<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aset Industri Pembiayaan Tembus Rp514 Triliun, Naik 2,6%   </title><description>Aset industri pembiayaan sebesar Rp518,14 triliun pada Desember 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182184/aset-industri-pembiayaan-tembus-rp514-triliun-naik-2-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182184/aset-industri-pembiayaan-tembus-rp514-triliun-naik-2-6"/><item><title>Aset Industri Pembiayaan Tembus Rp514 Triliun, Naik 2,6%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182184/aset-industri-pembiayaan-tembus-rp514-triliun-naik-2-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182184/aset-industri-pembiayaan-tembus-rp514-triliun-naik-2-6</guid><pubDate>Kamis 12 Maret 2020 13:40 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/12/320/2182184/aset-industri-pembiayaan-tembus-rp514-triliun-naik-2-6-KdHZOU5JtA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/12/320/2182184/aset-industri-pembiayaan-tembus-rp514-triliun-naik-2-6-KdHZOU5JtA.jpg</image><title>Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W Budiawan melaporkan aset industri pembiayaan sebesar Rp518,14 triliun pada Desember 2019. Aset ini meningkat sebesar Rp13,38 triliun  atau 2,65% dibanding periode yang sama tahun 2018.

&amp;ldquo;Adapun total pembiayaan sebesar Rp452,22 triliun meningkat sebesar Rp18,42 triliun atau tumbuh sebesar 3,66% dibanding tahun 2018 lalu,&quot; katanya seperti dikutip KRJogja, Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Baca Juga: 8 BUMN Patungan Bentuk Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur
Berdasarkan jenis kegiatan usaha, pembiayaan didominasi oleh pembiayaan multiguna sebesar Rp274,84 triliun atau sebesar 61% pembiayaan investasi sebesar Rp 134,83 triliun sebesar 30%.

Dia menjelaskan objek pembiayaan didominasi oleh barang konsumtif sebesar Rp317,15 triliun sebesar 68% yang didalamnya didominasi oleh pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp300,58 triliun sebesar 64%, diikuti barang produktif sebesar Rp124,17 triliun sebesar 26% yang didalamnya didominasi oleh mobil pengangkutan sebesar Rp49,23 triliun sebesar 40%.
Baca Juga: Laba Naik, OJK Sebut 88% Perusahaan Pembiayaan RI dalam Kondisi Sehat
Dari sisi sumber pendanaan, industri pembiayaan memiliki total sumber pendanaan sebesar Rp347,68 triliun menurun sebesar Rp8,90 triliun atau turun sebesar -2,5% dari tahun lalu. Adapun komposisi pendanaan terdiri dari pinjaman sebesar Rp279,08 atau 80% dan penerbitan surat berharga sebesar Rp68,60 triliun atau sekitar 20%.

&amp;ldquo;Laba perusahaan pembiayaan tahun 2019 industri sebesar Rp18,13 triliun meningkat sebesar Rp2,11 triliun atau tumbuh sebesar 13,14%. Adapun kredit bermasalah sebesar Rp11,28 triliun atau dengan nilai NPF Gros sebesar 2,40%. Nilai tersebut menurun sebesar Rp 0,98 triliun atau turun sebesar 7,98%,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W Budiawan melaporkan aset industri pembiayaan sebesar Rp518,14 triliun pada Desember 2019. Aset ini meningkat sebesar Rp13,38 triliun  atau 2,65% dibanding periode yang sama tahun 2018.

&amp;ldquo;Adapun total pembiayaan sebesar Rp452,22 triliun meningkat sebesar Rp18,42 triliun atau tumbuh sebesar 3,66% dibanding tahun 2018 lalu,&quot; katanya seperti dikutip KRJogja, Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Baca Juga: 8 BUMN Patungan Bentuk Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur
Berdasarkan jenis kegiatan usaha, pembiayaan didominasi oleh pembiayaan multiguna sebesar Rp274,84 triliun atau sebesar 61% pembiayaan investasi sebesar Rp 134,83 triliun sebesar 30%.

Dia menjelaskan objek pembiayaan didominasi oleh barang konsumtif sebesar Rp317,15 triliun sebesar 68% yang didalamnya didominasi oleh pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp300,58 triliun sebesar 64%, diikuti barang produktif sebesar Rp124,17 triliun sebesar 26% yang didalamnya didominasi oleh mobil pengangkutan sebesar Rp49,23 triliun sebesar 40%.
Baca Juga: Laba Naik, OJK Sebut 88% Perusahaan Pembiayaan RI dalam Kondisi Sehat
Dari sisi sumber pendanaan, industri pembiayaan memiliki total sumber pendanaan sebesar Rp347,68 triliun menurun sebesar Rp8,90 triliun atau turun sebesar -2,5% dari tahun lalu. Adapun komposisi pendanaan terdiri dari pinjaman sebesar Rp279,08 atau 80% dan penerbitan surat berharga sebesar Rp68,60 triliun atau sekitar 20%.

&amp;ldquo;Laba perusahaan pembiayaan tahun 2019 industri sebesar Rp18,13 triliun meningkat sebesar Rp2,11 triliun atau tumbuh sebesar 13,14%. Adapun kredit bermasalah sebesar Rp11,28 triliun atau dengan nilai NPF Gros sebesar 2,40%. Nilai tersebut menurun sebesar Rp 0,98 triliun atau turun sebesar 7,98%,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
