<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Harga Minyak Anjlok 7% Imbas Larangan Perjalanan dari Eropa ke AS</title><description>Harga minyak mentah merosot 7% setelah pembatasan perjalanan dari Eropa diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/320/2182588/harga-minyak-anjlok-7-imbas-larangan-perjalanan-dari-eropa-ke-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/320/2182588/harga-minyak-anjlok-7-imbas-larangan-perjalanan-dari-eropa-ke-as"/><item><title>   Harga Minyak Anjlok 7% Imbas Larangan Perjalanan dari Eropa ke AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/320/2182588/harga-minyak-anjlok-7-imbas-larangan-perjalanan-dari-eropa-ke-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/320/2182588/harga-minyak-anjlok-7-imbas-larangan-perjalanan-dari-eropa-ke-as</guid><pubDate>Jum'at 13 Maret 2020 08:55 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/13/320/2182588/harga-minyak-anjlok-7-imbas-larangan-perjalanan-dari-eropa-ke-as-JjGBj6AyPg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/13/320/2182588/harga-minyak-anjlok-7-imbas-larangan-perjalanan-dari-eropa-ke-as-JjGBj6AyPg.jpg</image><title>Minyak (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak mentah merosot 7% setelah pembatasan perjalanan dari Eropa diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Banjir pasokan yang datang dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga turut memberi tekanan pada harga minyak.

Melansir Reuters, Jumat (13/3/2020), minyak mentah Brent LCOc1 turun USD2,57 atau 7,2% menjadi USD33,22 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate Texas CLc1 turun USD1,48 atau 4,5% menjadi USD31,50.
Baca Juga: Trump Larang Perjalanan dari Eropa, Harga Emas Naik Tipis
Permintaan minyak global akan dikontrak pada 2020 untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Badan Energi Inernasional pekan ini telah menurunkan perkiraan tahunannya hampir 1 juta barel per hari atau 1% dari permintaan global.

Permintaan pada kuartal pertama telah mengalami penurunan tajam di tahun ini. Sebagian besar karena dampak virus korona pada aktivitas ekonomi di China.

&quot;Minyak mentah Brent tampaknya siap untuk menjual 10% lagi di sini karena prospek permintaan sepertinya hanya akan semakin buruk,&quot; ujar analis senior pasar OANDA di New York Edward Moya.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Hampir 10%
Baik Brent maupun WTI turun sekitar 50% dari pencapaian tertingginya pada Januari lalu. Penurunan tersebut merupakan penurunan terbesarnya dalam satu hari sejak Perang Teluk 1991 setelah perang harga yang dinyatakan Arab Saudi.

Contango Brent enam bulan yang menyebar dari LCOc1-LCOc7 mulai Mei hingga November melebar hingga USD7,31 per barel. Level ini belum pernah terlihat sejak Januari 2015.
Contango adalah tempat harga berjangka suatu komoditas yang lebih  tinggi dari harga untuk pembelian saat ini. Contango mendorong  perusahaan minyak dan pedagang untuk memompa minyak ke penyimpanan, baik  di darat atau tanker di laut dengan tujuan untuk menjualnya di kemudian  hari dengan laba.

Biaya pengangkutan minyak dengan supertanker telah mengalami  lonjakkan karena produsen utama curi start untuk mengamankan kapal guna  mengirim lebih banyak minyak mentah dan perusahaan pun mencari kapal  untuk penyimpanan.

Saat eksportir minyak utama Arab Saudi bergerak cepat untuk  peningkatan produksi, Rusia masih terjebak oleh keputusan yang  menyebabkan runtuhnya aliansi dengan Riyadh dan produsen lainnya.  Sementara itu, Moskow mengatakan tidak ada pengurangan poin produksi  karena kemungkinan akan terlalu sedikit untuk mengimbangi dampak virus  korona pada permintaan global.

Kepala penelitian dan strategi MENA di MUFG Ehsan Khoman mengatakan  kedua belah pihak Arab Saudi dan Rusia sedang menggali perang dagang.  Dirinya menilai keduanya memiliki kapasitas keuangan yang mencukupi  dengan tujuan yang berbeda untuk terus melanjutkan perang harga minyak  ini.

&quot;Kami percaya bahwa kedua belah pihak memiliki kapasitas keuangan  yang cukup dan tujuan yang cukup berbeda untuk mempertahankan perang  harga minyak selama beberapa kuartal, bukan bulan,&quot; pungkas Ehsan  Khoman.

