<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cadangan Minyak Terbukti 3,8 Miliar Barel, RI Ajak Norwegia Investasi Migas</title><description>RI mengajak perusahaan migas Norwegia untuk kembali mengembangkan hulu migas Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/05/320/2178839/cadangan-minyak-terbukti-3-8-miliar-barel-ri-ajak-norwegia-investasi-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/05/320/2178839/cadangan-minyak-terbukti-3-8-miliar-barel-ri-ajak-norwegia-investasi-migas"/><item><title>Cadangan Minyak Terbukti 3,8 Miliar Barel, RI Ajak Norwegia Investasi Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/05/320/2178839/cadangan-minyak-terbukti-3-8-miliar-barel-ri-ajak-norwegia-investasi-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/05/320/2178839/cadangan-minyak-terbukti-3-8-miliar-barel-ri-ajak-norwegia-investasi-migas</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2020 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Hansel Jevera</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/05/320/2178839/cadangan-minyak-terbukti-3-8-miliar-barel-ri-ajak-norwegia-investasi-migas-SjzuhsL9wL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/05/320/2178839/cadangan-minyak-terbukti-3-8-miliar-barel-ri-ajak-norwegia-investasi-migas-SjzuhsL9wL.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengajak perusahaan migas Norwegia untuk kembali mengembangkan hulu migas Indonesia, termasuk turut berpartisipasi pada penawaran wilayah kerja migas tahun 2020 yang akan ditawarkan April.

&amp;ldquo;Kami mengundang perusahaan Norwegia untuk memulai lagi eksplorasi dan produksi migas di Indonesia. Norwegia dapat mengulangi keberhasilan Statoil selama partisipasinya dalam mengeksplorasi migas  Indonesia. Perusahaan Norwegia lainnya dapat mengambil kesempatan untuk bergabung dengan bisnis migas di Indonesia karena industrinya masih menarik,&amp;rdquo; ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Baca Juga: Gantikan Minyak, Potensi Gas Dimanfaatkan untuk Domestik
Indonesia memiliki potensi migas yang cukup menjanjikan. Wilayah kerja migas Indonesia mencapai 750.000 km persegi. Cadangan terbukti minyak Indonesia sebanyak 3,8 miliar barel dan gas 77 TSC. Produksi migas Indonesia mencapai puncaknya pada 1977 dan 1995. Setelah tahun 1995, produksi minyak mulai menurun. Sebaliknya, produksi gas meningkat. Ditargetkan pada tahun ini, produksi minyak mencapai 755.000 barel per hari, sedangkan produksi gas sebesar 6.6670 mmscfd.

&amp;ldquo;Sudah menjadi tugas kita, baik Pemerintah maupun perusahaan minyak untuk mencapai target produksi. Kami percaya, banyak dari kita yang akan bekerja keras mempertahankan produksi,&amp;rdquo; katanya.

Diakui Ego, Indonesia mengalami sejumlah tantangan untuk mencapai target produksi. Antara lain fasilitas atau teknologi yang digunakan termasuk lama. Selain itu, pergeseran paradigma dari transformasi analog ke digital. &amp;ldquo;Lebih dari 69% lahan produksi di Indonesia telah berusia lebih dari 30 tahun, sedangkan sisanya sebanyak 31% berusia di bawah 30 tahun,&amp;rdquo; papar Ego.
Baca Juga: Produksi Minyak Ditargetkan Tembus 1 Juta Barel/Hari pada 2030, Bisa?
Untuk meningkatkan produksi migas, Indonesia melaksanakan berbagai strategi, seperti mempertahankan tingkat produksi saat ini dengan mengubah sumber daya menjadi produksi, mempercepat EOR serta meningkatkan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru.

