<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Virus Korona, Pengusaha Farmasi Pastikan Stok Obat Aman hingga Juli 2020</title><description>Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi memastikan stok obat-obatan masih mencukupi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/11/320/2181896/ada-virus-korona-pengusaha-farmasi-pastikan-stok-obat-aman-hingga-juli-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/11/320/2181896/ada-virus-korona-pengusaha-farmasi-pastikan-stok-obat-aman-hingga-juli-2020"/><item><title>Ada Virus Korona, Pengusaha Farmasi Pastikan Stok Obat Aman hingga Juli 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/11/320/2181896/ada-virus-korona-pengusaha-farmasi-pastikan-stok-obat-aman-hingga-juli-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/11/320/2181896/ada-virus-korona-pengusaha-farmasi-pastikan-stok-obat-aman-hingga-juli-2020</guid><pubDate>Rabu 11 Maret 2020 20:57 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/11/320/2181896/ada-virus-korona-pengusaha-farmasi-pastikan-stok-obat-aman-hingga-juli-2020-PtAWmOtEad.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Obat-obatan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/11/320/2181896/ada-virus-korona-pengusaha-farmasi-pastikan-stok-obat-aman-hingga-juli-2020-PtAWmOtEad.jpg</image><title>Ilustrasi Obat-obatan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi memastikan stok obat-obatan masih mencukupi di tengah penyebaran wabah virus korona (Covid-19). Artinya masyarakat tidak perlu khawatir mengenai stok obat saat ini.
Ketua Komite Perdagangan dan Industri Bahan Baku Farmasi GP Farmasi Vincent Harijanto menyebut, untuk obat-obatan yang mayoritas biasa digunakan masyarakat masih cukup hingga Maret-April 2020. Sedangkan untuk obat-obatan lainnya cukup hingga Juni-Juli 2020.
Baca Juga: Menteri Bambang Sebut Obat Modern Asli Indonesia Bisa Jadi Substitusi Impor
&quot;Memang mereka (masyarakat), tak takut dengan keadaan stok. Jadi meskinya cukup tapi tak hanya di BUMN, swasta juga yakin cukup,&quot; ujar dia di Hotel Millenium Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Menurut dia, bahan baku untuk pembuatan obat-obatan saat ini terganggu karena 95% bahan baku impor dan 65% impor dari China. Sementara itu, 20% bahan baku berasal dari India dan sisanya dari Eropa.
Baca Juga: Usulan Bank Dunia, Kirim Obat ke Wilayah Terpencil Pakai Drone
&quot;Kalau dulu kita masih banyak impor dari Eropa, Amerika jarang. Sekarang ini untuk Eropa tersisa 10-15%, artinya 85% dari bahan baku kita impor itu dari China dan India,&quot; ungkap dia.
Dia menambahkan, walaupun industri bahan baku farmasi dari China  terganggu akibat wabah virus korona, untuk penyaluran industri dalam  negeri masih bisa disalurkan dengan cara dicicil.
&quot;Apabila dulu kita impor lima ton langsung mereka kirim. Tapi  sekarang bertahap, ini hanya waktunya, dua ton, tiga ton. Maka itu  secara kuantitas bisa terpenuhi,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi memastikan stok obat-obatan masih mencukupi di tengah penyebaran wabah virus korona (Covid-19). Artinya masyarakat tidak perlu khawatir mengenai stok obat saat ini.
Ketua Komite Perdagangan dan Industri Bahan Baku Farmasi GP Farmasi Vincent Harijanto menyebut, untuk obat-obatan yang mayoritas biasa digunakan masyarakat masih cukup hingga Maret-April 2020. Sedangkan untuk obat-obatan lainnya cukup hingga Juni-Juli 2020.
Baca Juga: Menteri Bambang Sebut Obat Modern Asli Indonesia Bisa Jadi Substitusi Impor
&quot;Memang mereka (masyarakat), tak takut dengan keadaan stok. Jadi meskinya cukup tapi tak hanya di BUMN, swasta juga yakin cukup,&quot; ujar dia di Hotel Millenium Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Menurut dia, bahan baku untuk pembuatan obat-obatan saat ini terganggu karena 95% bahan baku impor dan 65% impor dari China. Sementara itu, 20% bahan baku berasal dari India dan sisanya dari Eropa.
Baca Juga: Usulan Bank Dunia, Kirim Obat ke Wilayah Terpencil Pakai Drone
&quot;Kalau dulu kita masih banyak impor dari Eropa, Amerika jarang. Sekarang ini untuk Eropa tersisa 10-15%, artinya 85% dari bahan baku kita impor itu dari China dan India,&quot; ungkap dia.
Dia menambahkan, walaupun industri bahan baku farmasi dari China  terganggu akibat wabah virus korona, untuk penyaluran industri dalam  negeri masih bisa disalurkan dengan cara dicicil.
&quot;Apabila dulu kita impor lima ton langsung mereka kirim. Tapi  sekarang bertahap, ini hanya waktunya, dua ton, tiga ton. Maka itu  secara kuantitas bisa terpenuhi,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
