<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pidato Lengkap Jokowi soal Dampak Virus Korona ke Ekonomi RI hingga Neraca Dagang</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri terkait guna membahas kerangka ekonomi makro.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180582/pidato-lengkap-jokowi-soal-dampak-virus-korona-ke-ekonomi-ri-hingga-neraca-dagang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180582/pidato-lengkap-jokowi-soal-dampak-virus-korona-ke-ekonomi-ri-hingga-neraca-dagang"/><item><title>Pidato Lengkap Jokowi soal Dampak Virus Korona ke Ekonomi RI hingga Neraca Dagang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180582/pidato-lengkap-jokowi-soal-dampak-virus-korona-ke-ekonomi-ri-hingga-neraca-dagang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180582/pidato-lengkap-jokowi-soal-dampak-virus-korona-ke-ekonomi-ri-hingga-neraca-dagang</guid><pubDate>Senin 09 Maret 2020 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/09/320/2180582/pidato-lengkap-jokowi-soal-dampak-virus-korona-ke-ekonomi-ri-hingga-neraca-dagang-4P9MjL5Her.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Pimpin Ratas (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/09/320/2180582/pidato-lengkap-jokowi-soal-dampak-virus-korona-ke-ekonomi-ri-hingga-neraca-dagang-4P9MjL5Her.jpg</image><title>Jokowi Pimpin Ratas (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri terkait guna membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2020 dan rencana kerja pemerintah tahun 2021.
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Ekonomi Harus Tumbuh Berkualitas
Jokowi meminta untuk dikalkulasi kembali secara detail mengenai risiko pelemahan ekonomi global, termasuk akibat dari merebaknya Virus Korona yang terjadi di awal tahun 2020 dan kemungkinan dampak ekonomi lanjutan di tahun 2021.

&amp;rdquo;Kemudian, langkah-langkah mitigasi yang kita kerjakan tahun 2020 ini harus diperkuat lagi untuk tahun 2021,&amp;rdquo; kata Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2020 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021 di Kantor Presiden seperti dikutip laman setkab, Jakarta, Senin (9/3/2020).
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Kalkulasi Risiko Pelemahan Ekonomi Global hingga 2021
Tak hanya itu, Jokowi juga berbicara soal defisit neraca perdagangan hingga daya tarik investasi agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh.
Berikut pidato lengkap Jokowi seperti dikutip:

 
Assalamu&amp;rsquo;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden, para Menko, para Menteri, Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati.
 
&amp;nbsp;
 
Rapat Terbatas siang hari ini akan dibicarakan mengenai kebijakan  ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk tahun 2021 dan  Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021.
 
&amp;nbsp;
 
Yang pertama, saya minta sekali lagi untuk dikalkulasi secara detail  mengenai risiko pelemahan ekonomi global, termasuk akibat dari  merebaknya Virus Korona yang terjadi di awal tahun ini dan kemungkinan  dampak ekonomi lanjutan di tahun 2021.
 
&amp;nbsp;
 
Kemudian, langkah-langkah mitigasi yang kita kerjakan tahun 2020 ini  harus diperkuat lagi untuk tahun 2021. Rancangan kebijakan fiskal tahun  2021 yang mampu memperkuat daya tahan ekonomi nasional, yang mampu  mengatasi berbagai risiko yang mungkin muncul, dan mampu melindungi  ekonomi negara kita dari gejolak ekonomi global, ini perlu juga  digarisbawahi.
 
&amp;nbsp;
 
Yang kedua, walaupun kita hadapi tekanan ekonomi global, tapi kita  tetap harus optimis. Pertumbuhan ekonomi kita di tahun lalu 2019  tercatat 5,02%, pertumbuhan ini cukup baik di tengah ketidakpastian  situasi global dan kemungkinan resesi yang sudah terjadi di beberapa  negara.
 
&amp;nbsp;
 
Saya yakin dengan reformasi struktural yang terus kita jalankan  secara konsisten, terutama nanti setelah adanya Omnibus Law Cipta Kerja  dan Omnibus Law Perpajakan, ini akan menciptakan sebuah momentum baru  bagi pertumbuhan ekonomi negara kita.
 
&amp;nbsp;
 
Kemudian yang ketiga, ekonomi harus tumbuh secara berkualitas.  Sehingga kebijakan fiskal tahun 2021 harus bisa memberikan stimulus,  memberikan rangsangan peningkatan daya saing ekonomi nasional,  penciptaan nilai tambah, dan serta mendorong pemerataan pembangunan.  Daya tarik investasi harus terus ditingkatkan agar bisa membuka banyak  lagi lapangan kerja baru.
 
&amp;nbsp;
 
Insentif bagi tumbuhnya industri manufaktur juga harus diberikan,  terutama yang berkaitan dengan industri padat karya. Kemudian juga  hilirisasi industri harus terus didorong termasuk di kawasan Indonesia  bagian timur, ini terutama. Penguatan usaha mikro, usaha kecil, usaha  menengah harus terus dilakukan sehingga mampu naik kelas, masuk dalam  supply chain nasional maupun supply chain global.
 
&amp;nbsp;
 
Saya minta juga diberikan perhatian khusus pada program KUR (Kredit  Usaha Rakyat), pada program Mekaar, pada program UMi, dan juga pada  program Bank Wakaf Mikro.
 
