<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sensus Penduduk 2020 Online hingga 31 Maret, Wawancara Dimulai 1 Juli 2020</title><description>Sensus Penduduk tahun 2020 atau SP2020 sudah dimulai sejak 15 Februari hingga 31 Maret 2020 secara online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182053/sensus-penduduk-2020-online-hingga-31-maret-wawancara-dimulai-1-juli-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182053/sensus-penduduk-2020-online-hingga-31-maret-wawancara-dimulai-1-juli-2020"/><item><title>Sensus Penduduk 2020 Online hingga 31 Maret, Wawancara Dimulai 1 Juli 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182053/sensus-penduduk-2020-online-hingga-31-maret-wawancara-dimulai-1-juli-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182053/sensus-penduduk-2020-online-hingga-31-maret-wawancara-dimulai-1-juli-2020</guid><pubDate>Kamis 12 Maret 2020 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/12/320/2182053/sensus-penduduk-2020-online-hingga-31-maret-wawancara-dimulai-1-juli-2020-7jkPiiZLB3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sensus Penduduk 2020 (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/12/320/2182053/sensus-penduduk-2020-online-hingga-31-maret-wawancara-dimulai-1-juli-2020-7jkPiiZLB3.jpeg</image><title>Sensus Penduduk 2020 (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Sensus Penduduk tahun 2020 atau SP2020 sudah dimulai sejak 15 Februari hingga 31 Maret 2020 secara online. Selain online, Badan Pusat Statistik (BPS) juga melakukan sensus penduduk secara manual yakni wawancara.

Masyarakat diminta mengakses laman sensus BPS dengan cara memasukkan nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga.
Baca Juga: Sensus Penduduk 2020, BPS Jamin Kerahasiaan Data
BPS telah berpengalaman selama 60 tahun dalam melaksanakan enam kali sensus penduduk setelah kemerdekaan. Dimulai pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. Selama itu pula pelaksanaan sensus penduduk menggunakan cara tradisional. Petugas datang dari rumah ke rumah untuk melakukan wawancara.

Sementara pada pelaksanaan SP2020 atau sensus penduduk yang ketujuh, BPS melakukan pembaruan penting pada cara pengumpulan datanya. BPS membagi pengumpulan data menjadi dua tahap. Sensus Penduduk Online pada 15 Februari-31 Maret 2020 dan pencacahan lapangan pada 1&amp;ndash;31 Juli 2020.
Baca Juga: Tahapan Sensus Penduduk 2020, Apa Saja?
Metode ini akan membuat sensus penduduk lebih praktis dan efisien. Masyarakat dapat berpartisipasi secara mandiri melalui situs web sensus.bps.go.id dengan menggunakan perangkat yang terhubung jaringan internet.

Jika tidak sempat mengisi secara online, masyarakat akan dikunjungi petugas sensus di bulan Juli untuk melakukan wawancara. Baik secara online maupun wawancara, masyarakat diminta memberikan jawaban dengan jujur dan benar.

&amp;ldquo;Semangat perubahan ini dilakukan berdasarkan arahan Bapak Presiden bahwa kita semua harus berkolaborasi, meninggalkan ego sektoral, dan terus menerus menerapkan inovasi,&amp;rdquo; ujar Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (12/3/2020).


Partisipasi masyarakat dengan memberikan jawaban yang jujur dan  benar, serta dukungan penuh dari K/L, institusi, organisasi, dan seluruh  pihak menjadi kunci kesuksesan SP2020 dan menentukan masa depan  Indonesia.

Sesuai dengan namanya, sensus penduduk secara umum bertujuan  menghitung penduduk Indonesia. SP2020 menjadi sensus penduduk ketujuh  yang dilaksanakan oleh BPS, memiliki dua tujuan besar.

Pertama, menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan  karakteristik penduduk Indonesia. Kedua, menyediakan parameter  demografi, proyeksi penduduk, serta indikator Sustainable Development  Goals (SDG&amp;rsquo;s).

Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya SP2020 untuk  menghasilkan data sebagai dasar pengambilan kebijakan di berbagai bidang  pembangunan. Data hasil SP2020 tidak hanya bermanfaat untuk perencanaan  di masa kini, tetapi juga mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa  depan.

