<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi ke Jabar Tinggi, Ridwan Kamil: Pengusaha Jangan Hanya Jadi Penonton   </title><description>Pada 2019, investasi yang terealisasi di Jabar mencapai Rp137,5 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180581/investasi-ke-jabar-tinggi-ridwan-kamil-pengusaha-jangan-hanya-jadi-penonton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180581/investasi-ke-jabar-tinggi-ridwan-kamil-pengusaha-jangan-hanya-jadi-penonton"/><item><title>Investasi ke Jabar Tinggi, Ridwan Kamil: Pengusaha Jangan Hanya Jadi Penonton   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180581/investasi-ke-jabar-tinggi-ridwan-kamil-pengusaha-jangan-hanya-jadi-penonton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180581/investasi-ke-jabar-tinggi-ridwan-kamil-pengusaha-jangan-hanya-jadi-penonton</guid><pubDate>Senin 09 Maret 2020 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/09/320/2180581/investasi-ke-jabar-tinggi-ridwan-kamil-pengusaha-jangan-hanya-jadi-penonton-3I1yrz3duM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi di  Jawa Barat Mencapai Rp137 Triliun pada 2019. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/09/320/2180581/investasi-ke-jabar-tinggi-ridwan-kamil-pengusaha-jangan-hanya-jadi-penonton-3I1yrz3duM.jpg</image><title>Investasi di  Jawa Barat Mencapai Rp137 Triliun pada 2019. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta para pengusaha untuk memanfaatkan peluang dari tingginya nilai investasi yang masuk ke Jabar. Pada 2019, investasi yang terealisasi di Jabar mencapai Rp137,5 triliun.
&amp;ldquo;Provinsi yang nilai konkret investasinya terbesar di Republik Indonesia adalah Provinsi Jawa Barat. (Investasi) kita sendiri Rp137,5 triliun yang hadir di Jawa Barat. Membawa pekerjaan, membawa transfer teknologi, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ujar Emil sapaan Ridwan Kamil, di acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat di Swiss-Belinn Hotel, Kab. Karawang, Senin (9/3/2020).
Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Pelarangan Wisman ke Indonesia Tak Ganggu Investasi
Untuk itu, Emil pun meminta pengusaha lokal di Jabar tidak hanya menjadi penonton agar muncul konsep ekonomi berkeadilan, yaitu pengusaha lokal berpartisipasi menyukseskan investasi.
&quot;Jadi, pengusaha daerah di Karawang atau di Jawa Barat harus mendapatkan porsi,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Dari nilai investasi Rp 137 triliun yang terealisasi, haruslah urusan jalannya, konstruksinya, suply barangnya, kateringnya, itu dikelola oleh pengusaha daerah sehingga ekonomi berkeadilan,&quot; tambah Emil.
Emil pun memaparkan sejumlah langkah Pemerintah Provinsi Jabar dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui lima strategi ekonomi.
Baca Juga: Virus Korona, Menko Airlangga: Ini Kesempatan Indonesia untuk Menarik Investasi
Pertama, yakni ekonomi infrastruktur di mana berbagai proyek infrastruktur seperti jalan tol Bandung-Cilacap, Cisumdawu, pembangunan bandara baru di Sukabumi, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, hingga reaktivasi jalur kereta api menjadi prioritas pembangunan di Jabar.
Kedua, adalah ekonomi berkelanjutan di mana pembangunan berbagai proyek pengolahan sampah terpadu menjadi bagian dari sistem ekonomi hijau atau berkelanjutan di bumi Parahyangan.
Untuk itu, Emil berujar bahwa pihaknya saat ini tengah membangun Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) terpadu di Bogor.
TPPAS ini bisa mengubah sampah menjadi batu bara. Selain itu, pihaknya tengah melakukan proses lelang pembangunan TPPAS di Kabupaten Bandung dan Garut untuk mengubah sampah menjadi listrik.
&amp;ldquo;Membangun (tempat pengolahan) sampah plastik menjadi BBM sedang dibangun di Bandung dan Bogor. Membangun listrik dari tenaga air sedang dibangun di Sukabumi, membangun listrik dengan solar cell sedang dibangun di Waduk Cirata,&amp;rdquo; papar Emil.&amp;ldquo;Inilah wajah masa depan ekonomi energi. Jawa Barat akan menjadi yang  terdepan pelopor ekonomi renewable energy. Yang saya sebutkan ini  investasinya asing semua. Mudah-mudahan minimal (pengusaha lokal) bisa  jadi investornya kalau punya kekuatan, kalau tidak, jadi partner  membangun investasi tadi,&amp;rdquo; ujarnya.
Ketiga, adalah pembangunan ekonomi inklusif yang menyasar masyarakat  ekonomi menengah ke bawah dalam program pengembangan ekonomi inklusif.
&amp;ldquo;Dan disepakati oleh pemerintah pusat, pengentasan kemiskinan  tercepat di Republik Indonesia ada di Provinsi Jawa Barat. Bayangkan  kalau ini diakselerasi oleh orang-orang HIPMI yang peduli dengan  inklusif ekonomi yang pro kredit, membantu mendigitalkan bisnisnya. Kita  ada program Satu Desa Satu Start Up (One Village One Company) ada 5.300  desa lebih di Jawa Barat, kami bercita-cita akan hadir 5.300-an  perusahaan start up dan CEO-nya anak-anak muda lulusan perguruan tinggi.  Siapa mentornya? Harusnya datang dari anak-anak HIPMI,&amp;rdquo; kata Emil.
Keempat, adalah ekonomi digital. Kelima, adalah strategi ekonomi  pariwisata. Emil berujar, pariwisata akan menjadi motor penggerak  ekonomi Jabar melalui berbagai sumber daya alamnya yang indah dan  memesona.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jabar bergerak cepat  merevitalisasi dan mengembangkan berbagai destinasi wisata baru di 27  kabupaten/kota.
