<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Harga Minyak Turun Imbas Virus Korona, Tantangan KKKS Tingkatkan Produksi</title><description>PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) fokus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/14/320/2182875/harga-minyak-turun-imbas-virus-korona-tantangan-kkks-tingkatkan-produksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/14/320/2182875/harga-minyak-turun-imbas-virus-korona-tantangan-kkks-tingkatkan-produksi"/><item><title>   Harga Minyak Turun Imbas Virus Korona, Tantangan KKKS Tingkatkan Produksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/14/320/2182875/harga-minyak-turun-imbas-virus-korona-tantangan-kkks-tingkatkan-produksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/14/320/2182875/harga-minyak-turun-imbas-virus-korona-tantangan-kkks-tingkatkan-produksi</guid><pubDate>Sabtu 14 Maret 2020 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/13/320/2182875/harga-minyak-turun-imbas-virus-korona-tantangan-kkks-tingkatkan-produksi-rNnfpWNMOq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/13/320/2182875/harga-minyak-turun-imbas-virus-korona-tantangan-kkks-tingkatkan-produksi-rNnfpWNMOq.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) meningkatkan produksi minyak dan gas bumi serta mendukung pencapaian  1 juta barel (BOPD) minyak pada 2030 yang menjadi visi SKK Migas di tengah tren penurunan harga minyak global.

PEP memproyeksikan tahun ini produksi minyak rata-rata 85.000 BOPD. Ini berasal dari PEP Asset 5 sebesar 18.478 BOPD, PEP Asset 2 sebesar 17.985 BOPD, PEP Asset 4 sebesar 16.403 BOPD, serta PEP Asset 1 sebesar 14.624 BOPD dan PEP Asset 3 sebanyak 13.656 BOPD dan Business Partnership 3.853 BOPD.
Baca Juga: 8 Usulan demi Target Lifting Minyak 1 Juta Barel per Hari
Sedangkan gas diproyeksikan sebanyak 932 MMSCFD. Target produksi ini berasal dari PEP Asset 2 sebesar 362 MMSCFD, PEP Asset 3 sebesr 279 MMSCFD, PEP ASSET 4 sebear 170 MMSCFD, dan PEP Asset 1 sebesar 90 MMSCFD. Sisanya beraal dari PEP Asset 5 sebesar 16 MMSCFD dan Business Partnership 15 MMSCFD.

&quot;Kita tetap fokus melaksanakan work program dan budget (WP&amp;amp;B) dan mengeksekusinya dengan catatan kita lebih concern, aware terhadap cost,&amp;rdquo; ujar Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).
Baca Juga: Fakta-Fakta RI Ingin Kembalikan Target 1 Juta Barel Minyak per Hari
Menurut Nanang, kondisi perekonomian dunia saat ini sulit sehingga harga minyak ikut tertekan. Pada perdagangan Selasa (10/3), harga minyak WTI sempat menembus USD27,2 per dolar kendati naik kembali. Pada Rabu (11/3), harga WTI sudah naik lagi menjadi USD35,43 per barel dan Brent USD38,6 per barel.

Tren harga minyak saat ini belum bisa ditentukan apakah akan berlangsung lama, pendek atau akan rebound. Kondisi ini diperparah dengan wabah virus korona atau covid-19 yang melanda beberapa negara terutama China. Tapi Nanang masih optimis jika harga minyak nantinya akan naik lagi.
Menurut dia, saat ini adalah momentum yang menantang (challenge) bagi  industri hulu migas. Dalam kondisi tersebut,  PEP dan KKKS diuji dengan  kondisi supaya tetap bertahan.

&amp;ldquo;Strateginya adalah tetap utamakan keselamatan kerja plus cost effectiveness, baru yang lainnya,&amp;rdquo; ujar dia.

Nanang optimistis PEP bisa melalui masa sulit akibat penurunan harga  minyak dunia yang terjadi dengan sangat cepat dalam beberapa hari  terakhir. Apalagi PEP memiliki pengalaman operasi di tengah rendahnya  harga minyak sehingga kondisi saat ini bukan hal yang terlalu  mengejutkan. PEP telah menyiapkan strategi jika kondisi anjloknya harga  minyak terus berlangsung dalam waktu yang tidak lama.

Dia meminta para field manajer (FM) dan general manager (GM) sebagai  perpanjangan tangan manajemen  PEP untuk melakukan efisiensi beberapa  program yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasi  produksi. PEP tetap menjalankan WP&amp;amp;B dengan pelaksanaan seefektif  mungkin. Tidak ada pembatasan biaya sepanjang setiap biaya yang  dikeluarkan berdampak pada peningkatan kinerja, produksi, cadangan,  HSSE.

&quot;Hal-Hal yang tidak berhubungan dengan produksi dan peningkatan cadangan dan sebagainya, ya kita tidak lakukan,&amp;rdquo; katanya.

Nanang mencontohkan, target 108 sumur pengembangan PEP tahun ini  hingga completion, bukan hanya sampai tajak. Hal ini dikarenakan hasil  dari pemboran sumur tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap  pencapaian angka produksi yang sudah ditetapkan pada tahun berjalan.

