<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Virus Korona, Masih Banyak WNI yang Mau Kerja di Korea</title><description>Minat Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di luar negeri tak surut meskipun wabah virus korona makin meluas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177613/ada-virus-korona-masih-banyak-wni-yang-mau-kerja-di-korea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177613/ada-virus-korona-masih-banyak-wni-yang-mau-kerja-di-korea"/><item><title>Ada Virus Korona, Masih Banyak WNI yang Mau Kerja di Korea</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177613/ada-virus-korona-masih-banyak-wni-yang-mau-kerja-di-korea</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/320/2177613/ada-virus-korona-masih-banyak-wni-yang-mau-kerja-di-korea</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2020 18:38 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/03/320/2177613/ada-virus-korona-masih-banyak-wni-yang-mau-kerja-di-korea-v6BhYF5hSM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buruh (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/03/320/2177613/ada-virus-korona-masih-banyak-wni-yang-mau-kerja-di-korea-v6BhYF5hSM.jpg</image><title>Buruh (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Minat Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di luar negeri tak surut meskipun wabah virus korona makin meluas. Hal ini tercermin dari banyaknya calon TKI yang mendaftar sebagai tenaga kerja pabrik di Korea Selatan.
Setidaknya ada 24.000 pendaftar Calon TKI ikuti seleksi untuk memenuhi kebutuhan 3.300 tenaga kerja pabrik di Korea Selatan. Dijumpai di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai tempat seleksi, ada 17.000 pendaftar. Sedangkan 7.000 lainnya mendaftar di Bandung.
Baca Juga: Daftar 12 Perusahaan yang Karyawannya Tidak Penah Berfikir Resign
Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah Abi Rahman mengungkapkan, minat masyarakat pencari kerja untuk mendaftar dan bekerja di Korea Selatan cukup tinggi. Meski kini ada wabah virus korona, namun tak menghalangi dan menurunkan minat pendaftaran.
&amp;ldquo;Kami mendata ada 24.000 pendaftar yang mengikuti seleksi. Jumlah yang dibutuhkan padahal 3.300 TKI. Terbesar pendaftar yang mengikuti seleksi dari Jawa Tengah, sekitar 60 persen. Lainnya dari Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali dan Lampung,&amp;rdquo; tegas Abi Rahman dilansir dari laman KRJogja, Selasa (3/3/2020).
Baca Juga: Ini 7 Profesi Bergaji Tinggi dengan Waktu Kerja di Bawah 40 Jam/Minggu
Minat tinggi tersebut menurut Abi Rahman dipicu karena harapan berpenghasilan tinggi sehingga bisa memperbaiki taraf hidup dan untuk simpanan masa depan. &amp;ldquo;Untuk gaji di Korea Selatan ini cukup tinggi, bisa saja seorang pekerja mendapatkan penghasilan mencapai Rp30 juta per bulan. Gaji tersebut sudah diterima bersih, makan dan mes sudah ditanggung perusahaan. Maka layak peminat untuk bekerja di Korea Selatan ini cukup banyak,&amp;rdquo; tambah Abi Rahman.Pada seleksi yang berlangsung di Unnes Semarang hingga 5 hari ke  depan ini, para pendaftar menyempatkan menggelar aksi sosial  penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan masker selama mewabahnya  virus korona di Korea Selatan.
Azis Yurianto, Wakil Ketua Perkumpulan Lembaga Bahasa Korea Indonesia  (Pelbakorin) Jawa Tengah memfasilitasi gerakan sosial tersebut dan akan  segera mengirimkan hasil penggalangan dana untuk dibelikan masker guna  membantu pencegahan virus korona bagi masyarakat Korea Selatan dan para  pekerja di sana.
&amp;ldquo;Kami ikut merasakan keprihatinan atas wabah korona di Korea Selatan.  Karena itu kami pun tergerak untuk membantu menyediakan masker untuk  masyarakat di sana,&amp;rdquo; papar Aziz Yurianto.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Minat Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di luar negeri tak surut meskipun wabah virus korona makin meluas. Hal ini tercermin dari banyaknya calon TKI yang mendaftar sebagai tenaga kerja pabrik di Korea Selatan.
Setidaknya ada 24.000 pendaftar Calon TKI ikuti seleksi untuk memenuhi kebutuhan 3.300 tenaga kerja pabrik di Korea Selatan. Dijumpai di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai tempat seleksi, ada 17.000 pendaftar. Sedangkan 7.000 lainnya mendaftar di Bandung.
Baca Juga: Daftar 12 Perusahaan yang Karyawannya Tidak Penah Berfikir Resign
Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah Abi Rahman mengungkapkan, minat masyarakat pencari kerja untuk mendaftar dan bekerja di Korea Selatan cukup tinggi. Meski kini ada wabah virus korona, namun tak menghalangi dan menurunkan minat pendaftaran.
&amp;ldquo;Kami mendata ada 24.000 pendaftar yang mengikuti seleksi. Jumlah yang dibutuhkan padahal 3.300 TKI. Terbesar pendaftar yang mengikuti seleksi dari Jawa Tengah, sekitar 60 persen. Lainnya dari Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali dan Lampung,&amp;rdquo; tegas Abi Rahman dilansir dari laman KRJogja, Selasa (3/3/2020).
Baca Juga: Ini 7 Profesi Bergaji Tinggi dengan Waktu Kerja di Bawah 40 Jam/Minggu
Minat tinggi tersebut menurut Abi Rahman dipicu karena harapan berpenghasilan tinggi sehingga bisa memperbaiki taraf hidup dan untuk simpanan masa depan. &amp;ldquo;Untuk gaji di Korea Selatan ini cukup tinggi, bisa saja seorang pekerja mendapatkan penghasilan mencapai Rp30 juta per bulan. Gaji tersebut sudah diterima bersih, makan dan mes sudah ditanggung perusahaan. Maka layak peminat untuk bekerja di Korea Selatan ini cukup banyak,&amp;rdquo; tambah Abi Rahman.Pada seleksi yang berlangsung di Unnes Semarang hingga 5 hari ke  depan ini, para pendaftar menyempatkan menggelar aksi sosial  penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan masker selama mewabahnya  virus korona di Korea Selatan.
Azis Yurianto, Wakil Ketua Perkumpulan Lembaga Bahasa Korea Indonesia  (Pelbakorin) Jawa Tengah memfasilitasi gerakan sosial tersebut dan akan  segera mengirimkan hasil penggalangan dana untuk dibelikan masker guna  membantu pencegahan virus korona bagi masyarakat Korea Selatan dan para  pekerja di sana.
&amp;ldquo;Kami ikut merasakan keprihatinan atas wabah korona di Korea Selatan.  Karena itu kami pun tergerak untuk membantu menyediakan masker untuk  masyarakat di sana,&amp;rdquo; papar Aziz Yurianto.</content:encoded></item></channel></rss>
