<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah AS dan The Fed Adakan Pertemuan Bahas Dampak Virus Korona   </title><description>Bank Sentral AS berusaha untuk mengatasi ketakutan, dipicu oleh data ekonomi yang mengerikan dari China</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/02/20/2176661/pemerintah-as-dan-the-fed-adakan-pertemuan-bahas-dampak-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/02/20/2176661/pemerintah-as-dan-the-fed-adakan-pertemuan-bahas-dampak-virus-korona"/><item><title>Pemerintah AS dan The Fed Adakan Pertemuan Bahas Dampak Virus Korona   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/02/20/2176661/pemerintah-as-dan-the-fed-adakan-pertemuan-bahas-dampak-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/02/20/2176661/pemerintah-as-dan-the-fed-adakan-pertemuan-bahas-dampak-virus-korona</guid><pubDate>Senin 02 Maret 2020 08:33 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/02/20/2176661/pemerintah-as-dan-the-fed-adakan-pertemuan-bahas-dampak-virus-korona-UdppqIteoq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Virus </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/02/20/2176661/pemerintah-as-dan-the-fed-adakan-pertemuan-bahas-dampak-virus-korona-UdppqIteoq.jpg</image><title>Virus </title></images><description>WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Bank Sentral AS (Federal Reserve) meyakinkan publik untuk tidak mengkhawatirkan dampak virus korona secara berlebihan. Sebab dengan ekonomi AS yang kuat, menjadi dasar untuk membalikan (rebound) pelemahan ekonomi dan bursa saham.
Wakil Presiden AS Mike Pence  mengatakan, fundamental ekonomi AS yang kuat menjadi dasar bahwa pasar akan kembali. Pernyataan itu pun menenangkan pasar di tengah kekhawatiran bahwa virus korona dapat menyebabkan resesi global.
Baca Juga: 12 Fakta Menarik AS 'Nobatkan' RI Jadi Negara Maju
&quot;Kami baru saja melihat beberapa angka baru muncul di perumahan dan kepercayaan konsumen dan optimisme bisnis. Pengangguran berada di posisi terendah 50 tahun. Semakin banyak orang Amerika yang bekerja daripada sebelumnya,&amp;rdquo; kata Pence, dilansir dari Reuter, Senin (2/3/2020).
Baca Juga: Dampak Covid-19, Nasib Perusahaan AS Bergantung pada Pasokan China
Sementara itu, Ketua Federal Reserve Powell mengatakan, Bank Sentral  berusaha untuk mengatasi ketakutan, dipicu oleh data ekonomi yang mengerikan dari China. Hal ini menandakan bahwa bank sentral akan mengambil tindakan jika perlu untuk mendukung perekonomian.
Pasar panik terhadap virus korona yang dapat menyebabkan resesi global. Di mana indeks S&amp;amp;P 500 turun 11,5% selama satu minggu karena penyebaran virus korona melampaui batas di China.Hal tersebut pun menjadi penurunan indeks S&amp;amp;P terburuk sejak  krisis keuangan global 2008. Ketika itu, saham turun hingga USD4  triliun.
Regulator keuangan AS dijadwalkan akan berkumpul pada Rabu 4 Maret  2020, untuk membahas soal virus korona. Menurut seorang pejabat  pemerintah AS, beberapa hari ke depan akan menentukan apakah pemerintah  federal harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kepercayaan  pasar.
Virus yang menyebar cepat telah menginfeksi sekitar 85.000 orang di  53 negara. Sekitar 70 orang telah didiagnosis di Amerika Serikat.</description><content:encoded>WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Bank Sentral AS (Federal Reserve) meyakinkan publik untuk tidak mengkhawatirkan dampak virus korona secara berlebihan. Sebab dengan ekonomi AS yang kuat, menjadi dasar untuk membalikan (rebound) pelemahan ekonomi dan bursa saham.
Wakil Presiden AS Mike Pence  mengatakan, fundamental ekonomi AS yang kuat menjadi dasar bahwa pasar akan kembali. Pernyataan itu pun menenangkan pasar di tengah kekhawatiran bahwa virus korona dapat menyebabkan resesi global.
Baca Juga: 12 Fakta Menarik AS 'Nobatkan' RI Jadi Negara Maju
&quot;Kami baru saja melihat beberapa angka baru muncul di perumahan dan kepercayaan konsumen dan optimisme bisnis. Pengangguran berada di posisi terendah 50 tahun. Semakin banyak orang Amerika yang bekerja daripada sebelumnya,&amp;rdquo; kata Pence, dilansir dari Reuter, Senin (2/3/2020).
Baca Juga: Dampak Covid-19, Nasib Perusahaan AS Bergantung pada Pasokan China
Sementara itu, Ketua Federal Reserve Powell mengatakan, Bank Sentral  berusaha untuk mengatasi ketakutan, dipicu oleh data ekonomi yang mengerikan dari China. Hal ini menandakan bahwa bank sentral akan mengambil tindakan jika perlu untuk mendukung perekonomian.
Pasar panik terhadap virus korona yang dapat menyebabkan resesi global. Di mana indeks S&amp;amp;P 500 turun 11,5% selama satu minggu karena penyebaran virus korona melampaui batas di China.Hal tersebut pun menjadi penurunan indeks S&amp;amp;P terburuk sejak  krisis keuangan global 2008. Ketika itu, saham turun hingga USD4  triliun.
Regulator keuangan AS dijadwalkan akan berkumpul pada Rabu 4 Maret  2020, untuk membahas soal virus korona. Menurut seorang pejabat  pemerintah AS, beberapa hari ke depan akan menentukan apakah pemerintah  federal harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kepercayaan  pasar.
Virus yang menyebar cepat telah menginfeksi sekitar 85.000 orang di  53 negara. Sekitar 70 orang telah didiagnosis di Amerika Serikat.</content:encoded></item></channel></rss>
