<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wabah Virus Korona di Italia Berdampak Buruk pada Industri Penerbangan Eropa</title><description>Sejumlah perusahaan mengurangi penerbangannya ke Italia, di mana perebakan paling besar di Eropa sedang terjadi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/04/320/2177978/wabah-virus-korona-di-italia-berdampak-buruk-pada-industri-penerbangan-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/04/320/2177978/wabah-virus-korona-di-italia-berdampak-buruk-pada-industri-penerbangan-eropa"/><item><title>Wabah Virus Korona di Italia Berdampak Buruk pada Industri Penerbangan Eropa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/04/320/2177978/wabah-virus-korona-di-italia-berdampak-buruk-pada-industri-penerbangan-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/04/320/2177978/wabah-virus-korona-di-italia-berdampak-buruk-pada-industri-penerbangan-eropa</guid><pubDate>Rabu 04 Maret 2020 13:43 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/04/320/2177978/wabahvirus-korona-di-italia-berdampak-buruk-pada-industri-penerbangan-eropa-nZIP4sbxKx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejumlah Penerbangan Eropa Setop Terbang ke Italia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/04/320/2177978/wabahvirus-korona-di-italia-berdampak-buruk-pada-industri-penerbangan-eropa-nZIP4sbxKx.jpg</image><title>Sejumlah Penerbangan Eropa Setop Terbang ke Italia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Perusahaan Air France dan KLM, sekaligus Ketua Asosiasi Penerbangan Eropa Benyamin Smith mengatakan merebaknya virus korona memaksa maskapai penerbangan kecil bergabung dengan saingannya. Apalagi setelah sejumlah perusahaan mengurangi penerbangannya ke Italia, di mana perebakan paling besar di Eropa sedang terjadi.
&amp;ldquo;Jelas kita belum bisa melihat bagaimana dampak sepenuhnya perebakan virus Covid-19 pada sektor pengangkutan udara,&amp;rdquo; kata Smith, dilansir dari VOA Indonesia, Rabu (4/3/2020).
Baca Juga: Terpapar Virus Korona, Menhub Beri Sinyal Batasi Penerbangan ke Korea hingga Italia
Smith mengatakan, dalam pertemuan tahunan Asosiasi Penerbangan Eropa, banyak maskapai yang lemah di seluruh dunia,
&amp;ldquo;Saya memperkirakan hal ini (penyebaran virus korona) akan mempercepat konsolidasi perusahaan,&amp;rdquo; tuturnya.
Puluhan maskapai penerbangan telah menghentikan atau mengurangi frekuensi penerbangannya ke China sejak bulan Januari, ketika perebakan virus korona semakin kuat di negara itu, dan banyak orang enggan bepergian serta banyak pemerintah mengumumkan pembatasan perjalanan.
Baca Juga: Imbas Virus Korona, United Airlines Kurangi Jumlah Penerbangan
Pada Selasa kemarin, maskapai penerbangan Skandinavia SAS mengumumkan penghentian semua penerbangan ke dan dari Milan, Bologna, Turin dan Venesia sampai tanggal 16 Maret.
Perusahaan gabungan Swedia dan Denmark itu sebelumnya mengumumkan akan menjalankan sejumlah langkah penghematan untuk mengurangi dampak berkurangnya permintaan. Selain telah menghentikan penerbangan ke China, SAS kini juga menangguhkan semua penerbangan ke Hongkong.Bulan lalu, Perkumpulan Angkutan Udara Internasional atau IATA  mengumumkan, perusahaan penerbangan yang beroperasi di kawasan  Asia-Pasifik tahun ini akan mengalami kerugian sejumlah USD27,8 miliar  karena wabah virus korona.
Banyak pemerintah juga mendapat tekanan untuk membantu perusahaan  penerbangan yang sedang kepayahan. &amp;ldquo;Pengurangan atau pembatalan  sementara pajak-pajak akan sangat dihargai oleh industri penerbangan,&amp;rdquo;  kata Benyamin Smith.
Adapun Asosiasi Penerbangan Eropa beranggotakan 16 perusahaan,  termasuk Air France, KLM, EasyJet, Lufthansa, Ryanair dan IAG, yang  memiliki British Airways, Aer Lingus, Iberia dan Veuling.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Perusahaan Air France dan KLM, sekaligus Ketua Asosiasi Penerbangan Eropa Benyamin Smith mengatakan merebaknya virus korona memaksa maskapai penerbangan kecil bergabung dengan saingannya. Apalagi setelah sejumlah perusahaan mengurangi penerbangannya ke Italia, di mana perebakan paling besar di Eropa sedang terjadi.
&amp;ldquo;Jelas kita belum bisa melihat bagaimana dampak sepenuhnya perebakan virus Covid-19 pada sektor pengangkutan udara,&amp;rdquo; kata Smith, dilansir dari VOA Indonesia, Rabu (4/3/2020).
Baca Juga: Terpapar Virus Korona, Menhub Beri Sinyal Batasi Penerbangan ke Korea hingga Italia
Smith mengatakan, dalam pertemuan tahunan Asosiasi Penerbangan Eropa, banyak maskapai yang lemah di seluruh dunia,
&amp;ldquo;Saya memperkirakan hal ini (penyebaran virus korona) akan mempercepat konsolidasi perusahaan,&amp;rdquo; tuturnya.
Puluhan maskapai penerbangan telah menghentikan atau mengurangi frekuensi penerbangannya ke China sejak bulan Januari, ketika perebakan virus korona semakin kuat di negara itu, dan banyak orang enggan bepergian serta banyak pemerintah mengumumkan pembatasan perjalanan.
Baca Juga: Imbas Virus Korona, United Airlines Kurangi Jumlah Penerbangan
Pada Selasa kemarin, maskapai penerbangan Skandinavia SAS mengumumkan penghentian semua penerbangan ke dan dari Milan, Bologna, Turin dan Venesia sampai tanggal 16 Maret.
Perusahaan gabungan Swedia dan Denmark itu sebelumnya mengumumkan akan menjalankan sejumlah langkah penghematan untuk mengurangi dampak berkurangnya permintaan. Selain telah menghentikan penerbangan ke China, SAS kini juga menangguhkan semua penerbangan ke Hongkong.Bulan lalu, Perkumpulan Angkutan Udara Internasional atau IATA  mengumumkan, perusahaan penerbangan yang beroperasi di kawasan  Asia-Pasifik tahun ini akan mengalami kerugian sejumlah USD27,8 miliar  karena wabah virus korona.
Banyak pemerintah juga mendapat tekanan untuk membantu perusahaan  penerbangan yang sedang kepayahan. &amp;ldquo;Pengurangan atau pembatalan  sementara pajak-pajak akan sangat dihargai oleh industri penerbangan,&amp;rdquo;  kata Benyamin Smith.
Adapun Asosiasi Penerbangan Eropa beranggotakan 16 perusahaan,  termasuk Air France, KLM, EasyJet, Lufthansa, Ryanair dan IAG, yang  memiliki British Airways, Aer Lingus, Iberia dan Veuling.</content:encoded></item></channel></rss>
