<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Belanda Jalin Kerjasama Bisnis Sebesar USD1 Miliar</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Raja Belanda Willem-Alexander</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181058/ri-belanda-jalin-kerjasama-bisnis-sebesar-usd1-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181058/ri-belanda-jalin-kerjasama-bisnis-sebesar-usd1-miliar"/><item><title>RI-Belanda Jalin Kerjasama Bisnis Sebesar USD1 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181058/ri-belanda-jalin-kerjasama-bisnis-sebesar-usd1-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181058/ri-belanda-jalin-kerjasama-bisnis-sebesar-usd1-miliar</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2020 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/10/320/2181058/ri-belanja-jalin-kerjasama-bisnis-sebesar-usd1-miliar-GhNSNNo9Q0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Bertemu Raja Belanda di Istana Bogor. (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/10/320/2181058/ri-belanja-jalin-kerjasama-bisnis-sebesar-usd1-miliar-GhNSNNo9Q0.jpg</image><title>Presiden Jokowi Bertemu Raja Belanda di Istana Bogor. (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Raja Belanda Willem-Alexander beserta Ratu Maxima dan delegasi Belanda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Salah satu hasilnya adalah kerjasama bisnis senilai USD1 miliar.
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Belanda adalah salah satu mitra strategis di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Baca Juga: Investasi ke Jabar Tinggi, Ridwan Kamil: Pengusaha Jangan Hanya Jadi Penonton
&amp;rdquo;Di kawasan Eropa, Belanda merupakan mitra dagang Indonesia terbesar kedua, mitra investasi terbesar pertama, dan mitra pariwisata terbesar keempat. Saya menyambut baik kunjungan Sri Baginda yang juga disertai pengusaha Belanda dalam jumlah yang besar,&amp;rdquo; tutur Presiden, dilansir dari Setkab, Selasa (10/3/2020).
Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Pelarangan Wisman ke Indonesia Tak Ganggu Investasi
Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa ada sejumlah kerja sama antarbisnis juga dilakukan dengan nilai yang cukup besar, mencapai kurang lebih USD1 miliar.
&amp;rdquo;Saya ingin menyampaikan bahwa kita tentu tidak dapat menghapus sejarah, namun kita dapat belajar dari masa lalu. Kita jadikan pelajaran sejarah tersebut untuk meneguhkan komitmen kita membangun sebuah hubungan yang setara, yang saling menghormati, dan saling menguntungkan,&amp;rdquo; pungkas Jokowi.
Sementara itu, Kepala Negara juga menyampaikan sering bertemu dan melakukan pembicaraan dengan Ratu Maxima dalam kapasitas sebagai Penasihat Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Keuangan Inklusif. Tahun ini, lanjut Presiden, Indonesia merayakan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.&amp;rdquo;Di 75 tahun usianya, Indonesia terus berusaha menjadi bagian  penyelesaian masalah dunia, berusaha terus berkontribusi bagi perdamaian  dan kesejahteraan dunia. Kita menyaksikan dunia yang dipenuhi dengan  ketidakpastian, dunia yang dipenuhi dengan dinamika yang sangat tinggi,&amp;rdquo;  tuturnya.
Ketidakpastian tersebut, menurut Presiden, dapat dikurangi jika  negara-negara di dunia melakukan kerja sama yang saling menguntungkan  dan yang saling menghormati.
&amp;rdquo;Perdamaian dan stabilitas dunia dapat tercapai jika negara di dunia  melakukan hubungan berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan dan  integritas wilayah negara lain. Dan saya ingin mengajak Sri Baginda  untuk membangun sebuah hubungan yang kuat berdasarkan prinsip-prinsip  tersebut,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Raja Belanda Willem-Alexander beserta Ratu Maxima dan delegasi Belanda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Salah satu hasilnya adalah kerjasama bisnis senilai USD1 miliar.
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Belanda adalah salah satu mitra strategis di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Baca Juga: Investasi ke Jabar Tinggi, Ridwan Kamil: Pengusaha Jangan Hanya Jadi Penonton
&amp;rdquo;Di kawasan Eropa, Belanda merupakan mitra dagang Indonesia terbesar kedua, mitra investasi terbesar pertama, dan mitra pariwisata terbesar keempat. Saya menyambut baik kunjungan Sri Baginda yang juga disertai pengusaha Belanda dalam jumlah yang besar,&amp;rdquo; tutur Presiden, dilansir dari Setkab, Selasa (10/3/2020).
Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Pelarangan Wisman ke Indonesia Tak Ganggu Investasi
Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa ada sejumlah kerja sama antarbisnis juga dilakukan dengan nilai yang cukup besar, mencapai kurang lebih USD1 miliar.
&amp;rdquo;Saya ingin menyampaikan bahwa kita tentu tidak dapat menghapus sejarah, namun kita dapat belajar dari masa lalu. Kita jadikan pelajaran sejarah tersebut untuk meneguhkan komitmen kita membangun sebuah hubungan yang setara, yang saling menghormati, dan saling menguntungkan,&amp;rdquo; pungkas Jokowi.
Sementara itu, Kepala Negara juga menyampaikan sering bertemu dan melakukan pembicaraan dengan Ratu Maxima dalam kapasitas sebagai Penasihat Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Keuangan Inklusif. Tahun ini, lanjut Presiden, Indonesia merayakan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.&amp;rdquo;Di 75 tahun usianya, Indonesia terus berusaha menjadi bagian  penyelesaian masalah dunia, berusaha terus berkontribusi bagi perdamaian  dan kesejahteraan dunia. Kita menyaksikan dunia yang dipenuhi dengan  ketidakpastian, dunia yang dipenuhi dengan dinamika yang sangat tinggi,&amp;rdquo;  tuturnya.
Ketidakpastian tersebut, menurut Presiden, dapat dikurangi jika  negara-negara di dunia melakukan kerja sama yang saling menguntungkan  dan yang saling menghormati.
&amp;rdquo;Perdamaian dan stabilitas dunia dapat tercapai jika negara di dunia  melakukan hubungan berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan dan  integritas wilayah negara lain. Dan saya ingin mengajak Sri Baginda  untuk membangun sebuah hubungan yang kuat berdasarkan prinsip-prinsip  tersebut,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