&amp;ldquo;Setengah triliun kami habiskan tahun lalu untuk membangun destinasi  pariwisata. Bulan ini kami akan ada Tourism Summit, 100 titik pariwisata  Jabar akan dilelang ke pengusaha-pengusaha Jabar,&amp;rdquo; ujar Emil.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan semua yang saya sampaikan ini dibaca oleh para peserta  (Musda XVI HIPMI Jabar) hari ini sebagai peluang yang diciptakan oleh  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat,&amp;rdquo; tuturnya di hadapan ribuan  peserta Musda.</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta para pengusaha untuk memanfaatkan peluang dari tingginya nilai investasi yang masuk ke Jabar. Pada 2019, investasi yang terealisasi di Jabar mencapai Rp137,5 triliun.
&amp;ldquo;Provinsi yang nilai konkret investasinya terbesar di Republik Indonesia adalah Provinsi Jawa Barat. (Investasi) kita sendiri Rp137,5 triliun yang hadir di Jawa Barat. Membawa pekerjaan, membawa transfer teknologi, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ujar Emil sapaan Ridwan Kamil, di acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat di Swiss-Belinn Hotel, Kab. Karawang, Senin (9/3/2020).
Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Pelarangan Wisman ke Indonesia Tak Ganggu Investasi
Untuk itu, Emil pun meminta pengusaha lokal di Jabar tidak hanya menjadi penonton agar muncul konsep ekonomi berkeadilan, yaitu pengusaha lokal berpartisipasi menyukseskan investasi.
&quot;Jadi, pengusaha daerah di Karawang atau di Jawa Barat harus mendapatkan porsi,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Dari nilai investasi Rp 137 triliun yang terealisasi, haruslah urusan jalannya, konstruksinya, suply barangnya, kateringnya, itu dikelola oleh pengusaha daerah sehingga ekonomi berkeadilan,&quot; tambah Emil.
Emil pun memaparkan sejumlah langkah Pemerintah Provinsi Jabar dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui lima strategi ekonomi.
Baca Juga: Virus Korona, Menko Airlangga: Ini Kesempatan Indonesia untuk Menarik Investasi
Pertama, yakni ekonomi infrastruktur di mana berbagai proyek infrastruktur seperti jalan tol Bandung-Cilacap, Cisumdawu, pembangunan bandara baru di Sukabumi, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, hingga reaktivasi jalur kereta api menjadi prioritas pembangunan di Jabar.
Kedua, adalah ekonomi berkelanjutan di mana pembangunan berbagai proyek pengolahan sampah terpadu menjadi bagian dari sistem ekonomi hijau atau berkelanjutan di bumi Parahyangan.
Untuk itu, Emil berujar bahwa pihaknya saat ini tengah membangun Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) terpadu di Bogor.
TPPAS ini bisa mengubah sampah menjadi batu bara. Selain itu, pihaknya tengah melakukan proses lelang pembangunan TPPAS di Kabupaten Bandung dan Garut untuk mengubah sampah menjadi listrik.
&amp;ldquo;Membangun (tempat pengolahan) sampah plastik menjadi BBM sedang dibangun di Bandung dan Bogor. Membangun listrik dari tenaga air sedang dibangun di Sukabumi, membangun listrik dengan solar cell sedang dibangun di Waduk Cirata,&amp;rdquo; papar Emil.&amp;ldquo;Inilah wajah masa depan ekonomi energi. Jawa Barat akan menjadi yang  terdepan pelopor ekonomi renewable energy. Yang saya sebutkan ini  investasinya asing semua. Mudah-mudahan minimal (pengusaha lokal) bisa  jadi investornya kalau punya kekuatan, kalau tidak, jadi partner  membangun investasi tadi,&amp;rdquo; ujarnya.
Ketiga, adalah pembangunan ekonomi inklusif yang menyasar masyarakat  ekonomi menengah ke bawah dalam program pengembangan ekonomi inklusif.
&amp;ldquo;Dan disepakati oleh pemerintah pusat, pengentasan kemiskinan  tercepat di Republik Indonesia ada di Provinsi Jawa Barat. Bayangkan  kalau ini diakselerasi oleh orang-orang HIPMI yang peduli dengan  inklusif ekonomi yang pro kredit, membantu mendigitalkan bisnisnya. Kita  ada program Satu Desa Satu Start Up (One Village One Company) ada 5.300  desa lebih di Jawa Barat, kami bercita-cita akan hadir 5.300-an  perusahaan start up dan CEO-nya anak-anak muda lulusan perguruan tinggi.  Siapa mentornya? Harusnya datang dari anak-anak HIPMI,&amp;rdquo; kata Emil.
Keempat, adalah ekonomi digital. Kelima, adalah strategi ekonomi  pariwisata. Emil berujar, pariwisata akan menjadi motor penggerak  ekonomi Jabar melalui berbagai sumber daya alamnya yang indah dan  memesona.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jabar bergerak cepat  merevitalisasi dan mengembangkan berbagai destinasi wisata baru di 27  kabupaten/kota.
&amp;ldquo;Setengah triliun kami habiskan tahun lalu untuk membangun destinasi  pariwisata. Bulan ini kami akan ada Tourism Summit, 100 titik pariwisata  Jabar akan dilelang ke pengusaha-pengusaha Jabar,&amp;rdquo; ujar Emil.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan semua yang saya sampaikan ini dibaca oleh para peserta  (Musda XVI HIPMI Jabar) hari ini sebagai peluang yang diciptakan oleh  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat,&amp;rdquo; tuturnya di hadapan ribuan  peserta Musda.</content:encoded></item></channel></rss>
