<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Ini Catat Tren Positif di Tengah Maraknya Virus Korona</title><description>Banyak perusahaan yang merugi akibat dari penyebaran virus Korona atau Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181268/perusahaan-ini-catat-tren-positif-di-tengah-maraknya-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181268/perusahaan-ini-catat-tren-positif-di-tengah-maraknya-virus-korona"/><item><title>Perusahaan Ini Catat Tren Positif di Tengah Maraknya Virus Korona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181268/perusahaan-ini-catat-tren-positif-di-tengah-maraknya-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/10/320/2181268/perusahaan-ini-catat-tren-positif-di-tengah-maraknya-virus-korona</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2020 19:42 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/10/320/2181268/perusahaan-ini-catat-tren-positif-di-tengah-maraknya-virus-korona-w26daw9RoY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/10/320/2181268/perusahaan-ini-catat-tren-positif-di-tengah-maraknya-virus-korona-w26daw9RoY.jpg</image><title>Dolar (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Banyak perusahaan yang merugi akibat dari penyebaran virus Korona atau Covid-19. Namun dibalik kerugian tersebut, ada juga yang mendapatkan keuntungan dari wabah yang telah menelan banyak korban.

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Selasa (10/3/2020), di tengah ketidakpastian, berikut ini adalah beberapa perusahaan yang mencatat tren positif:
Baca juga: Waspada Virus Korona, Usai Pegang Uang Kertas Jangan Sentuh Wajah 
- Inovio: nilai saham mereka telah meningkat lebih dari dua kali lipat sesudah wabah. Vaksin mereka yang disebut INO-4800 dikembangkan menggunakan DNA virus alih-alih menggunakan metode tradisional yang biasanya dilakukan dengan menguji coba virus yang dimatikan.
- Modern: saham meningkat 42% ketika mereka mengumumkan pengiriman vaksin ekeperimental melawan virus corona ke National Institute of Allergy and Infectious Diseases di Amerika Serikat untuk uji coba klinis terhadap manusia.
- Novavax: ketika mereka melaporkan adanya perkembangan riset pencarian vaksin beberapa pekan lalu, saham mereka meningkat 20%.
Baca juga: Sederet Langkah IMF hingga Bank Dunia Antisipasi Dampak Virus Korona terhadap Perekonomian
- Regeneron Pharmaceuticals : mengembangkan perawatan virus corona. Ini merupakan salah satu perusahaan indeks S&amp;amp;P 500 di Wall Street yang mengalami kenaikan 10% harga sahamnya minggu lalu sementara saham lain di indeks tersebut jatuh drastis dalam pekan terburuk perdagangan saham sejak krisis finansial 2008.
- Top Glove: produsen sarung tangan medis terbesar di dunia.
- K12 : spesialis pendidikan daring untuk anak-anak. Minggu lalu saham mereka melonjak 19%.
- Zoom Video: menyediakan layanan konferensi video untuk perusahaan.
Baca juga: Benarkah Virus Korona Bisa Menyebar lewat Uang? Begini Penjelasannya 
- Teladoc: layanannya adalah menghubungkan dokter dengan pasien secara daring. Sahamnya meningkat hampir 10% minggu ini, dan 50% dalam tahun ini.
- Netflix: sekalipun saham mereka meningkat tipis saja dalam beberapa hari belakangan, tetapi akumulasi peningkatan hampir mencapai 15%.
- Amazon: saham mereka turun di beberapa hari terakhir, namun tak sebanyak daripada penurunan pada umumnya.
- YouTube : tak ada performa yang spektakuler, tetapi perusahaan induk mereka Alphabet memiliki posisi yang sangat baik.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak perusahaan yang merugi akibat dari penyebaran virus Korona atau Covid-19. Namun dibalik kerugian tersebut, ada juga yang mendapatkan keuntungan dari wabah yang telah menelan banyak korban.

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Selasa (10/3/2020), di tengah ketidakpastian, berikut ini adalah beberapa perusahaan yang mencatat tren positif:
Baca juga: Waspada Virus Korona, Usai Pegang Uang Kertas Jangan Sentuh Wajah 
- Inovio: nilai saham mereka telah meningkat lebih dari dua kali lipat sesudah wabah. Vaksin mereka yang disebut INO-4800 dikembangkan menggunakan DNA virus alih-alih menggunakan metode tradisional yang biasanya dilakukan dengan menguji coba virus yang dimatikan.
- Modern: saham meningkat 42% ketika mereka mengumumkan pengiriman vaksin ekeperimental melawan virus corona ke National Institute of Allergy and Infectious Diseases di Amerika Serikat untuk uji coba klinis terhadap manusia.
- Novavax: ketika mereka melaporkan adanya perkembangan riset pencarian vaksin beberapa pekan lalu, saham mereka meningkat 20%.
Baca juga: Sederet Langkah IMF hingga Bank Dunia Antisipasi Dampak Virus Korona terhadap Perekonomian
- Regeneron Pharmaceuticals : mengembangkan perawatan virus corona. Ini merupakan salah satu perusahaan indeks S&amp;amp;P 500 di Wall Street yang mengalami kenaikan 10% harga sahamnya minggu lalu sementara saham lain di indeks tersebut jatuh drastis dalam pekan terburuk perdagangan saham sejak krisis finansial 2008.
- Top Glove: produsen sarung tangan medis terbesar di dunia.
- K12 : spesialis pendidikan daring untuk anak-anak. Minggu lalu saham mereka melonjak 19%.
- Zoom Video: menyediakan layanan konferensi video untuk perusahaan.
Baca juga: Benarkah Virus Korona Bisa Menyebar lewat Uang? Begini Penjelasannya 
- Teladoc: layanannya adalah menghubungkan dokter dengan pasien secara daring. Sahamnya meningkat hampir 10% minggu ini, dan 50% dalam tahun ini.
- Netflix: sekalipun saham mereka meningkat tipis saja dalam beberapa hari belakangan, tetapi akumulasi peningkatan hampir mencapai 15%.
- Amazon: saham mereka turun di beberapa hari terakhir, namun tak sebanyak daripada penurunan pada umumnya.
- YouTube : tak ada performa yang spektakuler, tetapi perusahaan induk mereka Alphabet memiliki posisi yang sangat baik.</content:encoded></item></channel></rss>