&amp;ldquo;Sensus Penduduk 2020 (SP2020) nanti akan menjadi kunci langkah awal  untuk menuju terwujudnya satu data kependudukan. Oleh karenanya, jangan  memandang lagi bahwa SP2020 ini hanya pekerjaan BPS. SP2020 telah  menjadi agenda kerja kita semuanya,&amp;rdquo; seperti kata Presiden Joko Widodo  dalam Pencanangan Sensus Penduduk 2020 di Istana Negara 24 Januari 2020.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Sensus Penduduk tahun 2020 atau SP2020 sudah dimulai sejak 15 Februari hingga 31 Maret 2020 secara online. Selain online, Badan Pusat Statistik (BPS) juga melakukan sensus penduduk secara manual yakni wawancara.

Masyarakat diminta mengakses laman sensus BPS dengan cara memasukkan nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga.
Baca Juga: Sensus Penduduk 2020, BPS Jamin Kerahasiaan Data
BPS telah berpengalaman selama 60 tahun dalam melaksanakan enam kali sensus penduduk setelah kemerdekaan. Dimulai pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. Selama itu pula pelaksanaan sensus penduduk menggunakan cara tradisional. Petugas datang dari rumah ke rumah untuk melakukan wawancara.

Sementara pada pelaksanaan SP2020 atau sensus penduduk yang ketujuh, BPS melakukan pembaruan penting pada cara pengumpulan datanya. BPS membagi pengumpulan data menjadi dua tahap. Sensus Penduduk Online pada 15 Februari-31 Maret 2020 dan pencacahan lapangan pada 1&amp;ndash;31 Juli 2020.
Baca Juga: Tahapan Sensus Penduduk 2020, Apa Saja?
Metode ini akan membuat sensus penduduk lebih praktis dan efisien. Masyarakat dapat berpartisipasi secara mandiri melalui situs web sensus.bps.go.id dengan menggunakan perangkat yang terhubung jaringan internet.

Jika tidak sempat mengisi secara online, masyarakat akan dikunjungi petugas sensus di bulan Juli untuk melakukan wawancara. Baik secara online maupun wawancara, masyarakat diminta memberikan jawaban dengan jujur dan benar.

&amp;ldquo;Semangat perubahan ini dilakukan berdasarkan arahan Bapak Presiden bahwa kita semua harus berkolaborasi, meninggalkan ego sektoral, dan terus menerus menerapkan inovasi,&amp;rdquo; ujar Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (12/3/2020).


Partisipasi masyarakat dengan memberikan jawaban yang jujur dan  benar, serta dukungan penuh dari K/L, institusi, organisasi, dan seluruh  pihak menjadi kunci kesuksesan SP2020 dan menentukan masa depan  Indonesia.

Sesuai dengan namanya, sensus penduduk secara umum bertujuan  menghitung penduduk Indonesia. SP2020 menjadi sensus penduduk ketujuh  yang dilaksanakan oleh BPS, memiliki dua tujuan besar.

Pertama, menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan  karakteristik penduduk Indonesia. Kedua, menyediakan parameter  demografi, proyeksi penduduk, serta indikator Sustainable Development  Goals (SDG&amp;rsquo;s).

Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya SP2020 untuk  menghasilkan data sebagai dasar pengambilan kebijakan di berbagai bidang  pembangunan. Data hasil SP2020 tidak hanya bermanfaat untuk perencanaan  di masa kini, tetapi juga mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa  depan.

&amp;ldquo;Sensus Penduduk 2020 (SP2020) nanti akan menjadi kunci langkah awal  untuk menuju terwujudnya satu data kependudukan. Oleh karenanya, jangan  memandang lagi bahwa SP2020 ini hanya pekerjaan BPS. SP2020 telah  menjadi agenda kerja kita semuanya,&amp;rdquo; seperti kata Presiden Joko Widodo  dalam Pencanangan Sensus Penduduk 2020 di Istana Negara 24 Januari 2020.
</content:encoded></item></channel></rss>
