<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>         Antisipasi Blackout, Begini Cara Kerja Pembangkit Listrik Gas Uap Rp6,3 Triliun</title><description>Pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi bersih dalam penyediaan pasokan tenaga listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/320/2176373/antisipasi-blackout-begini-cara-kerja-pembangkit-listrik-gas-uap-rp6-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/320/2176373/antisipasi-blackout-begini-cara-kerja-pembangkit-listrik-gas-uap-rp6-3-triliun"/><item><title>         Antisipasi Blackout, Begini Cara Kerja Pembangkit Listrik Gas Uap Rp6,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/320/2176373/antisipasi-blackout-begini-cara-kerja-pembangkit-listrik-gas-uap-rp6-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/01/320/2176373/antisipasi-blackout-begini-cara-kerja-pembangkit-listrik-gas-uap-rp6-3-triliun</guid><pubDate>Minggu 01 Maret 2020 18:22 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/01/320/2176373/antisipasi-blackout-begini-cara-kerja-pembangkit-listrik-gas-uap-rp6-3-triliun-zBf4P6ns5g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLTGU Jawa 2 (Foto: Dok PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/01/320/2176373/antisipasi-blackout-begini-cara-kerja-pembangkit-listrik-gas-uap-rp6-3-triliun-zBf4P6ns5g.jpg</image><title>PLTGU Jawa 2 (Foto: Dok PLN)</title></images><description> 
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi bersih dalam penyediaan pasokan tenaga listrik. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk merealisasikan peningkatan bauran sumber energi baru terbarukan (EBT) bagi pembangkit tenaga listrik sekaligus mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca.

&quot;Komitmen memberikan pasokan energi bersih untuk masyarakat terus diupayakan Pemerintah, selain menghasilkan pasokan baru berbasis energi terbarukan, Pemerintah juga berupaya agar pembangkit listrik yang ada jadi lebih ramah lingkungan,&quot; kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik Agung Pribadi seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (1/3/2020).
Baca Juga: Pertamina dan PLN Teken Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi Domestik
Komitmen itu dibuktikan dengan bertambahnya operasional pembangkit listrik yang efisien dan ramah lingkungan milik PT PLN (Persero). Salah satu yang terbaru adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 2 kapasitas 800 megawatt (mw) yang berlokasi di area seluas 5,2 Hektar milik PT Indonesia Power UPJP Priok, Jakarta Utara.

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Madura Bali, Haryanto WS mengatakan, PLTGU Jawa 2 didesain sebagai pembangkit yang efisien dan ramah lingkungan, karena didukung dengan sistem pembakaran Dry Low Nitrogen Oksida (NOx) Type Combuster. &quot;Sehingga pada saat beroperasi menghasilkan emisi gas buang pembangkit NOx yang ramah lingkungan,&quot; kata Haryanto.

Dia menjelaskan, kapasitas daya 800 mw yang diproduksi PLTGU berasal dari sistem Gas Turbine 2x300 mw dan Steam Turbine (Combined Cycle) 1x200 mw. Gas buang dari Turbin Gas akan digunakan untuk menghasilkan uap untuk Steam Turbine melalui unit HRSG (Heat Recovery Unit Steam Generator), lewat metode ini PLTGU menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dan jadi lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Pembangkit Listrik Senilai Rp19 Triliun Resmi Beroperasi
Sebagai salah satu pembangkit berbahan bakar gas, PLTGU Jawa 2 merupakan pembangkit dengan tipe load follower ataupun peaker, yang lebih berfungsi menjaga keandalan listrik karena dapat membangkitkan listrik dalam waktu yang cepat.

&quot;Jadi ketika terjadi peningkatan kebutuhan secara tiba-tiba, ataupun ada gangguan pada satu pembangkit di sistem Jawa Bali, pembangkit ini yang akan segera memenuhi kebutuhan listrik pada sistem,&quot; jelas Haryanto.
Daya yang dihasilkan oleh PLTGU Jawa 2 disalurkan melalui Gas  Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Priok,  selanjutnya dari IBT 500 kV/150 kV akan disalurkan ke sistem jaringan  150 kV ke arah GIS 150 kV Priok Timur Baru dan GIS 150 kV Priok Barat.

