<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi yang Masuk ke RI Ngerem karena Virus Korona</title><description>Korona mengakibatkan demand, supply, dan produksi rusak</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/04/320/2178138/investasi-yang-masuk-ke-ri-ngerem-karena-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/04/320/2178138/investasi-yang-masuk-ke-ri-ngerem-karena-virus-korona"/><item><title>Investasi yang Masuk ke RI Ngerem karena Virus Korona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/04/320/2178138/investasi-yang-masuk-ke-ri-ngerem-karena-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/04/320/2178138/investasi-yang-masuk-ke-ri-ngerem-karena-virus-korona</guid><pubDate>Rabu 04 Maret 2020 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/04/320/2178138/investasi-yang-masuk-ke-ri-ngerem-karena-virus-korona-ZUz7FabxFk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Memberikan Arahan pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan. (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/04/320/2178138/investasi-yang-masuk-ke-ri-ngerem-karena-virus-korona-ZUz7FabxFk.jpg</image><title>Presiden Memberikan Arahan pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan. (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bagaimana melakukan relaksasi, melonggarkan, dan mempercepat prosedur-prosedur yang sebelumnya sangat lama dan berbelit-belit. Pasalnya, situasi saat ini sangat tidak normal karena virus korona.
&amp;rdquo;Yang dibicarakan sudah, prosedur mana potong, prosedur mana sederhanakan, prosedur mana simpelkan,&amp;rdquo; tutur Presiden Jokowi, dilansir dari Setkab, Rabu (4/3/2020).
Presiden mengatakan, korona mengakibatkan demand, supply, dan produksi rusak. Dia menambahkan bahwa demand termasuk di dalamnya tentu saja konsumsi dan investasi.
Baca Juga: Tangkal Kenaikan Harga, Presiden Jokowi Ingin Izin Impor Dipermudah
&amp;rdquo;Investasi yang mau masuk, sudah mau masuk, karena ada korona ngerem, hati-hati. Konsumsi juga sama, permintaan konsumsi juga sama. Sehingga jangan sampai ada sekali lagi saya sampaikan ada prosedur-prosedur yang menyulitkan pada posisi yang sekarang ini semua negara sedang dalam posisi kesulitan,&amp;rdquo; tuturnya.
Supply, menurut Presiden, karena pabrik-pabrik dan industri berhenti, pasti terhambat, padahal bahan baku yang dari China ini sangat besar sekali. Dia memberikan contoh, untuk komponen elektronik itu dari Wuhan sebesar USD10 miliar.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Karena Virus Korona, Supply dan Demand Rusak
&amp;rdquo;Banyak barang itu, itu sudah 50% impor Indonesia ada di situ. Di sananya terganggu supply-nya, ya artinya di sini pun kalau kita enggak memberikan kelonggaran juga terganggu. Kalau terganggu artinya nanti harganya pasti naik. Kalau harganya naik pasti nanti larinya inflasi akan naik,&amp;rdquo; imbuh Presiden.
Kejadian ini, menurut Presiden, yang sudah dijaga selama 5 tahun. Di mana inflasi di atas 8%, di atas 9%, dan sudah bisa dijaga pada posisi kurang lebih 3% selama 5 tahun.
Kepala Negara mengingatkan agar jangan sampai inflasi terganggu gara-gara hal-hal seperti ini. Dia memberikan contoh dalam 2 bulan ini urusan bawang putih saja memberikan kontribusi inflasi yang tidak kecil, gara-gara prosedur.&amp;rdquo;Kecepatan kita sekarang ini sangat dibutuhkan sekali, sehingga  aturan-aturan yang selama ini ada tolong dalam Raker ini di bicarakan.  Harus ada relaksasi impor baik tarif maupun non tarif. Lihat, lihat  betul yang kita butuhkan sekarang itu. Prosedur-prosedur impor,  surat-surat keterangan asal, izin-izin yang ada relaksasi semuanya,  berikan kelonggaran,&amp;rdquo; imbuhnya.
Bank Indonesia, menurut Presiden, telah melakukan relaksasi  kelonggaran yang itu memberikan dampak pada penguatan rupiah dan Indeks  Harga Saham Gabungan (IHSG). Demikian halnya, menurut Presiden, OJK juga  telah merelaksasi, memberikan kelonggaran-kelonggaran sehingga  memberikan dampak positif baik pada penguatan rupiah maupun IHSG.
