<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fasilitas Observasi Pengendali Virus Korona Telan Biaya Rp17 Miliar</title><description>Seluruh fasilitas kesehatan yang dibangun tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181046/fasilitas-observasi-pengendali-virus-korona-telan-biaya-rp17-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181046/fasilitas-observasi-pengendali-virus-korona-telan-biaya-rp17-miliar"/><item><title>Fasilitas Observasi Pengendali Virus Korona Telan Biaya Rp17 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181046/fasilitas-observasi-pengendali-virus-korona-telan-biaya-rp17-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181046/fasilitas-observasi-pengendali-virus-korona-telan-biaya-rp17-miliar</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2020 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/10/320/2181046/fasilitas-observasi-pengendali-virus-korona-telah-biaya-rp17-miliar-nL9mGDe2Fp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fasilitas Karantina Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/10/320/2181046/fasilitas-observasi-pengendali-virus-korona-telah-biaya-rp17-miliar-nL9mGDe2Fp.jpg</image><title>Fasilitas Karantina Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan anggaran sekitar Rp17 miliar untuk membangun fasilitas observasi atau karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona atau Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Waskita dengan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Virama Karya.
Baca Juga: Dikebut, Fasilitas Karantina Virus Korona Rampung Akhir Maret
Di mana sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, seluruh fasilitas kesehatan yang dibangun tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020.
&amp;ldquo;Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 minggu harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan. Berarti tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain,&amp;rdquo; kata Basuki, dikutip dari Setkab, Selasa (10/3/2020).
Baca Juga: Pasien Positif Virus Korona Terus Bertambah, RI Bangun Fasilitas Karantina di Batam
Pada tahap awal akan dibangun 2 bangunan bertingkat 2, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, dimana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien. Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana  olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat  dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).  Untuk insinerator limbah padat, kita akan bekerjasama dengan  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
&amp;ldquo;Bekas Rumah Sakit yang ada di sini masih bisa kita manfaatkan. Saya  lihat strukturnya masih bagus, dinding dengan double cover asbes masih  kuat, tinggal plafon dan kayu kusen yang lapuk kita akan ganti. Intinya  masih bisa dipakai untuk pendukung seperti ruang administrasi, dokter,  tenaga medis, dapur, dan laundry,&amp;rdquo; ujar Basuki.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan anggaran sekitar Rp17 miliar untuk membangun fasilitas observasi atau karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona atau Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Waskita dengan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Virama Karya.
Baca Juga: Dikebut, Fasilitas Karantina Virus Korona Rampung Akhir Maret
Di mana sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, seluruh fasilitas kesehatan yang dibangun tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020.
&amp;ldquo;Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 minggu harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan. Berarti tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain,&amp;rdquo; kata Basuki, dikutip dari Setkab, Selasa (10/3/2020).
Baca Juga: Pasien Positif Virus Korona Terus Bertambah, RI Bangun Fasilitas Karantina di Batam
Pada tahap awal akan dibangun 2 bangunan bertingkat 2, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, dimana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien. Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana  olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat  dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).  Untuk insinerator limbah padat, kita akan bekerjasama dengan  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
&amp;ldquo;Bekas Rumah Sakit yang ada di sini masih bisa kita manfaatkan. Saya  lihat strukturnya masih bagus, dinding dengan double cover asbes masih  kuat, tinggal plafon dan kayu kusen yang lapuk kita akan ganti. Intinya  masih bisa dipakai untuk pendukung seperti ruang administrasi, dokter,  tenaga medis, dapur, dan laundry,&amp;rdquo; ujar Basuki.</content:encoded></item></channel></rss>