Arab Saudi kini telah melakukan peningkatan upaya untuk memeras kadar  minyak Ural Rusia dari pasar utamanya. Hal ini dilakukan dengan  menawarkan barel murahnya sendiri kepada para penyuling di seluruh dunia  dengan membeli minyak mentah Rusia.

Dengan permintaan yang turun tajam dan output atau produksi yang  meningkat dengan cepat, pasar akan menghadapi surplus besar di bulan  April. Perkiraan untuk keuntungannya bervariasi, Direktur dan analis  minyak senior BCS Global Markets di Moskow Kirill Tachennikov mengatakan  itu bisa sebanyak 6 juta barel per harinya.
</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak mentah merosot 7% setelah pembatasan perjalanan dari Eropa diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Banjir pasokan yang datang dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga turut memberi tekanan pada harga minyak.

Melansir Reuters, Jumat (13/3/2020), minyak mentah Brent LCOc1 turun USD2,57 atau 7,2% menjadi USD33,22 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate Texas CLc1 turun USD1,48 atau 4,5% menjadi USD31,50.
Baca Juga: Trump Larang Perjalanan dari Eropa, Harga Emas Naik Tipis
Permintaan minyak global akan dikontrak pada 2020 untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Badan Energi Inernasional pekan ini telah menurunkan perkiraan tahunannya hampir 1 juta barel per hari atau 1% dari permintaan global.

Permintaan pada kuartal pertama telah mengalami penurunan tajam di tahun ini. Sebagian besar karena dampak virus korona pada aktivitas ekonomi di China.

&quot;Minyak mentah Brent tampaknya siap untuk menjual 10% lagi di sini karena prospek permintaan sepertinya hanya akan semakin buruk,&quot; ujar analis senior pasar OANDA di New York Edward Moya.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Hampir 10%
Baik Brent maupun WTI turun sekitar 50% dari pencapaian tertingginya pada Januari lalu. Penurunan tersebut merupakan penurunan terbesarnya dalam satu hari sejak Perang Teluk 1991 setelah perang harga yang dinyatakan Arab Saudi.

Contango Brent enam bulan yang menyebar dari LCOc1-LCOc7 mulai Mei hingga November melebar hingga USD7,31 per barel. Level ini belum pernah terlihat sejak Januari 2015.
Contango adalah tempat harga berjangka suatu komoditas yang lebih  tinggi dari harga untuk pembelian saat ini. Contango mendorong  perusahaan minyak dan pedagang untuk memompa minyak ke penyimpanan, baik  di darat atau tanker di laut dengan tujuan untuk menjualnya di kemudian  hari dengan laba.

Biaya pengangkutan minyak dengan supertanker telah mengalami  lonjakkan karena produsen utama curi start untuk mengamankan kapal guna  mengirim lebih banyak minyak mentah dan perusahaan pun mencari kapal  untuk penyimpanan.

Saat eksportir minyak utama Arab Saudi bergerak cepat untuk  peningkatan produksi, Rusia masih terjebak oleh keputusan yang  menyebabkan runtuhnya aliansi dengan Riyadh dan produsen lainnya.  Sementara itu, Moskow mengatakan tidak ada pengurangan poin produksi  karena kemungkinan akan terlalu sedikit untuk mengimbangi dampak virus  korona pada permintaan global.

Kepala penelitian dan strategi MENA di MUFG Ehsan Khoman mengatakan  kedua belah pihak Arab Saudi dan Rusia sedang menggali perang dagang.  Dirinya menilai keduanya memiliki kapasitas keuangan yang mencukupi  dengan tujuan yang berbeda untuk terus melanjutkan perang harga minyak  ini.

&quot;Kami percaya bahwa kedua belah pihak memiliki kapasitas keuangan  yang cukup dan tujuan yang cukup berbeda untuk mempertahankan perang  harga minyak selama beberapa kuartal, bukan bulan,&quot; pungkas Ehsan  Khoman.

Arab Saudi kini telah melakukan peningkatan upaya untuk memeras kadar  minyak Ural Rusia dari pasar utamanya. Hal ini dilakukan dengan  menawarkan barel murahnya sendiri kepada para penyuling di seluruh dunia  dengan membeli minyak mentah Rusia.

Dengan permintaan yang turun tajam dan output atau produksi yang  meningkat dengan cepat, pasar akan menghadapi surplus besar di bulan  April. Perkiraan untuk keuntungannya bervariasi, Direktur dan analis  minyak senior BCS Global Markets di Moskow Kirill Tachennikov mengatakan  itu bisa sebanyak 6 juta barel per harinya.
</content:encoded></item></channel></rss>
