<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkeu Sebut Virus Korona Bisa Bikin Defisit APBN Sentuh 2,5%</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak utamanya dari sisi migas maupun yang lain akan mengalami tekanan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/20/2180887/menkeu-sebut-virus-korona-bisa-bikin-defisit-apbn-sentuh-2-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/20/2180887/menkeu-sebut-virus-korona-bisa-bikin-defisit-apbn-sentuh-2-5"/><item><title>Menkeu Sebut Virus Korona Bisa Bikin Defisit APBN Sentuh 2,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/20/2180887/menkeu-sebut-virus-korona-bisa-bikin-defisit-apbn-sentuh-2-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/20/2180887/menkeu-sebut-virus-korona-bisa-bikin-defisit-apbn-sentuh-2-5</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2020 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/10/20/2180887/menkeu-sebut-virus-korona-bisa-bikin-defisit-apbn-sentuh-2-5-0KKQxpRNvx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/10/20/2180887/menkeu-sebut-virus-korona-bisa-bikin-defisit-apbn-sentuh-2-5-0KKQxpRNvx.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak utamanya dari sisi migas maupun yang lain akan mengalami tekanan. Dari sisi komoditas harganya turun dan kegiatan ekonomi melemah, sebagai dampak dari Covid-19 yang seperti yang terlihat saat ini.
Baca Juga: Presiden Jokowi Targetkan Defisit Transaksi Berjalan Selesai dalam 3 Tahun
&amp;ldquo;Oleh karena itu nanti APBN di 2020 memang akan defisitnya meningkat. Saat ini kita mengindikasikan defisit itu ada di dalam kisaran antara 2,2% hingga 2,5%. Namun kita akan lihat nanti dari sisi penerimaan maupun dari sisi belanjanya,&amp;rdquo; imbuh Menkeu dilansir dari laman Setkab, Selasa (10/3/2020).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, pemerintah akan mencoba merumuskan kebijakan karena situasinya masih bergerak terus, yang disebut perumusan stimulus fiskal akan didesain sesuai dengan perkembangan yang ada. &amp;ldquo;Kemarin kan kita lihat, apabila ini satu shock dan kemudian dampaknya bagaimana mempengaruhi atau menolong dari sisi perusahaan-perusahaan baik itu hotel, restoran atau yang berasal dari industri manufaktur,&amp;rdquo; ujarnya.

Menurut Menkeu, dengan melihat kondisi sekarang perkembangan akan berlanjut, maka akan dilihat lagi desain yang terbaik. Lebih lanjut, Menkeu sampaikan bahwa akan dilaksanakan koordinasi dengan Menko Perekonomian untuk melihat opsi-opsi dari stimulus yang tetap tetap dalam koridor sehingga membuat instrumen APBN bisa menjadi salah satu penolong perekonomian yang sedang dalam kondisi lemah.
&amp;ldquo;Itu yang sedang kita fokuskan. Dan sekaligus kita juga mulai membangun desain untuk tahun 2021,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak utamanya dari sisi migas maupun yang lain akan mengalami tekanan. Dari sisi komoditas harganya turun dan kegiatan ekonomi melemah, sebagai dampak dari Covid-19 yang seperti yang terlihat saat ini.
Baca Juga: Presiden Jokowi Targetkan Defisit Transaksi Berjalan Selesai dalam 3 Tahun
&amp;ldquo;Oleh karena itu nanti APBN di 2020 memang akan defisitnya meningkat. Saat ini kita mengindikasikan defisit itu ada di dalam kisaran antara 2,2% hingga 2,5%. Namun kita akan lihat nanti dari sisi penerimaan maupun dari sisi belanjanya,&amp;rdquo; imbuh Menkeu dilansir dari laman Setkab, Selasa (10/3/2020).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, pemerintah akan mencoba merumuskan kebijakan karena situasinya masih bergerak terus, yang disebut perumusan stimulus fiskal akan didesain sesuai dengan perkembangan yang ada. &amp;ldquo;Kemarin kan kita lihat, apabila ini satu shock dan kemudian dampaknya bagaimana mempengaruhi atau menolong dari sisi perusahaan-perusahaan baik itu hotel, restoran atau yang berasal dari industri manufaktur,&amp;rdquo; ujarnya.

Menurut Menkeu, dengan melihat kondisi sekarang perkembangan akan berlanjut, maka akan dilihat lagi desain yang terbaik. Lebih lanjut, Menkeu sampaikan bahwa akan dilaksanakan koordinasi dengan Menko Perekonomian untuk melihat opsi-opsi dari stimulus yang tetap tetap dalam koridor sehingga membuat instrumen APBN bisa menjadi salah satu penolong perekonomian yang sedang dalam kondisi lemah.
&amp;ldquo;Itu yang sedang kita fokuskan. Dan sekaligus kita juga mulai membangun desain untuk tahun 2021,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