Proyek pembangunan PLTGU Jawa 2 dimulai sejak November 2016 dan  memiliki nilai investasi sebesar Rp6,3 triliun. Selain itu, pembangunan  proyek ini juga berhasil menyerap tenaga kerja mencapai 2.141 orang yang  terdiri dari 2.090 orang tenaga kerja lokal.

&quot;Proyek ini merupakan perwujudan nyata program pemerintah dalam  pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 mw. Energi listrik  tersebut ditujukan untuk melayani kebutuhan masyarakat dan mendorong  tumbuhnya ekonomi,&quot; terang Haryanto.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi bersih dalam penyediaan pasokan tenaga listrik. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk merealisasikan peningkatan bauran sumber energi baru terbarukan (EBT) bagi pembangkit tenaga listrik sekaligus mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca.

&quot;Komitmen memberikan pasokan energi bersih untuk masyarakat terus diupayakan Pemerintah, selain menghasilkan pasokan baru berbasis energi terbarukan, Pemerintah juga berupaya agar pembangkit listrik yang ada jadi lebih ramah lingkungan,&quot; kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik Agung Pribadi seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (1/3/2020).
Baca Juga: Pertamina dan PLN Teken Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi Domestik
Komitmen itu dibuktikan dengan bertambahnya operasional pembangkit listrik yang efisien dan ramah lingkungan milik PT PLN (Persero). Salah satu yang terbaru adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 2 kapasitas 800 megawatt (mw) yang berlokasi di area seluas 5,2 Hektar milik PT Indonesia Power UPJP Priok, Jakarta Utara.

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Madura Bali, Haryanto WS mengatakan, PLTGU Jawa 2 didesain sebagai pembangkit yang efisien dan ramah lingkungan, karena didukung dengan sistem pembakaran Dry Low Nitrogen Oksida (NOx) Type Combuster. &quot;Sehingga pada saat beroperasi menghasilkan emisi gas buang pembangkit NOx yang ramah lingkungan,&quot; kata Haryanto.

Dia menjelaskan, kapasitas daya 800 mw yang diproduksi PLTGU berasal dari sistem Gas Turbine 2x300 mw dan Steam Turbine (Combined Cycle) 1x200 mw. Gas buang dari Turbin Gas akan digunakan untuk menghasilkan uap untuk Steam Turbine melalui unit HRSG (Heat Recovery Unit Steam Generator), lewat metode ini PLTGU menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dan jadi lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Pembangkit Listrik Senilai Rp19 Triliun Resmi Beroperasi
Sebagai salah satu pembangkit berbahan bakar gas, PLTGU Jawa 2 merupakan pembangkit dengan tipe load follower ataupun peaker, yang lebih berfungsi menjaga keandalan listrik karena dapat membangkitkan listrik dalam waktu yang cepat.

&quot;Jadi ketika terjadi peningkatan kebutuhan secara tiba-tiba, ataupun ada gangguan pada satu pembangkit di sistem Jawa Bali, pembangkit ini yang akan segera memenuhi kebutuhan listrik pada sistem,&quot; jelas Haryanto.
Daya yang dihasilkan oleh PLTGU Jawa 2 disalurkan melalui Gas  Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Priok,  selanjutnya dari IBT 500 kV/150 kV akan disalurkan ke sistem jaringan  150 kV ke arah GIS 150 kV Priok Timur Baru dan GIS 150 kV Priok Barat.

Proyek pembangunan PLTGU Jawa 2 dimulai sejak November 2016 dan  memiliki nilai investasi sebesar Rp6,3 triliun. Selain itu, pembangunan  proyek ini juga berhasil menyerap tenaga kerja mencapai 2.141 orang yang  terdiri dari 2.090 orang tenaga kerja lokal.

&quot;Proyek ini merupakan perwujudan nyata program pemerintah dalam  pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 mw. Energi listrik  tersebut ditujukan untuk melayani kebutuhan masyarakat dan mendorong  tumbuhnya ekonomi,&quot; terang Haryanto.</content:encoded></item></channel></rss>
