dilakukan terbengkalai. Tanpa   dukungan teknis memadai, budi daya lele tidak akan berhasil. Oleh karena   itu, peternak harus menguasai tekniknya dari berbagai aspek, mulai  dari  aspek biologis, teknis pembenihan, pendederan, pembesaran,   penanggulangan hama dan penyakit, penyediaan pakan, serta panen dan   pascapanen.
Diperlukan pula tenaga kerja yang jeli melihat dan memanfaatkan   peluang pasar yang ada. Tenaga ahli yang di maksud bisa peternak itu   sendiri yang telah banyak membaca atau mengikuti berbagai pelatihan   lele. Bisa juga orang lain yang memang sudah biasa berkecimpung di dunia   lele.
Sebagai gambaran untuk memproduksi benih lele di lahan 1.000m2,   dibutuhan 3 orang tenaga kerja. Namun, untuk melakukan pembesaran lele   di lahan 1.000m2 cukup dibutuhkan 2 orang pekerja. Jumlah pekerja pada   pembesaran lele lebih sedikit karena ketiatannya tidak serumit   pembenihan.
11.	Budi daya lele di keramba
Budi daya lele juga bisa dilakukan di keramba jaring apung. Lokasinya   bisa di sungai, waduk, saluran irigasi, atau danau. Untuk lokasi di   sungai atau saluran irigasi, yang penting lahannya tidak curam, dekat   rumah sehingga mudah di kontrol. Lebar sungai atau saluran irigasi   antara 3-5 m dengan kedalaman 30-60 cm. Sungai atau saluran irigasi yang   digunakan tidak terlalu banyak batu sehingga keramba mudah di pasang.   Kelebihan keramba adalah kemudahan dalam</content:encoded></item></channel></rss>
