<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Perbankan Tercatat 6,1% pada Januari, Kredit Macet 2,77%</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut wabah virus korona (Covid-19) berdampak pada kinerja perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/05/320/2178788/kredit-perbankan-tercatat-6-1-pada-januari-kredit-macet-2-77</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/05/320/2178788/kredit-perbankan-tercatat-6-1-pada-januari-kredit-macet-2-77"/><item><title>Kredit Perbankan Tercatat 6,1% pada Januari, Kredit Macet 2,77%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/05/320/2178788/kredit-perbankan-tercatat-6-1-pada-januari-kredit-macet-2-77</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/05/320/2178788/kredit-perbankan-tercatat-6-1-pada-januari-kredit-macet-2-77</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2020 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/05/320/2178788/kredit-perbankan-tercatat-6-1-pada-januari-kredit-macet-2-77-uMbRUwdv8E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/05/320/2178788/kredit-perbankan-tercatat-6-1-pada-januari-kredit-macet-2-77-uMbRUwdv8E.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut wabah virus korona (Covid-19) berdampak pada kinerja perbankan. Sebab, aktivitas produksi dalam negeri terganggu akibat pelaku industri yang kekurangan pasokan bahan baku dari China.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan tergganggunnya industri membuat penyaluran kredit melambat. Data OJK menunjukkan, pertumbuhan kredit per Januari 2020 tercatat 6,10% secara tahunan (year on year/yoy).
Baca Juga: BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Kredit Bank Jadi 9%, Ada Apa?
Hal ini juga berimbas pada angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL). Tercatat hingga Februari, angka NPL mencapai 2,77%.

&quot;(NPL) naik itu karena faktornya banyak, salah satu faktornya kreditnya kan turun. Kredit turut maka sedikit kelihatan meningkat, tapi itu bukan quality-nya lho ya,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Baca Juga: Ketua OJK Ingatkan Perbankan Hindari Risiko Kredit
Sementara itu Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilaar mengatakan hingga saat ini dampak virus corona terhadap rasio kredit macet perseroan belum terasa. Meskipun begitu, para pelaku industri harus segara melakukan langkah antisipasi agar kinerja bank tak terdampak korona.

&amp;ldquo;So far belum ada (dampak penurunan), tapi action sudah harus diambil, restrukturisasi, panjang kredit. Saya yakin belum ada kredit yang macet tapi kita antisipasi ke sana iya,&amp;rdquo; kata Royke.
Di sisi lain, Direktur Utama Bank BRI Sunarso menyebut perbankan  nasional sudah terampil menghadapi situasi ketidakpastian ekonomi  global. Oleh karena itu, pihaknya tetap optimis industri bank akan tetap  tumbuh ditengah perlambatan ekonomi global.

&amp;ldquo;Situasi seperti ini sudah sering dan kita sudah selalu siap stress  testing dan situasi ini sudah sangat diantisipasi. Kita tetap optimis  karena melalui kolaborasi dan kebijakan,&amp;rdquo; ucap Sunarso.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan dampak virus  corona terhadap industri perbankan belum begitu berpengaruh signifikan  terhadap kredit miliknya. Meskipun begitu,  pihaknya masih terus  mengantisipasi dampak penyebaran virus corona di dunia terhadap bisnis  penyaluran kredit valasnya.

&amp;ldquo;Untuk sementara waktu ini memang belum sangat dalam pengaruhnya  (virus corona) tapi kita terus antisipasi dan kerja sama diperlukan  untuk nasabah,&amp;rdquo; kata Tigor.
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut wabah virus korona (Covid-19) berdampak pada kinerja perbankan. Sebab, aktivitas produksi dalam negeri terganggu akibat pelaku industri yang kekurangan pasokan bahan baku dari China.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan tergganggunnya industri membuat penyaluran kredit melambat. Data OJK menunjukkan, pertumbuhan kredit per Januari 2020 tercatat 6,10% secara tahunan (year on year/yoy).
Baca Juga: BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Kredit Bank Jadi 9%, Ada Apa?
Hal ini juga berimbas pada angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL). Tercatat hingga Februari, angka NPL mencapai 2,77%.

&quot;(NPL) naik itu karena faktornya banyak, salah satu faktornya kreditnya kan turun. Kredit turut maka sedikit kelihatan meningkat, tapi itu bukan quality-nya lho ya,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Baca Juga: Ketua OJK Ingatkan Perbankan Hindari Risiko Kredit
Sementara itu Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilaar mengatakan hingga saat ini dampak virus corona terhadap rasio kredit macet perseroan belum terasa. Meskipun begitu, para pelaku industri harus segara melakukan langkah antisipasi agar kinerja bank tak terdampak korona.

&amp;ldquo;So far belum ada (dampak penurunan), tapi action sudah harus diambil, restrukturisasi, panjang kredit. Saya yakin belum ada kredit yang macet tapi kita antisipasi ke sana iya,&amp;rdquo; kata Royke.
Di sisi lain, Direktur Utama Bank BRI Sunarso menyebut perbankan  nasional sudah terampil menghadapi situasi ketidakpastian ekonomi  global. Oleh karena itu, pihaknya tetap optimis industri bank akan tetap  tumbuh ditengah perlambatan ekonomi global.

&amp;ldquo;Situasi seperti ini sudah sering dan kita sudah selalu siap stress  testing dan situasi ini sudah sangat diantisipasi. Kita tetap optimis  karena melalui kolaborasi dan kebijakan,&amp;rdquo; ucap Sunarso.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan dampak virus  corona terhadap industri perbankan belum begitu berpengaruh signifikan  terhadap kredit miliknya. Meskipun begitu,  pihaknya masih terus  mengantisipasi dampak penyebaran virus corona di dunia terhadap bisnis  penyaluran kredit valasnya.

&amp;ldquo;Untuk sementara waktu ini memang belum sangat dalam pengaruhnya  (virus corona) tapi kita terus antisipasi dan kerja sama diperlukan  untuk nasabah,&amp;rdquo; kata Tigor.
</content:encoded></item></channel></rss>