&amp;nbsp;
 
Yang keempat, di 2021 defisit neraca perdagangan dan transaksi  berjalan harus semakin menurun. Sehingga perlu diberikan prioritas  pengembangan industri substitusi impor, kemudian melanjutkan kebijakan  bioenergi ke program B40-B50, kemudian langkah-langkah terobosan dalam  rangka meningkatkan lifting minyak kita.
 
&amp;nbsp;
 
Yang kelima, kita lanjutkan terus penguatan SDM yang unggul melalui  program pendidikan, kesehatan, pelatihan vokasional lewat kartu  prakerja, dan juga pengentasan kemiskinan.
 
&amp;nbsp;
 
Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan sebagai pengantar dalam Rapat Terbatas kali ini.
 
&amp;nbsp;
 
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri terkait guna membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2020 dan rencana kerja pemerintah tahun 2021.
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Ekonomi Harus Tumbuh Berkualitas
Jokowi meminta untuk dikalkulasi kembali secara detail mengenai risiko pelemahan ekonomi global, termasuk akibat dari merebaknya Virus Korona yang terjadi di awal tahun 2020 dan kemungkinan dampak ekonomi lanjutan di tahun 2021.

&amp;rdquo;Kemudian, langkah-langkah mitigasi yang kita kerjakan tahun 2020 ini harus diperkuat lagi untuk tahun 2021,&amp;rdquo; kata Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2020 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021 di Kantor Presiden seperti dikutip laman setkab, Jakarta, Senin (9/3/2020).
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Kalkulasi Risiko Pelemahan Ekonomi Global hingga 2021
Tak hanya itu, Jokowi juga berbicara soal defisit neraca perdagangan hingga daya tarik investasi agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh.
Berikut pidato lengkap Jokowi seperti dikutip:

 
Assalamu&amp;rsquo;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden, para Menko, para Menteri, Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati.
 
&amp;nbsp;
 
Rapat Terbatas siang hari ini akan dibicarakan mengenai kebijakan  ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk tahun 2021 dan  Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021.
 
&amp;nbsp;
 
Yang pertama, saya minta sekali lagi untuk dikalkulasi secara detail  mengenai risiko pelemahan ekonomi global, termasuk akibat dari  merebaknya Virus Korona yang terjadi di awal tahun ini dan kemungkinan  dampak ekonomi lanjutan di tahun 2021.
 
&amp;nbsp;
 
Kemudian, langkah-langkah mitigasi yang kita kerjakan tahun 2020 ini  harus diperkuat lagi untuk tahun 2021. Rancangan kebijakan fiskal tahun  2021 yang mampu memperkuat daya tahan ekonomi nasional, yang mampu  mengatasi berbagai risiko yang mungkin muncul, dan mampu melindungi  ekonomi negara kita dari gejolak ekonomi global, ini perlu juga  digarisbawahi.
 
&amp;nbsp;
 
Yang kedua, walaupun kita hadapi tekanan ekonomi global, tapi kita  tetap harus optimis. Pertumbuhan ekonomi kita di tahun lalu 2019  tercatat 5,02%, pertumbuhan ini cukup baik di tengah ketidakpastian  situasi global dan kemungkinan resesi yang sudah terjadi di beberapa  negara.
 
&amp;nbsp;
 
Saya yakin dengan reformasi struktural yang terus kita jalankan  secara konsisten, terutama nanti setelah adanya Omnibus Law Cipta Kerja  dan Omnibus Law Perpajakan, ini akan menciptakan sebuah momentum baru  bagi pertumbuhan ekonomi negara kita.
 
&amp;nbsp;
 
Kemudian yang ketiga, ekonomi harus tumbuh secara berkualitas.  Sehingga kebijakan fiskal tahun 2021 harus bisa memberikan stimulus,  memberikan rangsangan peningkatan daya saing ekonomi nasional,  penciptaan nilai tambah, dan serta mendorong pemerataan pembangunan.  Daya tarik investasi harus terus ditingkatkan agar bisa membuka banyak  lagi lapangan kerja baru.
 
&amp;nbsp;
 
Insentif bagi tumbuhnya industri manufaktur juga harus diberikan,  terutama yang berkaitan dengan industri padat karya. Kemudian juga  hilirisasi industri harus terus didorong termasuk di kawasan Indonesia  bagian timur, ini terutama. Penguatan usaha mikro, usaha kecil, usaha  menengah harus terus dilakukan sehingga mampu naik kelas, masuk dalam  supply chain nasional maupun supply chain global.
 
&amp;nbsp;
 
Saya minta juga diberikan perhatian khusus pada program KUR (Kredit  Usaha Rakyat), pada program Mekaar, pada program UMi, dan juga pada  program Bank Wakaf Mikro.
 
&amp;nbsp;
 
Yang keempat, di 2021 defisit neraca perdagangan dan transaksi  berjalan harus semakin menurun. Sehingga perlu diberikan prioritas  pengembangan industri substitusi impor, kemudian melanjutkan kebijakan  bioenergi ke program B40-B50, kemudian langkah-langkah terobosan dalam  rangka meningkatkan lifting minyak kita.
 
&amp;nbsp;
 
Yang kelima, kita lanjutkan terus penguatan SDM yang unggul melalui  program pendidikan, kesehatan, pelatihan vokasional lewat kartu  prakerja, dan juga pengentasan kemiskinan.
 
&amp;nbsp;
 
Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan sebagai pengantar dalam Rapat Terbatas kali ini.
 
&amp;nbsp;
 
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
