<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Rebound 8% Jadi USD32,22/Barel</title><description>Harga minyak melonjak lebih dari 8% pada perdagangan kemarin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/11/320/2181455/harga-minyak-rebound-8-jadi-usd32-22-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/11/320/2181455/harga-minyak-rebound-8-jadi-usd32-22-barel"/><item><title>Harga Minyak Rebound 8% Jadi USD32,22/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/11/320/2181455/harga-minyak-rebound-8-jadi-usd32-22-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/11/320/2181455/harga-minyak-rebound-8-jadi-usd32-22-barel</guid><pubDate>Rabu 11 Maret 2020 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/11/320/2181455/harga-minyak-rebound-8-jadi-usd32-22-barel-LQBLMWxB43.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/11/320/2181455/harga-minyak-rebound-8-jadi-usd32-22-barel-LQBLMWxB43.jpg</image><title>Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak melonjak lebih dari 8% pada perdagangan kemarin. Harga minyak rebound dari penurunan terbesar dalam hampir 30 tahun sehari sebelumnya karena kemungkinan stimulus ekonomi mendorong pembelian minyak.
Presiden AS Donald Trump menjanjikan langkah besar untuk menyeimbangkan ekonomi AS terhadap dampak penyebaran wabah virus korona. Pemerintah Jepang mengatakan pihaknya berencana untuk menghabiskan lebih dari USD4 miliar dalam paket langkah kedua untuk mengatasi virus.
Brent futures LCOc1 naik USD2,86 atau 8,3%, menjadi USD37,22 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 naik USD3,23 atau 10,4% menjadi menetap di USD34,36.
Baca Juga: Minyak Anjlok 30% ke Level Terendah Sejak 1991, Imbas Konflik Arab Saudi-Rusia
&quot;Harga minyak naik hari ini karena turun gila-gilaan kemarin,&quot; kata Kepala pasar minyak di konsultan energi Rystad, Bjoernar Tonhaugen dilansir dari Reuters, Rabu (11/3/2020).
Harga minyak turun dipicu perang harga antara Arab Saudi dan Rusia. Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, meningkatkan ketegangan dengan rencana untuk memasok 12,3 juta barel per hari (bph) pada bulan April, jauh di atas tingkat produksi saat ini sebesar 9,7 juta barel per hari, menurut CEO Saudi Aramco 2222.SE Amin Nasser.
Baca Juga: Sri Mulyani Kaget Harga Minyak Dunia Anjlok
Menteri perminyakan Rusia Alexander Novak mengatakan dia tidak mengesampingkan langkah-langkah bersama dengan OPEC untuk menstabilkan pasar, menambahkan bahwa pertemuan OPEC + berikutnya direncanakan untuk Mei-Juni.
Namun menteri energi Arab Saudi berpendapat pertemuan OPEC + pada Mei-Juni tak perlu dilakukan jika tidak ada kesepakatan mengenai langkah-langkah untuk menangani dampak virus korona pada permintaan dan harga minyak.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak melonjak lebih dari 8% pada perdagangan kemarin. Harga minyak rebound dari penurunan terbesar dalam hampir 30 tahun sehari sebelumnya karena kemungkinan stimulus ekonomi mendorong pembelian minyak.
Presiden AS Donald Trump menjanjikan langkah besar untuk menyeimbangkan ekonomi AS terhadap dampak penyebaran wabah virus korona. Pemerintah Jepang mengatakan pihaknya berencana untuk menghabiskan lebih dari USD4 miliar dalam paket langkah kedua untuk mengatasi virus.
Brent futures LCOc1 naik USD2,86 atau 8,3%, menjadi USD37,22 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 naik USD3,23 atau 10,4% menjadi menetap di USD34,36.
Baca Juga: Minyak Anjlok 30% ke Level Terendah Sejak 1991, Imbas Konflik Arab Saudi-Rusia
&quot;Harga minyak naik hari ini karena turun gila-gilaan kemarin,&quot; kata Kepala pasar minyak di konsultan energi Rystad, Bjoernar Tonhaugen dilansir dari Reuters, Rabu (11/3/2020).
Harga minyak turun dipicu perang harga antara Arab Saudi dan Rusia. Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, meningkatkan ketegangan dengan rencana untuk memasok 12,3 juta barel per hari (bph) pada bulan April, jauh di atas tingkat produksi saat ini sebesar 9,7 juta barel per hari, menurut CEO Saudi Aramco 2222.SE Amin Nasser.
Baca Juga: Sri Mulyani Kaget Harga Minyak Dunia Anjlok
Menteri perminyakan Rusia Alexander Novak mengatakan dia tidak mengesampingkan langkah-langkah bersama dengan OPEC untuk menstabilkan pasar, menambahkan bahwa pertemuan OPEC + berikutnya direncanakan untuk Mei-Juni.
Namun menteri energi Arab Saudi berpendapat pertemuan OPEC + pada Mei-Juni tak perlu dilakukan jika tidak ada kesepakatan mengenai langkah-langkah untuk menangani dampak virus korona pada permintaan dan harga minyak.</content:encoded></item></channel></rss>
