<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Risiko Bisnis Sampingan, Kurang Modal hingga Waktu Terbatas</title><description>Menjalankan bisnis sampingan memang bisa menjadi senjata ampuh menangkis dampak krisis bagi pekerja kantoran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/15/320/2183744/risiko-bisnis-sampingan-kurang-modal-hingga-waktu-terbatas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/15/320/2183744/risiko-bisnis-sampingan-kurang-modal-hingga-waktu-terbatas"/><item><title>Risiko Bisnis Sampingan, Kurang Modal hingga Waktu Terbatas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/15/320/2183744/risiko-bisnis-sampingan-kurang-modal-hingga-waktu-terbatas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/15/320/2183744/risiko-bisnis-sampingan-kurang-modal-hingga-waktu-terbatas</guid><pubDate>Minggu 15 Maret 2020 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/15/320/2183744/risiko-bisnis-sampingan-kurang-modal-hingga-waktu-terbatas-aeApCmgSGY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/15/320/2183744/risiko-bisnis-sampingan-kurang-modal-hingga-waktu-terbatas-aeApCmgSGY.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menjalankan bisnis sampingan memang bisa menjadi senjata ampuh menangkis dampak krisis bagi pekerja kantoran. Bisnis ini bisa menjadi lahan yang menggiurkan.
Mengutip dari buku 'Jadi Jutawan Dari Bisnis Sampingan' karya Vicynthia, seperti bisnis lainnya, pekerjaan ini memiliki risiko yang kadang justru mengancam sehingga sebagian orang enggan berbisnis sampingan. Berbagai hambatan dan ketakutan sebelum memulai bisnis sampingan antara lain :
Baca juga: Keunggulan Bisnis Budidaya Ikan Lele, Apa Saja?
- Kurangnya modal. Hal ini disebabkan gaji yang diterima tidak mencukupi untuk membangun usaha sendiri. Alasan lainnya karena tabungan yang sudah menipis, karena terpakai untuk berbagai keperluan lain yang juga mendesak.
- Waktu luang terbatas. Jika tidak ada waktu yang cukup, kita akan kesulitan menjalankan pekerjaan sambilan. Banyak hal yang bisa saja terlewati karena kurangnya waktu.
- Perhatian terbagi-bagi. Tenaga dan pikiran kita sudah terkuras oleh berbagai persoalan yang terjadi kantor dan mungkin di keluarga. Jika sulit untuk memfokuskan diri pada hal baru seperti pekerjaan sampingan. Apalagi jika usia sudah bertambah tua, tenaga dan pikiran sudah tak semaksimal ketika masih muda dan produktif.
Baca juga: Gurihnya Bisnis Mi Ayam, Jangan Lupa Lakukan Promosi
- Kurangnya motivasi. Kurangnya semangat lemahnya motivasi dan kaburnya tujuan bisa menghambat untuk berkembang. Ditambah dengan adanya pikiran-pikiran sebelum mencoba, misalnya takut rugi, mempunyai utang, takut bangkrut, dan banyak pesaing.
- Bingung memilih. Banyak pilihan bisnis sampingan membuat seseorang bingung untuk menentukan bisnis yang ingin diambil. Dan akhirnya batal melakukan usaha sambilan dengan alasan bingung mencari pekerjaan yang cocok.
- Kurang ahli di bidang bisnis yang dipilih. Hal ini bisa saja  terjadi karena menyukai bidang bisnis tersebut namun tidak pernah  mempelajarinya dengan serius. Misalnya, seorang karyawan tertarik untuk  melakukan onlin marketing karena cukup menjanjikan, namun ia tidak  mengetahui cara-cara untuk mempromosikannya dirinya atau  barang-barangnya lewat online marketing.
- Dilarang oleh manajemen kantor. Alasan yang diberikan perusahaan  agar karyawan benar-benar fokus dengan pekerjaan kantor tanpa terganggu  oleh kesibukan-kesibukan lainnya. Meskipun begitu, masih ada perusahaan  yang mengizinkan karyawannya untuk melakukan pekerjaan sampingan yang  sifatnya sederhana.
- Kurang dukungan keluarga. Misalnya ketika seseorang harus  menggunakan sebagian wilayah rumahnya untuk membuka usaha, anggota  keluarnya tidak setuju karena berbagai alasan. Mereka pun bisa saja  menolak membantu menjaga barang-barang yang akan dijual di rumah.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjalankan bisnis sampingan memang bisa menjadi senjata ampuh menangkis dampak krisis bagi pekerja kantoran. Bisnis ini bisa menjadi lahan yang menggiurkan.
Mengutip dari buku 'Jadi Jutawan Dari Bisnis Sampingan' karya Vicynthia, seperti bisnis lainnya, pekerjaan ini memiliki risiko yang kadang justru mengancam sehingga sebagian orang enggan berbisnis sampingan. Berbagai hambatan dan ketakutan sebelum memulai bisnis sampingan antara lain :
Baca juga: Keunggulan Bisnis Budidaya Ikan Lele, Apa Saja?
- Kurangnya modal. Hal ini disebabkan gaji yang diterima tidak mencukupi untuk membangun usaha sendiri. Alasan lainnya karena tabungan yang sudah menipis, karena terpakai untuk berbagai keperluan lain yang juga mendesak.
- Waktu luang terbatas. Jika tidak ada waktu yang cukup, kita akan kesulitan menjalankan pekerjaan sambilan. Banyak hal yang bisa saja terlewati karena kurangnya waktu.
- Perhatian terbagi-bagi. Tenaga dan pikiran kita sudah terkuras oleh berbagai persoalan yang terjadi kantor dan mungkin di keluarga. Jika sulit untuk memfokuskan diri pada hal baru seperti pekerjaan sampingan. Apalagi jika usia sudah bertambah tua, tenaga dan pikiran sudah tak semaksimal ketika masih muda dan produktif.
Baca juga: Gurihnya Bisnis Mi Ayam, Jangan Lupa Lakukan Promosi
- Kurangnya motivasi. Kurangnya semangat lemahnya motivasi dan kaburnya tujuan bisa menghambat untuk berkembang. Ditambah dengan adanya pikiran-pikiran sebelum mencoba, misalnya takut rugi, mempunyai utang, takut bangkrut, dan banyak pesaing.
- Bingung memilih. Banyak pilihan bisnis sampingan membuat seseorang bingung untuk menentukan bisnis yang ingin diambil. Dan akhirnya batal melakukan usaha sambilan dengan alasan bingung mencari pekerjaan yang cocok.
- Kurang ahli di bidang bisnis yang dipilih. Hal ini bisa saja  terjadi karena menyukai bidang bisnis tersebut namun tidak pernah  mempelajarinya dengan serius. Misalnya, seorang karyawan tertarik untuk  melakukan onlin marketing karena cukup menjanjikan, namun ia tidak  mengetahui cara-cara untuk mempromosikannya dirinya atau  barang-barangnya lewat online marketing.
- Dilarang oleh manajemen kantor. Alasan yang diberikan perusahaan  agar karyawan benar-benar fokus dengan pekerjaan kantor tanpa terganggu  oleh kesibukan-kesibukan lainnya. Meskipun begitu, masih ada perusahaan  yang mengizinkan karyawannya untuk melakukan pekerjaan sampingan yang  sifatnya sederhana.
- Kurang dukungan keluarga. Misalnya ketika seseorang harus  menggunakan sebagian wilayah rumahnya untuk membuka usaha, anggota  keluarnya tidak setuju karena berbagai alasan. Mereka pun bisa saja  menolak membantu menjaga barang-barang yang akan dijual di rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
