<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Virus Korona Bakal Bikin Ekonomi AS Resesi?</title><description>Kekhawatiran semakin berkembang bahwa gangguan akibat pandemi virus korona akan mencekik pertumbuhan ekonomi Amerika</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/20/2182640/virus-korona-bakal-bikin-ekonomi-as-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/20/2182640/virus-korona-bakal-bikin-ekonomi-as-resesi"/><item><title>   Virus Korona Bakal Bikin Ekonomi AS Resesi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/20/2182640/virus-korona-bakal-bikin-ekonomi-as-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/20/2182640/virus-korona-bakal-bikin-ekonomi-as-resesi</guid><pubDate>Jum'at 13 Maret 2020 10:45 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/13/20/2182640/virus-korona-bakal-bikin-ekonomi-as-resesi-rURhLEXrW6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Virus Korona (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/13/20/2182640/virus-korona-bakal-bikin-ekonomi-as-resesi-rURhLEXrW6.jpg</image><title>Virus Korona (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA - Kekhawatiran semakin berkembang bahwa gangguan akibat pandemi virus korona atau coronavirus (Covid-19) akan mencekik pertumbuhan ekonomi Amerika dan mengakibatkan resesi.

Gedung Putih sedang mempertimbangkan serangkaian langkah jangka pendek untuk meredakan tekanan finansial pada bisnis dan pekerja yang terimbas, tetapi para ekonom memperingatkan bahwa semakin banyak virus menyebar semakin besar pula dampak ekonomi dan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih.
Baca Juga: Trump Siapkan Stimulus Ekonomi, Tangkal Dampak Negatif Virus Korona
Di Amerika Serikat, kini terjadi kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai gangguan ekonomi yang disebabkan oleh virus corona, yang sekarang telah dinyatakan sebagai pandemi.

William Hoagland, Ekonom pada Pusat Kebijakan Bipartisan di Washington DC adalah salah seorang analis yang merasakan kekhawatiran demikian.

&amp;ldquo;Kami memperkirakan bahwa ini akan berpotensi menjadi periode ekonomi yang lemah bagi Amerika Serikat. Kami tidak akan melihat pertumbuhan yang telah kami proyeksikan,&amp;rdquo; katanya seperti dikutip VOA Indonesia, Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Baca Juga: Lindungi Ekonomi AS dari Virus Korona, Apa Langkah Trump dan Kongres?
Industri perjalanan telah hancur oleh wabah virus corona di kapal pesiar dan oleh pembatalan perjalanan udara yang meluas.
Larangan terhadap pertemuan-pertemuan umum telah mendorong pembatalan  konferensi, festival musik dan acara olahraga, dan membuat  restoran-restoran dan berbagai gedung pertunjukan berjuang untuk tetap  bertahan.

Penutupan sebagian pabrik-pabrik yang membuat suku cadang kendaraan  bermotor di Tiongkok meningkatkan kekhawatiran bahwa produsen mobil  Amerika harus mengurangi produksinya.

Pasar keuangan bereaksi dengan ketakutan dan volatilitas ekstrem, dengan anjloknya nilai saham dan harga minyak.

Pada hari Rabu Presiden Donald Trump mengumumkan larangan sebagian  besar perjalanan dari Eropa dan bantuan keuangan untuk pekerja dan  bisnis yang terkena dampaknya. Tetapi, dia juga berusaha meyakinkan  publik bahwa perekonomian akan baik-baik saja.

&amp;ldquo;Ini bukan krisis keuangan. Ini hanya saat sementara yang akan kita  atasi bersama sebagai sebuah bangsa dan bersama-sama dengan semua negara  di dunia,&amp;rdquo; tandas Trump.
Presiden Trump telah mengusulkan pemotongan pajak sementara dan   pinjaman untuk industri dan pekerja yang terkena dampak pandemi virus   korona ini. Gedung Putih juga mempertimbangkan cuti keluarga dengan   tetap mendapat gaji bagi para pekerja, tetapi tidak jelas bagaimana hal   itu akan dilaksanakan.

Bradley Gold, dosen bisnis di University of Texas, menyampaikan   pendapatnya. &amp;ldquo;Biasanya di dunia bisnis, keadaan ini merupakan sesuatu   yang akan menjadi sangat, sangat memprihatinkan dan biasanya tidak   disukai oleh orang-orang bisnis, tetapi saya kira saat ini kita sedang   menghadapi krisis kesehatan masyarakat.&amp;rdquo;

Meloloskan undang-undang anggaran baru akan membutuhkan dukungan dari   Partai Demokrat di Kongres yang menginginkan dana tambahan untuk   pemeriksaan dan perawatan medis, asuransi pengangguran yang diperluas,   dan peningkatan pengeluaran untuk program jaring pengaman sosial.

William Hoagland, analis ekonomi dari Pusat Kebijakan Bipartisan, setuju dengan perlunya penyesuaian anggaran tersebut.

