<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek 35.000 MW Rampung, RI Bakal Kelebihan Suplai Listrik</title><description>Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 35.000 mega watt (Mw)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/320/2179940/proyek-35-000-mw-rampung-ri-bakal-kelebihan-suplai-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/320/2179940/proyek-35-000-mw-rampung-ri-bakal-kelebihan-suplai-listrik"/><item><title>Proyek 35.000 MW Rampung, RI Bakal Kelebihan Suplai Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/320/2179940/proyek-35-000-mw-rampung-ri-bakal-kelebihan-suplai-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/08/320/2179940/proyek-35-000-mw-rampung-ri-bakal-kelebihan-suplai-listrik</guid><pubDate>Minggu 08 Maret 2020 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/08/320/2179940/proyek-35-000-mw-rampung-ri-bakal-kelebihan-suplai-listrik-kOu0JLsMNb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pembangkit Listrik. (Foto: Okezone.com/Dok. PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/08/320/2179940/proyek-35-000-mw-rampung-ri-bakal-kelebihan-suplai-listrik-kOu0JLsMNb.jpg</image><title>Ilustrasi Pembangkit Listrik. (Foto: Okezone.com/Dok. PLN)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuat Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 35.000 mega watt (Mw). Progres hingga saat ini sudah 90% dalam status proyek.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, proyek 35.000 mega watt dalam tahap penyelesaian.
Baca Juga: Fakta Ahok yang Didesak Mundur, Menteri BUMN Pilih Pertahankan
&amp;ldquo;Jadi yang sudah dalam status proyek sudah mencapai lebih dari 90%, di mana sisanya aja nanti yang memang harus segera diproses supaya bisa dieksekusi. Bagaimana balans-nya?&amp;rdquo; katanya, dikutip dari Setkab, Minggu (8/3/2020).
Balans-nya dari energi listrik ini, kalau semua sudah terproduksi maka akan mengalami kelebihan suplai. Sebab dulu asumsi pertumbuhan konsumsi listrik ada kilovolt 6,5% tetapi pada saat sekarang kondisinya tidak seperti itu.
Baca Juga: Pertamina dan PLN Teken Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi Domestik
&amp;ldquo;Nah tentu saja memang ini membutuhkan strategi-strategi baru, bagaimana bisa mengoptimalkan penyerapan listrik dari pada sumber-sumber yang akan beroperasi, antara lain kita nanti akan mempercepat program elektrifikasi, semuanya bisa elektrifikasi. Elektrifikasi itu diharapkan tahun ini bisa 100%,&amp;rdquo; ujarnya.
Kemudian, lanjut Arifin, bagaimana bisa mengisi kebutuhan-kebutuhan listrik di industri-industri yang berada di level, di kawasan-kawasan industri agar jangan membangun listrik sendiri.&amp;ldquo;Kemudian juga ada alternatif lain, antara lain, mengganti  pembangkit-pembangkit yang sudah tua, yang tidak efisien, yang tidak  ramah lingkungan dengan sumber-sumber yang baru,&amp;rdquo; ujarnya.
Ke depan, lanjut Menteri ESDM, sesudah program 35 ribu megawatt ini,  semuanya akan berfokus kepada sumber-sumber energi baru dan terbarukan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuat Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 35.000 mega watt (Mw). Progres hingga saat ini sudah 90% dalam status proyek.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, proyek 35.000 mega watt dalam tahap penyelesaian.
Baca Juga: Fakta Ahok yang Didesak Mundur, Menteri BUMN Pilih Pertahankan
&amp;ldquo;Jadi yang sudah dalam status proyek sudah mencapai lebih dari 90%, di mana sisanya aja nanti yang memang harus segera diproses supaya bisa dieksekusi. Bagaimana balans-nya?&amp;rdquo; katanya, dikutip dari Setkab, Minggu (8/3/2020).
Balans-nya dari energi listrik ini, kalau semua sudah terproduksi maka akan mengalami kelebihan suplai. Sebab dulu asumsi pertumbuhan konsumsi listrik ada kilovolt 6,5% tetapi pada saat sekarang kondisinya tidak seperti itu.
Baca Juga: Pertamina dan PLN Teken Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi Domestik
&amp;ldquo;Nah tentu saja memang ini membutuhkan strategi-strategi baru, bagaimana bisa mengoptimalkan penyerapan listrik dari pada sumber-sumber yang akan beroperasi, antara lain kita nanti akan mempercepat program elektrifikasi, semuanya bisa elektrifikasi. Elektrifikasi itu diharapkan tahun ini bisa 100%,&amp;rdquo; ujarnya.
Kemudian, lanjut Arifin, bagaimana bisa mengisi kebutuhan-kebutuhan listrik di industri-industri yang berada di level, di kawasan-kawasan industri agar jangan membangun listrik sendiri.&amp;ldquo;Kemudian juga ada alternatif lain, antara lain, mengganti  pembangkit-pembangkit yang sudah tua, yang tidak efisien, yang tidak  ramah lingkungan dengan sumber-sumber yang baru,&amp;rdquo; ujarnya.
Ke depan, lanjut Menteri ESDM, sesudah program 35 ribu megawatt ini,  semuanya akan berfokus kepada sumber-sumber energi baru dan terbarukan.</content:encoded></item></channel></rss>
