<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Virus Korona Covid-19 Menyebar Pukul Pertumbuhan Ekonomi Global</title><description>Lembaga pemeringkat Moody's berpendapat dampak virus korona akan memicu terjadinya resesi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/20/2176473/virus-korona-covid-19-menyebar-pukul-pertumbuhan-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/20/2176473/virus-korona-covid-19-menyebar-pukul-pertumbuhan-ekonomi-global"/><item><title>   Virus Korona Covid-19 Menyebar Pukul Pertumbuhan Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/20/2176473/virus-korona-covid-19-menyebar-pukul-pertumbuhan-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/20/2176473/virus-korona-covid-19-menyebar-pukul-pertumbuhan-ekonomi-global</guid><pubDate>Minggu 01 Maret 2020 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/01/20/2176473/virus-korona-covid-19-menyebar-pukul-pertumbuhan-ekonomi-global-Ghyt2W3wso.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/01/20/2176473/virus-korona-covid-19-menyebar-pukul-pertumbuhan-ekonomi-global-Ghyt2W3wso.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Lembaga pemeringkat Moody's berpendapat dampak virus korona akan memicu terjadinya resesi global pada paruh pertama tahun 2020. Hal ini menyusul Covid-19 yang telah menyebar ke penjuru Eropa.
Baca Juga: Virus Korona Masuk Amerika, The Fed Diramalkan Turunkan Suku Bunga
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memberi perkiraan serupa. Pihaknya memastikan dampak virus korona akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi global akan terdepak pada kuartal pertama tahun 2020.

&quot;Kami perkirakan wabah virus corona berhasil ditanggulangi tetapi pertumbuhan global pada kuartal pertama tahun 2020 pasti akan terpukul turun,&quot; ujar Hans Kwee dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Minggu (1/3/2020).
Baca Juga: OJK Beri Lampu Hijau, Buyback Saham Selamatkan IHSG
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berpendapat virus korona berpotensi menjadi pandemi. Di mana, kini WHO berpendapat epidemi virus korona telah mencapai titik puncaknya di China.
Kekhawatiran perluasan penyebaran virus di negara-negara lain  kemudian menimbulkan kekhawatiran para pelaku pasar. Bursa saham kawasan  Eropa pun turut mengalami tekanan.

Hal ini terjadi setelah virus korona telah memasuki kawasan Eropa.  Dimana Estonia, Denmark, dan Yunani telah melaporkan satu kasus  pertamanya. Inggris melaporkan dua kasus baru terkait Covid-19. Tidak  hanya itu, korona juga ditemukan di Austria, Swiss dan Spanyol.

Perancis saat ini telah mengkonfirmasi kematian keduanya tekait virus  korona. Dan di Italia yang menjadi perhatian utama menyusul korona  telah menyebar dengan cepat di bagian selatan negara tersebut, kini  telah ada 600 orang yang positif terjangkit Covid-19. Korban jiwa di  Italia telah mencapai 12 orang.
</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga pemeringkat Moody's berpendapat dampak virus korona akan memicu terjadinya resesi global pada paruh pertama tahun 2020. Hal ini menyusul Covid-19 yang telah menyebar ke penjuru Eropa.
Baca Juga: Virus Korona Masuk Amerika, The Fed Diramalkan Turunkan Suku Bunga
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memberi perkiraan serupa. Pihaknya memastikan dampak virus korona akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi global akan terdepak pada kuartal pertama tahun 2020.

&quot;Kami perkirakan wabah virus corona berhasil ditanggulangi tetapi pertumbuhan global pada kuartal pertama tahun 2020 pasti akan terpukul turun,&quot; ujar Hans Kwee dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Minggu (1/3/2020).
Baca Juga: OJK Beri Lampu Hijau, Buyback Saham Selamatkan IHSG
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berpendapat virus korona berpotensi menjadi pandemi. Di mana, kini WHO berpendapat epidemi virus korona telah mencapai titik puncaknya di China.
Kekhawatiran perluasan penyebaran virus di negara-negara lain  kemudian menimbulkan kekhawatiran para pelaku pasar. Bursa saham kawasan  Eropa pun turut mengalami tekanan.

Hal ini terjadi setelah virus korona telah memasuki kawasan Eropa.  Dimana Estonia, Denmark, dan Yunani telah melaporkan satu kasus  pertamanya. Inggris melaporkan dua kasus baru terkait Covid-19. Tidak  hanya itu, korona juga ditemukan di Austria, Swiss dan Spanyol.

Perancis saat ini telah mengkonfirmasi kematian keduanya tekait virus  korona. Dan di Italia yang menjadi perhatian utama menyusul korona  telah menyebar dengan cepat di bagian selatan negara tersebut, kini  telah ada 600 orang yang positif terjangkit Covid-19. Korban jiwa di  Italia telah mencapai 12 orang.
</content:encoded></item></channel></rss>