Pemboran yang dilakukan di awal, tengah dan akhir tahun akan  menghasilkan kontribusi yang berbeda. Karena itu, manajemen PEP minta  pengeboran sumur pengembangan dilakukan secara agresif di awal tahun  supaya kontribusinya panjang.

Kegiatan eksplorasi juga sama. Menurut Nanang, ada 11 sumur selesai  sampai completion. FM dan GM harus  mengkalkulasi sumber daya yang  didapatkan (2C) dari hasil kegiatan eksplorasi, termasuk survei seismik  ada 2D dan 3D dijalankan.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) meningkatkan produksi minyak dan gas bumi serta mendukung pencapaian  1 juta barel (BOPD) minyak pada 2030 yang menjadi visi SKK Migas di tengah tren penurunan harga minyak global.

PEP memproyeksikan tahun ini produksi minyak rata-rata 85.000 BOPD. Ini berasal dari PEP Asset 5 sebesar 18.478 BOPD, PEP Asset 2 sebesar 17.985 BOPD, PEP Asset 4 sebesar 16.403 BOPD, serta PEP Asset 1 sebesar 14.624 BOPD dan PEP Asset 3 sebanyak 13.656 BOPD dan Business Partnership 3.853 BOPD.
Baca Juga: 8 Usulan demi Target Lifting Minyak 1 Juta Barel per Hari
Sedangkan gas diproyeksikan sebanyak 932 MMSCFD. Target produksi ini berasal dari PEP Asset 2 sebesar 362 MMSCFD, PEP Asset 3 sebesr 279 MMSCFD, PEP ASSET 4 sebear 170 MMSCFD, dan PEP Asset 1 sebesar 90 MMSCFD. Sisanya beraal dari PEP Asset 5 sebesar 16 MMSCFD dan Business Partnership 15 MMSCFD.

&quot;Kita tetap fokus melaksanakan work program dan budget (WP&amp;amp;B) dan mengeksekusinya dengan catatan kita lebih concern, aware terhadap cost,&amp;rdquo; ujar Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).
Baca Juga: Fakta-Fakta RI Ingin Kembalikan Target 1 Juta Barel Minyak per Hari
Menurut Nanang, kondisi perekonomian dunia saat ini sulit sehingga harga minyak ikut tertekan. Pada perdagangan Selasa (10/3), harga minyak WTI sempat menembus USD27,2 per dolar kendati naik kembali. Pada Rabu (11/3), harga WTI sudah naik lagi menjadi USD35,43 per barel dan Brent USD38,6 per barel.

Tren harga minyak saat ini belum bisa ditentukan apakah akan berlangsung lama, pendek atau akan rebound. Kondisi ini diperparah dengan wabah virus korona atau covid-19 yang melanda beberapa negara terutama China. Tapi Nanang masih optimis jika harga minyak nantinya akan naik lagi.
Menurut dia, saat ini adalah momentum yang menantang (challenge) bagi  industri hulu migas. Dalam kondisi tersebut,  PEP dan KKKS diuji dengan  kondisi supaya tetap bertahan.

&amp;ldquo;Strateginya adalah tetap utamakan keselamatan kerja plus cost effectiveness, baru yang lainnya,&amp;rdquo; ujar dia.

Nanang optimistis PEP bisa melalui masa sulit akibat penurunan harga  minyak dunia yang terjadi dengan sangat cepat dalam beberapa hari  terakhir. Apalagi PEP memiliki pengalaman operasi di tengah rendahnya  harga minyak sehingga kondisi saat ini bukan hal yang terlalu  mengejutkan. PEP telah menyiapkan strategi jika kondisi anjloknya harga  minyak terus berlangsung dalam waktu yang tidak lama.

Dia meminta para field manajer (FM) dan general manager (GM) sebagai  perpanjangan tangan manajemen  PEP untuk melakukan efisiensi beberapa  program yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasi  produksi. PEP tetap menjalankan WP&amp;amp;B dengan pelaksanaan seefektif  mungkin. Tidak ada pembatasan biaya sepanjang setiap biaya yang  dikeluarkan berdampak pada peningkatan kinerja, produksi, cadangan,  HSSE.

&quot;Hal-Hal yang tidak berhubungan dengan produksi dan peningkatan cadangan dan sebagainya, ya kita tidak lakukan,&amp;rdquo; katanya.

Nanang mencontohkan, target 108 sumur pengembangan PEP tahun ini  hingga completion, bukan hanya sampai tajak. Hal ini dikarenakan hasil  dari pemboran sumur tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap  pencapaian angka produksi yang sudah ditetapkan pada tahun berjalan.

Pemboran yang dilakukan di awal, tengah dan akhir tahun akan  menghasilkan kontribusi yang berbeda. Karena itu, manajemen PEP minta  pengeboran sumur pengembangan dilakukan secara agresif di awal tahun  supaya kontribusinya panjang.

Kegiatan eksplorasi juga sama. Menurut Nanang, ada 11 sumur selesai  sampai completion. FM dan GM harus  mengkalkulasi sumber daya yang  didapatkan (2C) dari hasil kegiatan eksplorasi, termasuk survei seismik  ada 2D dan 3D dijalankan.
</content:encoded></item></channel></rss>
