<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Vitamin' Kedua untuk Tangkal Korona Telan Rp22,9 Triliun</title><description>Stimulus jilid II berupaya membuat ekonomi Indonesia kebal dari virus Korona, nilai sebesar Rp22,9 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/320/2182711/vitamin-kedua-untuk-tangkal-korona-telan-rp22-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/320/2182711/vitamin-kedua-untuk-tangkal-korona-telan-rp22-9-triliun"/><item><title>'Vitamin' Kedua untuk Tangkal Korona Telan Rp22,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/320/2182711/vitamin-kedua-untuk-tangkal-korona-telan-rp22-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/13/320/2182711/vitamin-kedua-untuk-tangkal-korona-telan-rp22-9-triliun</guid><pubDate>Jum'at 13 Maret 2020 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/13/320/2182711/vitamin-kedua-untuk-tangkal-korona-telan-rp22-9-triliun-ny1ycZqny0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stimulus ekonomi untuk menangkal Virus Korona Rp22,9 triliun. (Foto : Giri H/Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/13/320/2182711/vitamin-kedua-untuk-tangkal-korona-telan-rp22-9-triliun-ny1ycZqny0.jpg</image><title>Stimulus ekonomi untuk menangkal Virus Korona Rp22,9 triliun. (Foto : Giri H/Okezone) </title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan stimulus jilid II untuk membuat ekonomi Indonesia kebal dari virus Korona. Untuk stimulus jilid II ini memiliki nilai sebesar Rp22,9 triliun.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hingga saat ini total pemerintah sudah mengeluarkan paket kebijakan untuk Tangkal virus korona sebesar Rp160 triliun. Angka ini terdiri dari insentif pariwisata, konstruksi hingga perpajakan.
&quot;Jadi stimulus itu totalnya Rp22,9 triliun. Jadi sektor konstruksi sudah masuk sektor pertama. Sehingga paket yang dikeluarkan Rp160 triliun,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/01/28/60618/312333_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Hadir di Manager Forum XLIII&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Baca Juga : Resmi, Ini 'Vaksin' agar Ekonomi RI Tak Diganggu Virus Korona
Menurut Airlangga, dengan adanya stimulus ini diprediksi akan ada pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 0,8%. Angka ini setara dengan nilai Rp125 triliun.
&quot;Ditambahkan kita akan ada pelebaran defisit 0,8% setara Rp125 triliun ditambah insentif Rp10,3 triliun,&quot; ucapnya.
Adapun kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk menangkal virus Korona adalah dengan melakukan penundaan pemungutan pajak selama enam bukan. Adapun keringan pajak yang diberikan berupa Pajak Penghasilan (PPh) 21 atau pajak karyawan, lalu ada PPh 22 atau pajak untuk perusahaan dan PPh 25 atau pajak khusus badan.Selain itu lanjut Airlangga, pemerintah juga memberikan relaksasi  pada perpajakan lainnya. Misalnya dengan melakukan percepatan restitusi  pajak pertambahan nilai (PPN).
Selain itu lanjut Airlangga, pemerintah juga memberikan relaksasi bea  masuk impor untuk bahan baku industri. Insentif ini berupa  penyederhanan aturan larangan terbatas (lartas).
Penyederhanaan aturan ini nantinya akan ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait. Tercatat ada beberapa aturan di  Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/03/05/61774/317369_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menko Airlangga: Omnibus Law Terobosan Pemerintah bagi Pertumbuhan Ekonomi&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Adapun untuk impor bahan baku tahap pertama di industri baja dan  turunan. Kemudian untuk pangan strategis seperti gula, garam, dan tepung  untuk industri.
Pemerintah juga meningkatkan percepatan layanan logistik ekosistem.  Percepatan ini akan dilakukan melalui integrasi inaport INSW, gudang,  terminal operator yang akan diselesaikan 3 bulan ke depan sehingga  eksportir dan importir tidak melakukan input bolak-balik
&quot;Berikutnya relaksasi restitusi PPN diberikan tanpa audit dan tanpa  plafon untuk industri orientasi ekspor di 19 sektor industri,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan stimulus jilid II untuk membuat ekonomi Indonesia kebal dari virus Korona. Untuk stimulus jilid II ini memiliki nilai sebesar Rp22,9 triliun.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hingga saat ini total pemerintah sudah mengeluarkan paket kebijakan untuk Tangkal virus korona sebesar Rp160 triliun. Angka ini terdiri dari insentif pariwisata, konstruksi hingga perpajakan.
&quot;Jadi stimulus itu totalnya Rp22,9 triliun. Jadi sektor konstruksi sudah masuk sektor pertama. Sehingga paket yang dikeluarkan Rp160 triliun,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/01/28/60618/312333_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Hadir di Manager Forum XLIII&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Baca Juga : Resmi, Ini 'Vaksin' agar Ekonomi RI Tak Diganggu Virus Korona
Menurut Airlangga, dengan adanya stimulus ini diprediksi akan ada pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 0,8%. Angka ini setara dengan nilai Rp125 triliun.
&quot;Ditambahkan kita akan ada pelebaran defisit 0,8% setara Rp125 triliun ditambah insentif Rp10,3 triliun,&quot; ucapnya.
Adapun kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk menangkal virus Korona adalah dengan melakukan penundaan pemungutan pajak selama enam bukan. Adapun keringan pajak yang diberikan berupa Pajak Penghasilan (PPh) 21 atau pajak karyawan, lalu ada PPh 22 atau pajak untuk perusahaan dan PPh 25 atau pajak khusus badan.Selain itu lanjut Airlangga, pemerintah juga memberikan relaksasi  pada perpajakan lainnya. Misalnya dengan melakukan percepatan restitusi  pajak pertambahan nilai (PPN).
Selain itu lanjut Airlangga, pemerintah juga memberikan relaksasi bea  masuk impor untuk bahan baku industri. Insentif ini berupa  penyederhanan aturan larangan terbatas (lartas).
Penyederhanaan aturan ini nantinya akan ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait. Tercatat ada beberapa aturan di  Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/03/05/61774/317369_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menko Airlangga: Omnibus Law Terobosan Pemerintah bagi Pertumbuhan Ekonomi&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Adapun untuk impor bahan baku tahap pertama di industri baja dan  turunan. Kemudian untuk pangan strategis seperti gula, garam, dan tepung  untuk industri.
Pemerintah juga meningkatkan percepatan layanan logistik ekosistem.  Percepatan ini akan dilakukan melalui integrasi inaport INSW, gudang,  terminal operator yang akan diselesaikan 3 bulan ke depan sehingga  eksportir dan importir tidak melakukan input bolak-balik
&quot;Berikutnya relaksasi restitusi PPN diberikan tanpa audit dan tanpa  plafon untuk industri orientasi ekspor di 19 sektor industri,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
