<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tembus 206 Ribu Kunjungan, Turis Malaysia Masih Melancong ke Indonesia</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan 1,27 juta kunjungan wisatawan mancanegara di Januari 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/02/320/2176929/tembus-206-ribu-kunjungan-turis-malaysia-masih-melancong-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/02/320/2176929/tembus-206-ribu-kunjungan-turis-malaysia-masih-melancong-ke-indonesia"/><item><title>Tembus 206 Ribu Kunjungan, Turis Malaysia Masih Melancong ke Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/02/320/2176929/tembus-206-ribu-kunjungan-turis-malaysia-masih-melancong-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/02/320/2176929/tembus-206-ribu-kunjungan-turis-malaysia-masih-melancong-ke-indonesia</guid><pubDate>Senin 02 Maret 2020 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/02/320/2176929/tembus-206-ribu-kunjungan-turis-malaysia-masih-melancong-ke-indonesia-G5aA4ag8kw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/02/320/2176929/tembus-206-ribu-kunjungan-turis-malaysia-masih-melancong-ke-indonesia-G5aA4ag8kw.jpg</image><title>Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan 1,27 juta kunjungan wisatawan mancanegara di Januari 2020.  Dari angka tersebut wisatawan asal Malaysia masih menjadi yang terbanyak mengunjungi Indonesia.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan jumlah wisman asal Malaysia tercatat ada sebanyak 206,5 ribu kunjungan atau naik 16,24%. Sementara di tempat kedua adalah turis asal China dengan 181,3 ribu kunjungan atau naik sebesar 14,25%.
Baca Juga: BI Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020 di Kisaran 5%-5,4%
Kemudian disusul Singapura 138,6 ribu kunjungan atau naik 10,9%. Kemudian ada turis asal Australia 117,3 ribu kunjungan atau naik 9,22% dan terakhir Timor Leste 110,4 ribu kunjungan atau naik 8,68%.
Sedangkan dari sisi wilayah, wisman asal Timor Tengah justru memiliki kenaikan%tase paling tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun kenaikannya adalah sebesar 66,91% karena naik dari 17,8 ribu kunjungan di Desember 2019 menjadi 27,7 ribu kunjungan di Januari 2020.
Baca Juga: Dampak Virus Korona, Investasi dari China Tertunda
Sedangkan%tase penurunan hanya terjadi pada wisman yang datang dari wilayah Asia Tenggara alias ASEAN. Pada Desember 2019 tercatat wisman asal ASEAN mencapai 548,1 ribu turun 1,57% menjadi 440,6 ribu kunjungan di Januari.
Menurut Yunita Rusanti mengatakan, penurunan jumlah wisman ini disebabkan karena wabah virus Korona. Meskipun pada awal tahun ini ada perayaan tahun baru Imlek.&quot;Jadi ini ada dua kejadian, pertama ada imlek biasanya naik, tapi  sekaligus ada virus Covid-19 di mana yang hanya mulainya di minggu  terakhir Januari. Jadi kalau lihat data mingguan sebetulnya kelihatan di  minggu ke-4 beberapa negara mengalami penurunan,&quot; ujarnya saat ditemui  di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/3/2020).
Sementara penurunan jumlah kunjungan wisman terjadi di empat pintu  masuk udara dengan%tase penurunan paling tinggi terjadi di Bandara  Minangkabau sebesar 4,13%. Sementara%tase penurunan paling rendah  terjadi di Bandara Soekarno Hatta sebesar 0,86%.
Akibat hal itu, Yunita mengungkapkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK)  hotel klasifikasi bintang di  Indonesia pada Januari 2020 mencapai  rata-rata 49,17%. Angka ini turun dibanding TPK Desember 2019 yang  tercatat 59,39%.
&quot;TPK tertinggi tercatat di Provinsi Bali  sebesar 59,29%, diikuti  Provinsi  Sulawesi  Utara sebesar 59,10%, dan Provinsi  Lampung sebesar  57,88 %, sedangkan TPK terendah tercatat di  Provinsi Kepulauan Bangka  Belitung yang sebesar 27,35%,&quot; kata Yunita.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan 1,27 juta kunjungan wisatawan mancanegara di Januari 2020.  Dari angka tersebut wisatawan asal Malaysia masih menjadi yang terbanyak mengunjungi Indonesia.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan jumlah wisman asal Malaysia tercatat ada sebanyak 206,5 ribu kunjungan atau naik 16,24%. Sementara di tempat kedua adalah turis asal China dengan 181,3 ribu kunjungan atau naik sebesar 14,25%.
Baca Juga: BI Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020 di Kisaran 5%-5,4%
Kemudian disusul Singapura 138,6 ribu kunjungan atau naik 10,9%. Kemudian ada turis asal Australia 117,3 ribu kunjungan atau naik 9,22% dan terakhir Timor Leste 110,4 ribu kunjungan atau naik 8,68%.
Sedangkan dari sisi wilayah, wisman asal Timor Tengah justru memiliki kenaikan%tase paling tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun kenaikannya adalah sebesar 66,91% karena naik dari 17,8 ribu kunjungan di Desember 2019 menjadi 27,7 ribu kunjungan di Januari 2020.
Baca Juga: Dampak Virus Korona, Investasi dari China Tertunda
Sedangkan%tase penurunan hanya terjadi pada wisman yang datang dari wilayah Asia Tenggara alias ASEAN. Pada Desember 2019 tercatat wisman asal ASEAN mencapai 548,1 ribu turun 1,57% menjadi 440,6 ribu kunjungan di Januari.
Menurut Yunita Rusanti mengatakan, penurunan jumlah wisman ini disebabkan karena wabah virus Korona. Meskipun pada awal tahun ini ada perayaan tahun baru Imlek.&quot;Jadi ini ada dua kejadian, pertama ada imlek biasanya naik, tapi  sekaligus ada virus Covid-19 di mana yang hanya mulainya di minggu  terakhir Januari. Jadi kalau lihat data mingguan sebetulnya kelihatan di  minggu ke-4 beberapa negara mengalami penurunan,&quot; ujarnya saat ditemui  di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/3/2020).
Sementara penurunan jumlah kunjungan wisman terjadi di empat pintu  masuk udara dengan%tase penurunan paling tinggi terjadi di Bandara  Minangkabau sebesar 4,13%. Sementara%tase penurunan paling rendah  terjadi di Bandara Soekarno Hatta sebesar 0,86%.
Akibat hal itu, Yunita mengungkapkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK)  hotel klasifikasi bintang di  Indonesia pada Januari 2020 mencapai  rata-rata 49,17%. Angka ini turun dibanding TPK Desember 2019 yang  tercatat 59,39%.
&quot;TPK tertinggi tercatat di Provinsi Bali  sebesar 59,29%, diikuti  Provinsi  Sulawesi  Utara sebesar 59,10%, dan Provinsi  Lampung sebesar  57,88 %, sedangkan TPK terendah tercatat di  Provinsi Kepulauan Bangka  Belitung yang sebesar 27,35%,&quot; kata Yunita.</content:encoded></item></channel></rss>
