<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amerika Diserang Virus Korona, Ini yang Bakal Dilakukan Bos The Fed</title><description>Meskipun risiko wabah virus korona terus meningkat ekonomi Amerika tetap dalam posisi baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/20/2176503/amerika-diserang-virus-korona-ini-yang-bakal-dilakukan-bos-the-fed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/20/2176503/amerika-diserang-virus-korona-ini-yang-bakal-dilakukan-bos-the-fed"/><item><title>Amerika Diserang Virus Korona, Ini yang Bakal Dilakukan Bos The Fed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/20/2176503/amerika-diserang-virus-korona-ini-yang-bakal-dilakukan-bos-the-fed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/20/2176503/amerika-diserang-virus-korona-ini-yang-bakal-dilakukan-bos-the-fed</guid><pubDate>Minggu 01 Maret 2020 17:02 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/01/20/2176503/amerika-diserang-virus-korona-ini-yang-bakal-dilakukan-bos-the-fed-4z6HSlBHMo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jerome Powell (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/01/20/2176503/amerika-diserang-virus-korona-ini-yang-bakal-dilakukan-bos-the-fed-4z6HSlBHMo.jpg</image><title>Jerome Powell (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur  Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengatakan meskipun risiko wabah virus korona terus meningkat ekonomi Amerika tetap dalam posisi baik.

&amp;ldquo;Fundamental ekonomi Amerika tetap kuat,&amp;rdquo; ujar Powell seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta, Minggu (1/3/2020).
Baca Juga: Virus Korona Masuk Amerika, The Fed Diramalkan Turunkan Suku Bunga
Ditambahkannya, Bank Sentral Amerika memantau dengan cermat perkembangan dan implikasi wabah virus korona terhadap prospek ekonomi. &quot;Kami akan menggunakan piranti dan tindakan yang tepat sesuai kebutuhan untuk mendukung perekonomian,&quot; katanya.

Para analis mengatakan pernyataan Powell merupakan sinyal kuat dari kemungkinan penurunan suku bunga, yang mungkit diambil dalam pertemuan pertengahan Maret mendatang.
Baca Juga: Optimis terhadap Ekonomi AS, The Fed Siap Antisipasi Risiko Virus Korona
Pasar-pasar saham terjun bebas lebih dalam Jumat ini karena meluasnya kekhawatiran akan dampak virus korona baru.

Dow Jones Industrial Average anjlok 357 point atau 1,4% menjadi 24.409. Sementara Standard &amp;amp; Poor 500 turun 0,8% - sehari setelah penurunan terbesar di pasar Amerika sejak Agustus 2011. Pasar saham teknologi Nasdaq ditutup dengan meraih kurang dari 1 poin.
Sebagian indeks Jumat ini menutup minggu terburuk mereka sejak krisis  keuangan tahun 2008. Para investor bergegas menjual saham-saham mereka  minggu ini di tengah kekhawatiran akan terjadinya perlambatan ekonomi.  COVID-19 telah mengganggu rantani pasokan, menimbulkan larangan  bepergian dan merugikan banyak sektor bisnis dan perdagangan di seluruh  dunia.

Tidak hanya di Amerika, pasar-pasar saham di sejumlah negara lain  juga rontok. Nikkei Jepang dan Shanghai Composite di Tiongkok sama-sama  terjun bebas 3,7%. Sementara KOSPI di Korea Selatan anjlok 3,3%.

Di Eropa, FTSE 100 di Inggris dan DAX Jerman anjlok lebih dari 4%.  Sementara sejumlah pasar saham terkemuka lainnya di Eropa terkoreksi  negatif antara 12% dalam hanya satu minggu ini</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur  Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengatakan meskipun risiko wabah virus korona terus meningkat ekonomi Amerika tetap dalam posisi baik.

&amp;ldquo;Fundamental ekonomi Amerika tetap kuat,&amp;rdquo; ujar Powell seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta, Minggu (1/3/2020).
Baca Juga: Virus Korona Masuk Amerika, The Fed Diramalkan Turunkan Suku Bunga
Ditambahkannya, Bank Sentral Amerika memantau dengan cermat perkembangan dan implikasi wabah virus korona terhadap prospek ekonomi. &quot;Kami akan menggunakan piranti dan tindakan yang tepat sesuai kebutuhan untuk mendukung perekonomian,&quot; katanya.

Para analis mengatakan pernyataan Powell merupakan sinyal kuat dari kemungkinan penurunan suku bunga, yang mungkit diambil dalam pertemuan pertengahan Maret mendatang.
Baca Juga: Optimis terhadap Ekonomi AS, The Fed Siap Antisipasi Risiko Virus Korona
Pasar-pasar saham terjun bebas lebih dalam Jumat ini karena meluasnya kekhawatiran akan dampak virus korona baru.

Dow Jones Industrial Average anjlok 357 point atau 1,4% menjadi 24.409. Sementara Standard &amp;amp; Poor 500 turun 0,8% - sehari setelah penurunan terbesar di pasar Amerika sejak Agustus 2011. Pasar saham teknologi Nasdaq ditutup dengan meraih kurang dari 1 poin.
Sebagian indeks Jumat ini menutup minggu terburuk mereka sejak krisis  keuangan tahun 2008. Para investor bergegas menjual saham-saham mereka  minggu ini di tengah kekhawatiran akan terjadinya perlambatan ekonomi.  COVID-19 telah mengganggu rantani pasokan, menimbulkan larangan  bepergian dan merugikan banyak sektor bisnis dan perdagangan di seluruh  dunia.

Tidak hanya di Amerika, pasar-pasar saham di sejumlah negara lain  juga rontok. Nikkei Jepang dan Shanghai Composite di Tiongkok sama-sama  terjun bebas 3,7%. Sementara KOSPI di Korea Selatan anjlok 3,3%.

Di Eropa, FTSE 100 di Inggris dan DAX Jerman anjlok lebih dari 4%.  Sementara sejumlah pasar saham terkemuka lainnya di Eropa terkoreksi  negatif antara 12% dalam hanya satu minggu ini</content:encoded></item></channel></rss>
