<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Saham Dunia Masih Khawatir pada Virus Korona   </title><description>Pasar saham dunia masih dilanda kekhawatiran wabah virus korona</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/278/2180042/pasar-saham-dunia-masih-khawatir-pada-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/278/2180042/pasar-saham-dunia-masih-khawatir-pada-virus-korona"/><item><title>Pasar Saham Dunia Masih Khawatir pada Virus Korona   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/278/2180042/pasar-saham-dunia-masih-khawatir-pada-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/278/2180042/pasar-saham-dunia-masih-khawatir-pada-virus-korona</guid><pubDate>Minggu 08 Maret 2020 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/08/278/2180042/pasar-saham-dunia-masih-khawatir-pada-virus-korona-W91cA6ysji.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pergerakan Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/08/278/2180042/pasar-saham-dunia-masih-khawatir-pada-virus-korona-W91cA6ysji.jpg</image><title>Ilustrasi Pergerakan Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pasar saham dunia masih dilanda kekhawatiran wabah virus korona. Seperti Bursa Saham Amerika Serikat, Wall Street pekan depan akan mencermati penyebaran virus Covid-19.
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, kekhawatiran pasar saham dunia salah satunya karena peringatan yang dikatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO mengatakan bahwa ada potensi virus korona menjadi sebuah pandemi.
Baca Juga: Wall Street Melemah hingga 1% Imbas Kekhawatiran Virus Korona
&quot;Pasar saham dunia masih kawatir peringatan WHO bahwa virus Korna memiliki potensi menjadi pandemic,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jakarta, Minggu (8/3/2020).
Angka penyebaran virus korona secara global menurut WHO adalah setidaknya 95.200 orang terinfeksi. Sedangkan angka kematian global sekitar 3.270 kasus.
Di Azerbaijan, Belarus, Lithuania, Meksiko, Selandia Baru dan Nigeria kasus pertama menyangkut korona dilaporkan. Sementara itu, penyebaran virus korona masih terus terjadi di Inggris, Korea Selatan dan tentunya Tiongkok.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok 3% Imbas Investor 'Dihantui' Virus Korona
Virus korona telah menyebar ke setidaknya lebih dari 90 negara. Sebanyak 53.000 orang yang dinyatakan terinfeksi dikonfirmasi sembuh.
Penyebaran virus korona yang terjadi di luar China masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Di China, penyebaran virus korona dinilai telah melewati puncaknya. Hal ini dibuktikan dengan lebih tingginya angka sembuh bila dibandingkan dengan angka terinfeksi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pasar saham dunia masih dilanda kekhawatiran wabah virus korona. Seperti Bursa Saham Amerika Serikat, Wall Street pekan depan akan mencermati penyebaran virus Covid-19.
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, kekhawatiran pasar saham dunia salah satunya karena peringatan yang dikatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO mengatakan bahwa ada potensi virus korona menjadi sebuah pandemi.
Baca Juga: Wall Street Melemah hingga 1% Imbas Kekhawatiran Virus Korona
&quot;Pasar saham dunia masih kawatir peringatan WHO bahwa virus Korna memiliki potensi menjadi pandemic,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jakarta, Minggu (8/3/2020).
Angka penyebaran virus korona secara global menurut WHO adalah setidaknya 95.200 orang terinfeksi. Sedangkan angka kematian global sekitar 3.270 kasus.
Di Azerbaijan, Belarus, Lithuania, Meksiko, Selandia Baru dan Nigeria kasus pertama menyangkut korona dilaporkan. Sementara itu, penyebaran virus korona masih terus terjadi di Inggris, Korea Selatan dan tentunya Tiongkok.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok 3% Imbas Investor 'Dihantui' Virus Korona
Virus korona telah menyebar ke setidaknya lebih dari 90 negara. Sebanyak 53.000 orang yang dinyatakan terinfeksi dikonfirmasi sembuh.
Penyebaran virus korona yang terjadi di luar China masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Di China, penyebaran virus korona dinilai telah melewati puncaknya. Hal ini dibuktikan dengan lebih tingginya angka sembuh bila dibandingkan dengan angka terinfeksi.</content:encoded></item></channel></rss>