&amp;rdquo;Saya berharap juga kementerian-kementerian melakukan ini. Dan pada  hari ini saya minta Rakernya fokus di situ saja, enggak usah ke  mana-mana bicaranya. Karena sekali lagi, supply barang harus cukup dan  kita ini dihadapkan, sebentar lagi di hadapkan pada yang namanya Puasa  Ramadan,&amp;rdquo; jelas Presiden.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bagaimana melakukan relaksasi, melonggarkan, dan mempercepat prosedur-prosedur yang sebelumnya sangat lama dan berbelit-belit. Pasalnya, situasi saat ini sangat tidak normal karena virus korona.
&amp;rdquo;Yang dibicarakan sudah, prosedur mana potong, prosedur mana sederhanakan, prosedur mana simpelkan,&amp;rdquo; tutur Presiden Jokowi, dilansir dari Setkab, Rabu (4/3/2020).
Presiden mengatakan, korona mengakibatkan demand, supply, dan produksi rusak. Dia menambahkan bahwa demand termasuk di dalamnya tentu saja konsumsi dan investasi.
Baca Juga: Tangkal Kenaikan Harga, Presiden Jokowi Ingin Izin Impor Dipermudah
&amp;rdquo;Investasi yang mau masuk, sudah mau masuk, karena ada korona ngerem, hati-hati. Konsumsi juga sama, permintaan konsumsi juga sama. Sehingga jangan sampai ada sekali lagi saya sampaikan ada prosedur-prosedur yang menyulitkan pada posisi yang sekarang ini semua negara sedang dalam posisi kesulitan,&amp;rdquo; tuturnya.
Supply, menurut Presiden, karena pabrik-pabrik dan industri berhenti, pasti terhambat, padahal bahan baku yang dari China ini sangat besar sekali. Dia memberikan contoh, untuk komponen elektronik itu dari Wuhan sebesar USD10 miliar.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Karena Virus Korona, Supply dan Demand Rusak
&amp;rdquo;Banyak barang itu, itu sudah 50% impor Indonesia ada di situ. Di sananya terganggu supply-nya, ya artinya di sini pun kalau kita enggak memberikan kelonggaran juga terganggu. Kalau terganggu artinya nanti harganya pasti naik. Kalau harganya naik pasti nanti larinya inflasi akan naik,&amp;rdquo; imbuh Presiden.
Kejadian ini, menurut Presiden, yang sudah dijaga selama 5 tahun. Di mana inflasi di atas 8%, di atas 9%, dan sudah bisa dijaga pada posisi kurang lebih 3% selama 5 tahun.
Kepala Negara mengingatkan agar jangan sampai inflasi terganggu gara-gara hal-hal seperti ini. Dia memberikan contoh dalam 2 bulan ini urusan bawang putih saja memberikan kontribusi inflasi yang tidak kecil, gara-gara prosedur.&amp;rdquo;Kecepatan kita sekarang ini sangat dibutuhkan sekali, sehingga  aturan-aturan yang selama ini ada tolong dalam Raker ini di bicarakan.  Harus ada relaksasi impor baik tarif maupun non tarif. Lihat, lihat  betul yang kita butuhkan sekarang itu. Prosedur-prosedur impor,  surat-surat keterangan asal, izin-izin yang ada relaksasi semuanya,  berikan kelonggaran,&amp;rdquo; imbuhnya.
Bank Indonesia, menurut Presiden, telah melakukan relaksasi  kelonggaran yang itu memberikan dampak pada penguatan rupiah dan Indeks  Harga Saham Gabungan (IHSG). Demikian halnya, menurut Presiden, OJK juga  telah merelaksasi, memberikan kelonggaran-kelonggaran sehingga  memberikan dampak positif baik pada penguatan rupiah maupun IHSG.
&amp;rdquo;Saya berharap juga kementerian-kementerian melakukan ini. Dan pada  hari ini saya minta Rakernya fokus di situ saja, enggak usah ke  mana-mana bicaranya. Karena sekali lagi, supply barang harus cukup dan  kita ini dihadapkan, sebentar lagi di hadapkan pada yang namanya Puasa  Ramadan,&amp;rdquo; jelas Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