&amp;ldquo;Norwegia yang merupakan salah satu negara sahabat, dikenal dengan inovasi teknologinya. Industri migas Indonesia harus mencari informasi terbaru mengenai hal ini,&amp;rdquo; tegas Ego.
Director for Innovation Norway Fredrik Bjerke Abdelmaguid  mengungkapkan,  migas merupakan salah satu industri terpenting Norwegia  selama lebih dari 40 tahun dan masih akan bertahan hingga beberapa  dekade mendatang. Saat ini, Norwegia merupakan produsen minyak ke 8 di  dunia, serta produsen gas ketiga di dunia.

&amp;ldquo;Sektor migas merupakan sekitar 18% dari PDB Norwegia dan lebih dari  setengahnya diekspor.  Sektor ini menopang perekonomian negara,&amp;rdquo; kata  Fredrik.

Selain ekspor migas, lanjut dia, Norwegia juga terkenal dengan  industri penunjang. Industri ini  telah mengembangkan teknologi mutakhir  di berbagai bidang.

Dalam kesempatan tersebut, Fredrik juga menegaskan bahwa negaranya  selalu bersikap terbuka, di mana kerja sama dengan negara lain merupakan  suatu hal yang penting. &amp;ldquo;Kerja sama dengan Indonesia sangat menonjol.  Kedua negara memiliki hubungan yang kuat dan berkembang di berbagai  sektor, termasuk energi,&amp;rdquo; tambahnya.

Fredrik mengatakan, International Energy Agency memperkirakan  permintaan energi nasional akan meningkat 27% pada tahun 2040. Meski  energi baru terbarukan akan berkembang, namun migas akan tetap  dibutuhkan.

Dalam tahun-tahun mendatang, industri migas akan memfokuskan diri  pada peningkatan produksi dari lapangan yang ada. Khusus di Norwegia,  rata-rata tingkat pemulihan minyak di ladang migas mencapai 47%. &amp;ldquo;Untuk  meningkatkan hal ini, teknologi baru jelas akan memainkan peran besar,&amp;rdquo;  ucapnya.

Norwegia merupakan salah satu negara yang maju dalam pengembangan  teknologi migas. Oleh karena itu, Fredrik menawarkan kerja sama dengan  perusahaan-perusahaan di negaranya.  &amp;ldquo;Industri migas Indonesia akan  terus berkembang di tahun-tahun mendatang, dan saya berharap bahwa  perusahaan Norwegia akan menjadi bagian dari pengembangan ini,&amp;rdquo; harap  Fredrik.

Hubungan diplomatik antara Indonesia telah terjalin selama 70 tahun.   Norwegia merupakan salah satu negara yang sukses dalam inovasi  pengembangan teknologi migas di dunia. Norwegia juga menjadi salah satu  mitra strategis Indonesia dalam hal transfer teknologi di industri  migas.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengajak perusahaan migas Norwegia untuk kembali mengembangkan hulu migas Indonesia, termasuk turut berpartisipasi pada penawaran wilayah kerja migas tahun 2020 yang akan ditawarkan April.

&amp;ldquo;Kami mengundang perusahaan Norwegia untuk memulai lagi eksplorasi dan produksi migas di Indonesia. Norwegia dapat mengulangi keberhasilan Statoil selama partisipasinya dalam mengeksplorasi migas  Indonesia. Perusahaan Norwegia lainnya dapat mengambil kesempatan untuk bergabung dengan bisnis migas di Indonesia karena industrinya masih menarik,&amp;rdquo; ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Baca Juga: Gantikan Minyak, Potensi Gas Dimanfaatkan untuk Domestik
Indonesia memiliki potensi migas yang cukup menjanjikan. Wilayah kerja migas Indonesia mencapai 750.000 km persegi. Cadangan terbukti minyak Indonesia sebanyak 3,8 miliar barel dan gas 77 TSC. Produksi migas Indonesia mencapai puncaknya pada 1977 dan 1995. Setelah tahun 1995, produksi minyak mulai menurun. Sebaliknya, produksi gas meningkat. Ditargetkan pada tahun ini, produksi minyak mencapai 755.000 barel per hari, sedangkan produksi gas sebesar 6.6670 mmscfd.

