<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Pemerintah Tidak Akan Naikkan Harga Masker</title><description>Kementerian Perdagangan buka suara terkait melonjaknya harga masker di pasaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177559/mendag-pemerintah-tidak-akan-naikkan-harga-masker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177559/mendag-pemerintah-tidak-akan-naikkan-harga-masker"/><item><title>Mendag: Pemerintah Tidak Akan Naikkan Harga Masker</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177559/mendag-pemerintah-tidak-akan-naikkan-harga-masker</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177559/mendag-pemerintah-tidak-akan-naikkan-harga-masker</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2020 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/03/320/2177559/mendag-pemerintah-tidak-akan-naikkan-harga-masker-sxEVvSVSaB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/03/320/2177559/mendag-pemerintah-tidak-akan-naikkan-harga-masker-sxEVvSVSaB.jpg</image><title>Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan buka suara terkait melonjaknya harga masker di pasaran. Kenaikan harga masker ini disebabkan oleh aksi panic buying yang dilakukan masyarakat menyusul 2 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi virus korona.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, harga masker dan hand sanitizer dipastikan tidak akan mengalami kenaikan di pasaran. Pasalnya pihaknya tidak akan menaikkan harga masker dan hand sanitizer di tingkat distributor.
Baca Juga: Masker Langka dan Mahal, Begini Imbauan Menko Airlangga
&amp;ldquo;Pemerintah menghimbau produsen masker tidak menaikkan harga jual masker ke masyarakat. Himbauan ini juga ditunjukkan kepada distributor dan penjual pengecer. Selain masker permintaan hand sanitezer juga tinggi. Himbauan yang sama juga berlaku pada penjualan hand sanitizer ini yang tengah dibutuhkan masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Agus juga meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi panic buying. Sebab menurutnya, aksi panic buying justru akan merugikan masyarakat sendiri dan bisa membuat harga melonjak tajam.
&amp;ldquo;Masyarakat diminta untuk hati hati dalam berbelanja. Silakan berbelanja tapi secukupnya. Panic buying merugikan masyarakat karena menimbulkan ketidakpastian harga,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Masker Langka, Pemkot Palembang Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik
 
Pemerintah lanjut Agus, akan melakukan pengawasan kepada para pedagang yang memainkan harga. Bahkan dirinya akan menindak tegas yang berani menaikkan harga seenaknya.
Dia pun melanjutkan tidak akan melarang ekspor masker ke beberapa negara. Adapun Mendag meminta agar para distributor memprioritaskan kebutuhan dalam negeri
&amp;ldquo;Apabila kita temukan ada permainan distributor atau pedagang yang mempermainkan akan dilakukan penindakan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan buka suara terkait melonjaknya harga masker di pasaran. Kenaikan harga masker ini disebabkan oleh aksi panic buying yang dilakukan masyarakat menyusul 2 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi virus korona.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, harga masker dan hand sanitizer dipastikan tidak akan mengalami kenaikan di pasaran. Pasalnya pihaknya tidak akan menaikkan harga masker dan hand sanitizer di tingkat distributor.
Baca Juga: Masker Langka dan Mahal, Begini Imbauan Menko Airlangga
&amp;ldquo;Pemerintah menghimbau produsen masker tidak menaikkan harga jual masker ke masyarakat. Himbauan ini juga ditunjukkan kepada distributor dan penjual pengecer. Selain masker permintaan hand sanitezer juga tinggi. Himbauan yang sama juga berlaku pada penjualan hand sanitizer ini yang tengah dibutuhkan masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Agus juga meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi panic buying. Sebab menurutnya, aksi panic buying justru akan merugikan masyarakat sendiri dan bisa membuat harga melonjak tajam.
&amp;ldquo;Masyarakat diminta untuk hati hati dalam berbelanja. Silakan berbelanja tapi secukupnya. Panic buying merugikan masyarakat karena menimbulkan ketidakpastian harga,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Masker Langka, Pemkot Palembang Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik
 
Pemerintah lanjut Agus, akan melakukan pengawasan kepada para pedagang yang memainkan harga. Bahkan dirinya akan menindak tegas yang berani menaikkan harga seenaknya.
Dia pun melanjutkan tidak akan melarang ekspor masker ke beberapa negara. Adapun Mendag meminta agar para distributor memprioritaskan kebutuhan dalam negeri
&amp;ldquo;Apabila kita temukan ada permainan distributor atau pedagang yang mempermainkan akan dilakukan penindakan.
</content:encoded></item></channel></rss>
