<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produksi Manggis dan Durian RI Belum Mampu Penuhi Pasar Eropa dan China   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti manajemen pertanian di Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182262/produksi-manggis-dan-durian-ri-belum-mampu-penuhi-pasar-eropa-dan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182262/produksi-manggis-dan-durian-ri-belum-mampu-penuhi-pasar-eropa-dan-china"/><item><title>Produksi Manggis dan Durian RI Belum Mampu Penuhi Pasar Eropa dan China   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182262/produksi-manggis-dan-durian-ri-belum-mampu-penuhi-pasar-eropa-dan-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/12/320/2182262/produksi-manggis-dan-durian-ri-belum-mampu-penuhi-pasar-eropa-dan-china</guid><pubDate>Kamis 12 Maret 2020 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/12/320/2182262/produksi-manggis-dan-durian-ri-belum-mampu-penuhi-pasar-eropa-dan-china-S31afHyTQi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Durian ke China. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/12/320/2182262/produksi-manggis-dan-durian-ri-belum-mampu-penuhi-pasar-eropa-dan-china-S31afHyTQi.jpg</image><title>Ekspor Durian ke China. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti manajemen pertanian di Indonesia. Sebab peluang ekspor buah yang besar masih belum bisa dimaksimalkan.
Jokowi mengatakan, sebetulnya negara-negara lain banyak yang berminat pada buah tropis seperti Manggis. Bahkan pernah ada Kepala Negara yang meminta langsung dikirimkan manggis, namun produknya tidak ada.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Sektor Pertanian Tidak Hanya Tanam Sawit hingga Karet
&amp;rdquo;Dari Timur Tengah, dari Eropa, dari Tiongkok (permintaan banyak). Tapi barangnya enggak ada. Mestinya kan ada,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip dari Setkab, Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Jokowi pun mengakui, kekurangan produksi manggis karena memang hingga kini belum ada pertanian buah tropis yang memiliki luas tanam hingga 10.000 hektare. Maka dari itu, dirinya berharap Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bisa segera mewujudkan hal tersebut.
Baca Juga: Presiden Jokowi Soroti Pertanian dari Hulu sampai Hilir
&amp;ldquo;Dari HKTI 1-2 yang memiliki kebun manggis. Ya, enggak usah banyak-banyak lah, enggak usah 10.000 hektare, tapi ya 5.000 hektare manggis. Minta lahan segitu kan mudah, enggak sulit. Asal jangan di Jawa. Masih banyak lahan kita,&amp;rdquo; tuturnya.
Selain manggis, kata Jokowi, buah durian juga permintaan dari China besar sekali. Tapi Indonesia kembali tidak bisa mensuplai dengan kualitas yang diinginkan karena ada yang enak, ada yang tidak.Malah, Jokowi mengaku pernah beli durian mahal, harganya mahal,  barangnya lihat bagus dan dipakai untuk hadiah ulang tahun Ibu Negara  Iriana. Namun setelah dibuka ternyata enggak enak rasanya.
&amp;rdquo;Hal ini memang harus ada sebuah manajemen yang bagus dalam sebuah  hektare yang luas tetapi barang yang di buka dari kebun itu harusnya  enak, enak, enak, enak semuanya. Karena memang ada manajemen pembibitan  yang bagus, spesiesnya memang yang betul. Masak kita enggak bisa? Masak  HKTI tidak bisa? Saya yakin bisa,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti manajemen pertanian di Indonesia. Sebab peluang ekspor buah yang besar masih belum bisa dimaksimalkan.
Jokowi mengatakan, sebetulnya negara-negara lain banyak yang berminat pada buah tropis seperti Manggis. Bahkan pernah ada Kepala Negara yang meminta langsung dikirimkan manggis, namun produknya tidak ada.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Sektor Pertanian Tidak Hanya Tanam Sawit hingga Karet
&amp;rdquo;Dari Timur Tengah, dari Eropa, dari Tiongkok (permintaan banyak). Tapi barangnya enggak ada. Mestinya kan ada,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip dari Setkab, Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Jokowi pun mengakui, kekurangan produksi manggis karena memang hingga kini belum ada pertanian buah tropis yang memiliki luas tanam hingga 10.000 hektare. Maka dari itu, dirinya berharap Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bisa segera mewujudkan hal tersebut.
Baca Juga: Presiden Jokowi Soroti Pertanian dari Hulu sampai Hilir
&amp;ldquo;Dari HKTI 1-2 yang memiliki kebun manggis. Ya, enggak usah banyak-banyak lah, enggak usah 10.000 hektare, tapi ya 5.000 hektare manggis. Minta lahan segitu kan mudah, enggak sulit. Asal jangan di Jawa. Masih banyak lahan kita,&amp;rdquo; tuturnya.
Selain manggis, kata Jokowi, buah durian juga permintaan dari China besar sekali. Tapi Indonesia kembali tidak bisa mensuplai dengan kualitas yang diinginkan karena ada yang enak, ada yang tidak.Malah, Jokowi mengaku pernah beli durian mahal, harganya mahal,  barangnya lihat bagus dan dipakai untuk hadiah ulang tahun Ibu Negara  Iriana. Namun setelah dibuka ternyata enggak enak rasanya.
&amp;rdquo;Hal ini memang harus ada sebuah manajemen yang bagus dalam sebuah  hektare yang luas tetapi barang yang di buka dari kebun itu harusnya  enak, enak, enak, enak semuanya. Karena memang ada manajemen pembibitan  yang bagus, spesiesnya memang yang betul. Masak kita enggak bisa? Masak  HKTI tidak bisa? Saya yakin bisa,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
