<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Eks Kamp Vietnam di Batam Jadi Tempat Observasi dan Isolasi Korona</title><description>Kamp pengungsi Vietnam untuk dijadikan tempat karantina atau observasi pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/470/2180646/eks-kamp-vietnam-di-batam-jadi-tempat-observasi-dan-isolasi-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/470/2180646/eks-kamp-vietnam-di-batam-jadi-tempat-observasi-dan-isolasi-korona"/><item><title>   Eks Kamp Vietnam di Batam Jadi Tempat Observasi dan Isolasi Korona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/470/2180646/eks-kamp-vietnam-di-batam-jadi-tempat-observasi-dan-isolasi-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/09/470/2180646/eks-kamp-vietnam-di-batam-jadi-tempat-observasi-dan-isolasi-korona</guid><pubDate>Senin 09 Maret 2020 19:43 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/09/470/2180646/eks-kamp-vietnam-di-batam-jadi-tempat-observasi-dan-isolasi-korona-V1yM4iSjRL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Virus Korona (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/09/470/2180646/eks-kamp-vietnam-di-batam-jadi-tempat-observasi-dan-isolasi-korona-V1yM4iSjRL.jpg</image><title>Virus Korona (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan memanfaatkan lokasi ex-tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) untuk dijadikan tempat karantina atau observasi pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona. Lokasi tersebut berada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai informasi, kamp pengungsi Vietnam difungsikan sejak 1979 hingga 1996 di Pulau Galang. Kini lokasi tersebut menjadi kawasan wisata sejarah.
Baca Juga: Pasien Positif Virus Korona di Indonesia Bertambah Jadi 19 Orang
Mengutip keterangan Kementerian PUPR, Senin (9/3/2020), selain bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Kementerian PUPR juga akan meningkatkan akses keluar masuk pulau dengan membangun helipad dan disiapkan penataan dermaga di Pelabuhan Pulau Galang yang dikelola UPT Dinas Perhubungan Pemkot Batam.


Pada tahap awal akan dibangun dua bangunan bertingkat dua, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, di mana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien.

Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu, di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk insinerator limbah padat, kita akan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Baca Juga: Pasien Positif Virus Korona Terus Bertambah, RI Bangun Fasilitas Karantina di Batam
Lebih lanjut, untuk menyediakan air baku, telah disiapkan 4 alternatif tampungan air yakni Waduk Monggak Rempang  dengan debit 232 liter/detik berjarak 16 km, Embung Camp Vietnam (0,11 liter/detik) berjarak 1,6 km, Embung Setotok (1,5 liter/detik) berjarak 35 km, dan Waduk Sei Gong (400 liter/detik) berjarak 4,1 km, namun Waduk Sei Gong kondisi airnya masih payau.

Waduk Monggak Rempang memiliki volume tampung 5,1 juta m3 dengan luas genangan 154, 6 hektar. Untuk pengerjaannya, saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA tengah menyiapkan pipa transmisi sepanjang 16,2 km dan pipa distribusi di dalam kawasan untuk  sepanjang 6,7 km. Total anggaran diperkirakan sekitar Rp17 miliar.


</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan memanfaatkan lokasi ex-tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) untuk dijadikan tempat karantina atau observasi pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona. Lokasi tersebut berada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai informasi, kamp pengungsi Vietnam difungsikan sejak 1979 hingga 1996 di Pulau Galang. Kini lokasi tersebut menjadi kawasan wisata sejarah.
Baca Juga: Pasien Positif Virus Korona di Indonesia Bertambah Jadi 19 Orang
Mengutip keterangan Kementerian PUPR, Senin (9/3/2020), selain bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Kementerian PUPR juga akan meningkatkan akses keluar masuk pulau dengan membangun helipad dan disiapkan penataan dermaga di Pelabuhan Pulau Galang yang dikelola UPT Dinas Perhubungan Pemkot Batam.


Pada tahap awal akan dibangun dua bangunan bertingkat dua, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, di mana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien.

Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu, di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk insinerator limbah padat, kita akan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Baca Juga: Pasien Positif Virus Korona Terus Bertambah, RI Bangun Fasilitas Karantina di Batam
Lebih lanjut, untuk menyediakan air baku, telah disiapkan 4 alternatif tampungan air yakni Waduk Monggak Rempang  dengan debit 232 liter/detik berjarak 16 km, Embung Camp Vietnam (0,11 liter/detik) berjarak 1,6 km, Embung Setotok (1,5 liter/detik) berjarak 35 km, dan Waduk Sei Gong (400 liter/detik) berjarak 4,1 km, namun Waduk Sei Gong kondisi airnya masih payau.

Waduk Monggak Rempang memiliki volume tampung 5,1 juta m3 dengan luas genangan 154, 6 hektar. Untuk pengerjaannya, saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA tengah menyiapkan pipa transmisi sepanjang 16,2 km dan pipa distribusi di dalam kawasan untuk  sepanjang 6,7 km. Total anggaran diperkirakan sekitar Rp17 miliar.


</content:encoded></item></channel></rss>