&amp;ldquo;Sudah menjadi tugas kita, baik Pemerintah maupun perusahaan minyak untuk mencapai target produksi. Kami percaya, banyak dari kita yang akan bekerja keras mempertahankan produksi,&amp;rdquo; katanya.

Diakui Ego, Indonesia mengalami sejumlah tantangan untuk mencapai target produksi. Antara lain fasilitas atau teknologi yang digunakan termasuk lama. Selain itu, pergeseran paradigma dari transformasi analog ke digital. &amp;ldquo;Lebih dari 69% lahan produksi di Indonesia telah berusia lebih dari 30 tahun, sedangkan sisanya sebanyak 31% berusia di bawah 30 tahun,&amp;rdquo; papar Ego.
Baca Juga: Produksi Minyak Ditargetkan Tembus 1 Juta Barel/Hari pada 2030, Bisa?
Untuk meningkatkan produksi migas, Indonesia melaksanakan berbagai strategi, seperti mempertahankan tingkat produksi saat ini dengan mengubah sumber daya menjadi produksi, mempercepat EOR serta meningkatkan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru.

&amp;ldquo;Norwegia yang merupakan salah satu negara sahabat, dikenal dengan inovasi teknologinya. Industri migas Indonesia harus mencari informasi terbaru mengenai hal ini,&amp;rdquo; tegas Ego.
Director for Innovation Norway Fredrik Bjerke Abdelmaguid  mengungkapkan,  migas merupakan salah satu industri terpenting Norwegia  selama lebih dari 40 tahun dan masih akan bertahan hingga beberapa  dekade mendatang. Saat ini, Norwegia merupakan produsen minyak ke 8 di  dunia, serta produsen gas ketiga di dunia.

&amp;ldquo;Sektor migas merupakan sekitar 18% dari PDB Norwegia dan lebih dari  setengahnya diekspor.  Sektor ini menopang perekonomian negara,&amp;rdquo; kata  Fredrik.

Selain ekspor migas, lanjut dia, Norwegia juga terkenal dengan  industri penunjang. Industri ini  telah mengembangkan teknologi mutakhir  di berbagai bidang.

Dalam kesempatan tersebut, Fredrik juga menegaskan bahwa negaranya  selalu bersikap terbuka, di mana kerja sama dengan negara lain merupakan  suatu hal yang penting. &amp;ldquo;Kerja sama dengan Indonesia sangat menonjol.  Kedua negara memiliki hubungan yang kuat dan berkembang di berbagai  sektor, termasuk energi,&amp;rdquo; tambahnya.

Fredrik mengatakan, International Energy Agency memperkirakan  permintaan energi nasional akan meningkat 27% pada tahun 2040. Meski  energi baru terbarukan akan berkembang, namun migas akan tetap  dibutuhkan.

Dalam tahun-tahun mendatang, industri migas akan memfokuskan diri  pada peningkatan produksi dari lapangan yang ada. Khusus di Norwegia,  rata-rata tingkat pemulihan minyak di ladang migas mencapai 47%. &amp;ldquo;Untuk  meningkatkan hal ini, teknologi baru jelas akan memainkan peran besar,&amp;rdquo;  ucapnya.

Norwegia merupakan salah satu negara yang maju dalam pengembangan  teknologi migas. Oleh karena itu, Fredrik menawarkan kerja sama dengan  perusahaan-perusahaan di negaranya.  &amp;ldquo;Industri migas Indonesia akan  terus berkembang di tahun-tahun mendatang, dan saya berharap bahwa  perusahaan Norwegia akan menjadi bagian dari pengembangan ini,&amp;rdquo; harap  Fredrik.

Hubungan diplomatik antara Indonesia telah terjalin selama 70 tahun.   Norwegia merupakan salah satu negara yang sukses dalam inovasi  pengembangan teknologi migas di dunia. Norwegia juga menjadi salah satu  mitra strategis Indonesia dalam hal transfer teknologi di industri  migas.

</content:encoded></item></channel></rss>
