<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Pasok Pekerja Terampil Industri Perkapalan ke Perusahaan Jepang</title><description>Kementerian Perindustrian memfasilitasi pemenuhan kebutuhan tenaga  kerja terampil ke Jepang, misalnya di sektor industri perkapalan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177462/ri-pasok-pekerja-terampil-industri-perkapalan-ke-perusahaan-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177462/ri-pasok-pekerja-terampil-industri-perkapalan-ke-perusahaan-jepang"/><item><title>RI Pasok Pekerja Terampil Industri Perkapalan ke Perusahaan Jepang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177462/ri-pasok-pekerja-terampil-industri-perkapalan-ke-perusahaan-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177462/ri-pasok-pekerja-terampil-industri-perkapalan-ke-perusahaan-jepang</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2020 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/03/320/2177462/ri-pasok-pekerja-terampil-industri-perkapalan-ke-perusahaan-jepang-YkUONOqAEr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/03/320/2177462/ri-pasok-pekerja-terampil-industri-perkapalan-ke-perusahaan-jepang-YkUONOqAEr.jpeg</image><title>Kapal (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian memfasilitasi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil ke Jepang, misalnya di sektor industri perkapalan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu kompetitif dengan para pekerja luar negeri.
&amp;ldquo;Upaya yang dilakukan ini merupakan hasil kunjungan kami ke negara Jepang beberapa waktu lalu. Ini menjadi implementasi mengenai kebijakan baru pemerintah Jepang, yaitu program Tokutei Ginou atau pekerja keterampilan khusus asal luar negeri,&amp;rdquo; kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika dilansir dari laman Kemenperin, Selasa (3/3/2020).
Baca Juga: Ini 7 Profesi Bergaji Tinggi dengan Waktu Kerja di Bawah 40 Jam/Minggu
Putu menjelaskan, adanya kebijakan Jepang tersebut, karena terus meningkatnya kebutuhan tenaga kerja kompeten di Negeri Sakura dengan total mencapai 345.000 orang dalam lima tahun ke depan. Adapun berbagai sektor manufaktur yang membuka kesempatan itu antara lain industri permesinan, otomotif, elektronika, makanan dan minuman, pesawat dan MRO, serta perkapalan.
&amp;ldquo;Di tahun-tahun sebelumnya, negara-negara yang telah menjadi pemasok tenaga kerja itu, berasal dari Vietnam, Filipina, China, dan India,&amp;rdquo; sebutnya. Oleh karena itu, guna merealisasikannya, Kemenperin menjalin kerja sama dengan The Cooperative Association of Japan Shipbuilders (CAJS) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Baca Juga: Daftar 12 Perusahaan yang Karyawannya Tidak Penah Berfikir Resign
Sedangkan untuk kerja sama industri, para duta ini diharapkan dapat menjadi jembatan informasi bagi industri perkapalan di Jepang terkait kemampuan dan pasar industri maritim di Indonesia untuk dapat melakukan kerja sama pembangunan kapal ataupun investasi pembangunan produk komponen kapal di Indonesia. &amp;ldquo;Ke depan akan dikembangkan skema-skema lain yang pada hilirnya adalah untuk kemajuan industri perkapalan di Indonesia,&amp;rdquo; tandasnya.
Bisnis industri perkapalan atau galangan kapal di Indonesia dinilai masih prospektif. Apalagi, industri tersebut merupakan salah satu sektor yang strategis dan mempunyai peran vital bagi pendorong roda perekonomian nasional. Selain itu, guna mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Kemenperin mencatat, industri perkapalan nasional sudah mencapai beberapa kemajuan, di antaranya peningkatan jumlah galangan kapal menjadi lebih dari 250 perusahaan dengan kapasitas produksi yang mencapai sekitar 1 juta DWT per tahun untuk bangunan baru dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian memfasilitasi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil ke Jepang, misalnya di sektor industri perkapalan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu kompetitif dengan para pekerja luar negeri.
&amp;ldquo;Upaya yang dilakukan ini merupakan hasil kunjungan kami ke negara Jepang beberapa waktu lalu. Ini menjadi implementasi mengenai kebijakan baru pemerintah Jepang, yaitu program Tokutei Ginou atau pekerja keterampilan khusus asal luar negeri,&amp;rdquo; kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika dilansir dari laman Kemenperin, Selasa (3/3/2020).
Baca Juga: Ini 7 Profesi Bergaji Tinggi dengan Waktu Kerja di Bawah 40 Jam/Minggu
Putu menjelaskan, adanya kebijakan Jepang tersebut, karena terus meningkatnya kebutuhan tenaga kerja kompeten di Negeri Sakura dengan total mencapai 345.000 orang dalam lima tahun ke depan. Adapun berbagai sektor manufaktur yang membuka kesempatan itu antara lain industri permesinan, otomotif, elektronika, makanan dan minuman, pesawat dan MRO, serta perkapalan.
&amp;ldquo;Di tahun-tahun sebelumnya, negara-negara yang telah menjadi pemasok tenaga kerja itu, berasal dari Vietnam, Filipina, China, dan India,&amp;rdquo; sebutnya. Oleh karena itu, guna merealisasikannya, Kemenperin menjalin kerja sama dengan The Cooperative Association of Japan Shipbuilders (CAJS) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Baca Juga: Daftar 12 Perusahaan yang Karyawannya Tidak Penah Berfikir Resign
Sedangkan untuk kerja sama industri, para duta ini diharapkan dapat menjadi jembatan informasi bagi industri perkapalan di Jepang terkait kemampuan dan pasar industri maritim di Indonesia untuk dapat melakukan kerja sama pembangunan kapal ataupun investasi pembangunan produk komponen kapal di Indonesia. &amp;ldquo;Ke depan akan dikembangkan skema-skema lain yang pada hilirnya adalah untuk kemajuan industri perkapalan di Indonesia,&amp;rdquo; tandasnya.
Bisnis industri perkapalan atau galangan kapal di Indonesia dinilai masih prospektif. Apalagi, industri tersebut merupakan salah satu sektor yang strategis dan mempunyai peran vital bagi pendorong roda perekonomian nasional. Selain itu, guna mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Kemenperin mencatat, industri perkapalan nasional sudah mencapai beberapa kemajuan, di antaranya peningkatan jumlah galangan kapal menjadi lebih dari 250 perusahaan dengan kapasitas produksi yang mencapai sekitar 1 juta DWT per tahun untuk bangunan baru dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.</content:encoded></item></channel></rss>
