<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Penerbangan ke Korsel hingga Iran Belum Dilarang Sepenuhnya Imbas Korona</title><description>Kemenhub belum menghentikan sementara penerbangan menuju dan dari empat negara yang menjadi episentrum dari virus korona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/320/2179756/fakta-penerbangan-ke-korsel-hingga-iran-belum-dilarang-sepenuhnya-imbas-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/320/2179756/fakta-penerbangan-ke-korsel-hingga-iran-belum-dilarang-sepenuhnya-imbas-korona"/><item><title>Fakta Penerbangan ke Korsel hingga Iran Belum Dilarang Sepenuhnya Imbas Korona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/320/2179756/fakta-penerbangan-ke-korsel-hingga-iran-belum-dilarang-sepenuhnya-imbas-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/320/2179756/fakta-penerbangan-ke-korsel-hingga-iran-belum-dilarang-sepenuhnya-imbas-korona</guid><pubDate>Minggu 08 Maret 2020 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/07/320/2179756/fakta-penerbangan-ke-korsel-hingga-iran-belum-dilarang-sepenuhnya-imbas-korona-Mx55Fkgms7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penerbangan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/07/320/2179756/fakta-penerbangan-ke-korsel-hingga-iran-belum-dilarang-sepenuhnya-imbas-korona-Mx55Fkgms7.jpg</image><title>Penerbangan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menghentikan sementara penerbangan menuju dan dari empat negara yang menjadi episentrum dari virus korona. Keempat negara tersebut yakni Korea Selatan, Jepang, Iran dan Italia.

Sementara itu, pembatasan penerbangan baru dilakukan untuk rute dari dan menuju China.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan ada rencana pembatasan penerbangan ke empat negara episemtrum ini.

&amp;ldquo;Ada 4 negara. Tapi masih kemungkinan. Empat negara tersebut Korea, Jepang, Italia sama Iran,&amp;rdquo; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: AP II Kurangi Frekuensi 7 Rute Penerbangan di Soetta untuk Redam Penyebaran Korona
Berikut Okezone sudah merangkum fakta penerbangan ke Korea hingga Jepang belum dilarang, Minggu (8/3/2020) :

 
1. Belum ada Pembatasan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya masih belum memutuskan kapan rencana tersebut akan dijalankan. Sebab dirinya masih harus berkoordinasi dengan beberapa kementerian terkait.

&amp;ldquo;Sampai saat ini belum ada pembatasan. Akan didiskusikan lagi dengan level menko,&amp;rdquo; kata Budi.
Pemerintah hanya memberikan pengawasan khusus untuk penerbangan dari dan menuju empat negara tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kecuali China, AP II Pastikan Seluruh Rute Internasional Tetap Beroperasi
 
2. Perlu Informasi dan Perkembangan dari Virus Korona
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan wabah virus korona sudah menyebar luas di keempat negara tersebut. Hanya saja, dirinya masih memerlukan informasi dan juga perkembangan dari wabah virus korona di negara tersebut.

&amp;ldquo;Potensinya ada, indikator banyak. nanti tanya sama Menteri Kesehatan (Terawan) dan Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi),&amp;rdquo; ucap Budi.

3. Hanya Memberikan Pengawasan ke Empat Negara Episentrum
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerangkan hingga saat ini rekomendasi penerbangan dari dan menuju empat negara tersebut masih belum berubah. Pemerintah hanya memberikan pengawasan khusus bagi penerbangan dari dan menuju empat negara tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Efek Virus Korona, 1,6 Juta Penumpang Batalkan Penerbangan
&quot;Rekomendasi belum ada yang berubah, hanya waspada. 4 daerah itu hanya kita berikan pengawasan khusus bagi penumpang-penumpangnnya,&quot; ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

 
4. Masih Memantau dan Menunggu Arahan dari Lembaga Penerbangan Internasional
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pihaknya masih akan memantau kondisi terkini dari wabah virus korona. Di sisi lain, pihaknya juga masih menunggu arahan dari lembaga penerbangan internasional terkait status dari empat negara tersebut.

&quot;Kita sedang mempelajari rekomendasinya,&quot; ujar Budi.
5. Akan Disediakan Jalur Khusus untuk Proses Pemeriksaan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penumpang dari dan  menuju empat negara tersebut akan disediakan jalur khusus untuk  menjalani proses pemeriksaan. Pemerintah akan melakukan karantina kepada  para penumpang yang terdeteksi sedang sakit dari empat negara tersebut.

&quot;Semuanya. Ada jalur khusus. Jalur khusus terus discanner terus ada karantina apabila ada yang panas atau pilek,&quot; ucap Budi.

 
6. Hanya Wilayah Tertentu yang Dilarang

PT Angkasa Pura II terus mengantisipasi penyebaran virus korona atau  covid-19. Salah satunya memperketat pemeriksaan yang ada di bandaranya.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan  bahwa mulai 8 Maret 2020 akan ada beberapa traveler yang dilarang masuk  dan transit di Indonesia. Terutama dari beberapa wilayah Korea Selatan.