&amp;ldquo;Ini akan menambah defisit federal dalam jangka pendek, tetapi   penting jika itu berarti melindungi keselamatan dan keamanan publik   Amerika dan memulihkan kepercayaan ekonomi yang diperlukan untuk   bergerak maju,&amp;rdquo; imbuhnya.

Langkah-langkah tegas diperlukan segera, kata para analis, untuk   memberikan bantuan segera kepada orang-orang yang terimbas dan untuk   mempercepat pemulihan ekonomi setelah wabah berakhir.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Kekhawatiran semakin berkembang bahwa gangguan akibat pandemi virus korona atau coronavirus (Covid-19) akan mencekik pertumbuhan ekonomi Amerika dan mengakibatkan resesi.

Gedung Putih sedang mempertimbangkan serangkaian langkah jangka pendek untuk meredakan tekanan finansial pada bisnis dan pekerja yang terimbas, tetapi para ekonom memperingatkan bahwa semakin banyak virus menyebar semakin besar pula dampak ekonomi dan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih.
Baca Juga: Trump Siapkan Stimulus Ekonomi, Tangkal Dampak Negatif Virus Korona
Di Amerika Serikat, kini terjadi kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai gangguan ekonomi yang disebabkan oleh virus corona, yang sekarang telah dinyatakan sebagai pandemi.

William Hoagland, Ekonom pada Pusat Kebijakan Bipartisan di Washington DC adalah salah seorang analis yang merasakan kekhawatiran demikian.

&amp;ldquo;Kami memperkirakan bahwa ini akan berpotensi menjadi periode ekonomi yang lemah bagi Amerika Serikat. Kami tidak akan melihat pertumbuhan yang telah kami proyeksikan,&amp;rdquo; katanya seperti dikutip VOA Indonesia, Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Baca Juga: Lindungi Ekonomi AS dari Virus Korona, Apa Langkah Trump dan Kongres?
Industri perjalanan telah hancur oleh wabah virus corona di kapal pesiar dan oleh pembatalan perjalanan udara yang meluas.
Larangan terhadap pertemuan-pertemuan umum telah mendorong pembatalan  konferensi, festival musik dan acara olahraga, dan membuat  restoran-restoran dan berbagai gedung pertunjukan berjuang untuk tetap  bertahan.

Penutupan sebagian pabrik-pabrik yang membuat suku cadang kendaraan  bermotor di Tiongkok meningkatkan kekhawatiran bahwa produsen mobil  Amerika harus mengurangi produksinya.

Pasar keuangan bereaksi dengan ketakutan dan volatilitas ekstrem, dengan anjloknya nilai saham dan harga minyak.

Pada hari Rabu Presiden Donald Trump mengumumkan larangan sebagian  besar perjalanan dari Eropa dan bantuan keuangan untuk pekerja dan  bisnis yang terkena dampaknya. Tetapi, dia juga berusaha meyakinkan  publik bahwa perekonomian akan baik-baik saja.

&amp;ldquo;Ini bukan krisis keuangan. Ini hanya saat sementara yang akan kita  atasi bersama sebagai sebuah bangsa dan bersama-sama dengan semua negara  di dunia,&amp;rdquo; tandas Trump.
Presiden Trump telah mengusulkan pemotongan pajak sementara dan   pinjaman untuk industri dan pekerja yang terkena dampak pandemi virus   korona ini. Gedung Putih juga mempertimbangkan cuti keluarga dengan   tetap mendapat gaji bagi para pekerja, tetapi tidak jelas bagaimana hal   itu akan dilaksanakan.

Bradley Gold, dosen bisnis di University of Texas, menyampaikan   pendapatnya. &amp;ldquo;Biasanya di dunia bisnis, keadaan ini merupakan sesuatu   yang akan menjadi sangat, sangat memprihatinkan dan biasanya tidak   disukai oleh orang-orang bisnis, tetapi saya kira saat ini kita sedang   menghadapi krisis kesehatan masyarakat.&amp;rdquo;

Meloloskan undang-undang anggaran baru akan membutuhkan dukungan dari   Partai Demokrat di Kongres yang menginginkan dana tambahan untuk   pemeriksaan dan perawatan medis, asuransi pengangguran yang diperluas,   dan peningkatan pengeluaran untuk program jaring pengaman sosial.

William Hoagland, analis ekonomi dari Pusat Kebijakan Bipartisan, setuju dengan perlunya penyesuaian anggaran tersebut.

&amp;ldquo;Ini akan menambah defisit federal dalam jangka pendek, tetapi   penting jika itu berarti melindungi keselamatan dan keamanan publik   Amerika dan memulihkan kepercayaan ekonomi yang diperlukan untuk   bergerak maju,&amp;rdquo; imbuhnya.

Langkah-langkah tegas diperlukan segera, kata para analis, untuk   memberikan bantuan segera kepada orang-orang yang terimbas dan untuk   mempercepat pemulihan ekonomi setelah wabah berakhir.
</content:encoded></item></channel></rss>
