<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PII Gelontorkan Rp210 Triliun untuk 21 Proyek Infrastruktur</title><description>PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) merealisasikan dana penjaminan pada 21 proyek infrastruktur selama 10 tahun terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180712/pii-gelontorkan-rp210-triliun-untuk-21-proyek-infrastruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180712/pii-gelontorkan-rp210-triliun-untuk-21-proyek-infrastruktur"/><item><title>PII Gelontorkan Rp210 Triliun untuk 21 Proyek Infrastruktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180712/pii-gelontorkan-rp210-triliun-untuk-21-proyek-infrastruktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/320/2180712/pii-gelontorkan-rp210-triliun-untuk-21-proyek-infrastruktur</guid><pubDate>Senin 09 Maret 2020 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/09/320/2180712/pii-gelontorkan-rp210-triliun-untuk-21-proyek-infrastruktur-RX5FXlf53Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Infrastruktur (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/09/320/2180712/pii-gelontorkan-rp210-triliun-untuk-21-proyek-infrastruktur-RX5FXlf53Z.jpg</image><title>Infrastruktur (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) merealisasikan dana penjaminan pada 21 proyek infrastruktur selama 10 tahun terakhir. 21 proyek tersebut terdiri dari berbagai macam produk infrastruktur.

Direktur Utama PII M Wahid Sutopo mengatakan, dari 21 proyek tersebut seluruhnya merupakan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Dari jumlah tersebut total dana yang digelontorkan adalah Rp210 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Pentingnya Penjaminan Infrastruktur Indonesia
&amp;ldquo;Telah dilaksanakan penjaminan untuk 21 proyek kerja sama dengan badan usaha dengan total nilai proyek Rp 210 triliun,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Infrastruktur Outlook di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Selain itu perseroan juga memberikan pinjaman langsung sebesar Rp60 triliun. Proyek ini meliputi sektor jalan, air minum hingga tenaga listrik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PII Berikan Jaminan Proyek Satelit Multifungsi Senilai Rp9 Triliun
&amp;ldquo;Serta 2 penjaminan untuk pinjaman langsung dengan nilai proyek kurang lebih Rp 60 triliun. Proyek ini meliputi sektor jalan air minum, telekomunikasi, tenaga listrik, transportasi dan pariwisata,&amp;rdquo; kata Wahid.

Selain itu, PII juga  memperoleh dana penjaminan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dapat di-leverage 26 kali sampai akhir tahun 2019. Dari dana PMN tersebut berhasil membukukan saldo sebesar 37,5% dari keseluruhan PMN.

&amp;ldquo;Pengelolaan dari dana PMN tersebut dapat membukukan akumulasi saldo laba sebesar 37,5% dari total PMN yang telah disetorkan,&amp;rdquo; kata Wahid.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Garap Proyek Rp220 Triliun, Penjaminan Infrastruktur Indonesia Yakin Dapat Pinjaman Rp42 Triliun
Adapun rincian 21 proyek KPBU yang dijaminkan terdiri dari dari 6 sektor yaitu 12 Proyek Sektor Jalan yang meliputi 11 Jalan Tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang, Manado-Bitung.

Kemudian, proyek jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Krian-Legundi-Bunder- Manyar, Cileunyi- Sumedang-Dawuan, Serang-Panimbang, Probolinggo-Banyuwangi dan Jakarta-Cikampek II Sisi Selatan, Semarang-Demak), dan 1 Jalan Non-tol (Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan). Setelah itu, 4 Proyek Sektor Telekomunikasi (Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur serta Satelit Multifungsi).

Ada juga 1 Proyek Sektor Ketenagalistrikan (PLTU Batang). Termasuk 3 Proyek Sektor Air Minum (SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung dan SPAM Semarang Barat) dan 1 Proyek transportasi Perkeretaapian (Kereta Api Makassar- Parepare) serta penjaminan kepada 2 Proyek Non-KPBU yaitu Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan proyek Hydropower Program PT PLN (Persero).</description><content:encoded>JAKARTA - PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) merealisasikan dana penjaminan pada 21 proyek infrastruktur selama 10 tahun terakhir. 21 proyek tersebut terdiri dari berbagai macam produk infrastruktur.

Direktur Utama PII M Wahid Sutopo mengatakan, dari 21 proyek tersebut seluruhnya merupakan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Dari jumlah tersebut total dana yang digelontorkan adalah Rp210 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Pentingnya Penjaminan Infrastruktur Indonesia
&amp;ldquo;Telah dilaksanakan penjaminan untuk 21 proyek kerja sama dengan badan usaha dengan total nilai proyek Rp 210 triliun,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Infrastruktur Outlook di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Selain itu perseroan juga memberikan pinjaman langsung sebesar Rp60 triliun. Proyek ini meliputi sektor jalan, air minum hingga tenaga listrik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PII Berikan Jaminan Proyek Satelit Multifungsi Senilai Rp9 Triliun
&amp;ldquo;Serta 2 penjaminan untuk pinjaman langsung dengan nilai proyek kurang lebih Rp 60 triliun. Proyek ini meliputi sektor jalan air minum, telekomunikasi, tenaga listrik, transportasi dan pariwisata,&amp;rdquo; kata Wahid.

Selain itu, PII juga  memperoleh dana penjaminan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dapat di-leverage 26 kali sampai akhir tahun 2019. Dari dana PMN tersebut berhasil membukukan saldo sebesar 37,5% dari keseluruhan PMN.

&amp;ldquo;Pengelolaan dari dana PMN tersebut dapat membukukan akumulasi saldo laba sebesar 37,5% dari total PMN yang telah disetorkan,&amp;rdquo; kata Wahid.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Garap Proyek Rp220 Triliun, Penjaminan Infrastruktur Indonesia Yakin Dapat Pinjaman Rp42 Triliun
Adapun rincian 21 proyek KPBU yang dijaminkan terdiri dari dari 6 sektor yaitu 12 Proyek Sektor Jalan yang meliputi 11 Jalan Tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang, Manado-Bitung.

Kemudian, proyek jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Krian-Legundi-Bunder- Manyar, Cileunyi- Sumedang-Dawuan, Serang-Panimbang, Probolinggo-Banyuwangi dan Jakarta-Cikampek II Sisi Selatan, Semarang-Demak), dan 1 Jalan Non-tol (Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan). Setelah itu, 4 Proyek Sektor Telekomunikasi (Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur serta Satelit Multifungsi).

Ada juga 1 Proyek Sektor Ketenagalistrikan (PLTU Batang). Termasuk 3 Proyek Sektor Air Minum (SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung dan SPAM Semarang Barat) dan 1 Proyek transportasi Perkeretaapian (Kereta Api Makassar- Parepare) serta penjaminan kepada 2 Proyek Non-KPBU yaitu Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan proyek Hydropower Program PT PLN (Persero).</content:encoded></item></channel></rss>