&quot;Traveler yang dilarang masuk dan transit di Indonesia adalah mereka  yang dalam 14 hari terakhir sebelum tiba di Indonesia melakukan  perjalanan di sejumlah wilayah Korsel yaitu Daegu dan Gyeongsangbuk-do,&quot;  ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, melarang traveler masuk atau transit bagi yang  dalam 14 hari terakhir sebelum tiba di Indonesia melakukan perjalanan  dari sejumlah wilayah di Iran yaitu, daerah Tehran, Qom dan Gilan. Serta  di Italia yaitu Lombardi, Veneto, Emilia, Romagna, Marche dan Piedmont.</description><content:encoded>JAKARTA -  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menghentikan sementara penerbangan menuju dan dari empat negara yang menjadi episentrum dari virus korona. Keempat negara tersebut yakni Korea Selatan, Jepang, Iran dan Italia.

Sementara itu, pembatasan penerbangan baru dilakukan untuk rute dari dan menuju China.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan ada rencana pembatasan penerbangan ke empat negara episemtrum ini.

&amp;ldquo;Ada 4 negara. Tapi masih kemungkinan. Empat negara tersebut Korea, Jepang, Italia sama Iran,&amp;rdquo; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: AP II Kurangi Frekuensi 7 Rute Penerbangan di Soetta untuk Redam Penyebaran Korona
Berikut Okezone sudah merangkum fakta penerbangan ke Korea hingga Jepang belum dilarang, Minggu (8/3/2020) :

 
1. Belum ada Pembatasan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya masih belum memutuskan kapan rencana tersebut akan dijalankan. Sebab dirinya masih harus berkoordinasi dengan beberapa kementerian terkait.

&amp;ldquo;Sampai saat ini belum ada pembatasan. Akan didiskusikan lagi dengan level menko,&amp;rdquo; kata Budi.
Pemerintah hanya memberikan pengawasan khusus untuk penerbangan dari dan menuju empat negara tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kecuali China, AP II Pastikan Seluruh Rute Internasional Tetap Beroperasi
 
2. Perlu Informasi dan Perkembangan dari Virus Korona
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan wabah virus korona sudah menyebar luas di keempat negara tersebut. Hanya saja, dirinya masih memerlukan informasi dan juga perkembangan dari wabah virus korona di negara tersebut.

&amp;ldquo;Potensinya ada, indikator banyak. nanti tanya sama Menteri Kesehatan (Terawan) dan Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi),&amp;rdquo; ucap Budi.

3. Hanya Memberikan Pengawasan ke Empat Negara Episentrum
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerangkan hingga saat ini rekomendasi penerbangan dari dan menuju empat negara tersebut masih belum berubah. Pemerintah hanya memberikan pengawasan khusus bagi penerbangan dari dan menuju empat negara tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Efek Virus Korona, 1,6 Juta Penumpang Batalkan Penerbangan
&quot;Rekomendasi belum ada yang berubah, hanya waspada. 4 daerah itu hanya kita berikan pengawasan khusus bagi penumpang-penumpangnnya,&quot; ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

 
4. Masih Memantau dan Menunggu Arahan dari Lembaga Penerbangan Internasional
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pihaknya masih akan memantau kondisi terkini dari wabah virus korona. Di sisi lain, pihaknya juga masih menunggu arahan dari lembaga penerbangan internasional terkait status dari empat negara tersebut.

&quot;Kita sedang mempelajari rekomendasinya,&quot; ujar Budi.
5. Akan Disediakan Jalur Khusus untuk Proses Pemeriksaan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penumpang dari dan  menuju empat negara tersebut akan disediakan jalur khusus untuk  menjalani proses pemeriksaan. Pemerintah akan melakukan karantina kepada  para penumpang yang terdeteksi sedang sakit dari empat negara tersebut.

&quot;Semuanya. Ada jalur khusus. Jalur khusus terus discanner terus ada karantina apabila ada yang panas atau pilek,&quot; ucap Budi.

 
6. Hanya Wilayah Tertentu yang Dilarang

PT Angkasa Pura II terus mengantisipasi penyebaran virus korona atau  covid-19. Salah satunya memperketat pemeriksaan yang ada di bandaranya.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan  bahwa mulai 8 Maret 2020 akan ada beberapa traveler yang dilarang masuk  dan transit di Indonesia. Terutama dari beberapa wilayah Korea Selatan.

&quot;Traveler yang dilarang masuk dan transit di Indonesia adalah mereka  yang dalam 14 hari terakhir sebelum tiba di Indonesia melakukan  perjalanan di sejumlah wilayah Korsel yaitu Daegu dan Gyeongsangbuk-do,&quot;  ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, melarang traveler masuk atau transit bagi yang  dalam 14 hari terakhir sebelum tiba di Indonesia melakukan perjalanan  dari sejumlah wilayah di Iran yaitu, daerah Tehran, Qom dan Gilan. Serta  di Italia yaitu Lombardi, Veneto, Emilia, Romagna, Marche dan Piedmont.</content:encoded></item></channel></rss>
