<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Negara hingga Februari 2020 Alami Penurunan, Ini Alasannya</title><description>Penerimaan negara hingga Februari 2020 mengalami pertumbuhan negatif. Di mana, Penerimaan negara tumbuh minus 0,5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185357/penerimaan-negara-hingga-februari-2020-alami-penurunan-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185357/penerimaan-negara-hingga-februari-2020-alami-penurunan-ini-alasannya"/><item><title>Penerimaan Negara hingga Februari 2020 Alami Penurunan, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185357/penerimaan-negara-hingga-februari-2020-alami-penurunan-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185357/penerimaan-negara-hingga-februari-2020-alami-penurunan-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 18 Maret 2020 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/18/20/2185357/penerimaan-negara-hingga-februari-2020-alami-penurunan-ini-alasannya-y9lUxfrv9x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/18/20/2185357/penerimaan-negara-hingga-februari-2020-alami-penurunan-ini-alasannya-y9lUxfrv9x.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penerimaan negara hingga Februari 2020 mengalami pertumbuhan negatif. Di mana, Penerimaan negara tumbuh minus 0,5%.

Menteri Sri Mulyani mengatakan, pendapatan negara hingga akhir Febuari tercatat Rp216,6 triliun atau 9,7% dari target APBN 2020. Hal ini dikarenakan adanya penurunan dari sisi Perpajakan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran Penanganan Virus Corona di Indonesia Diperkirakan SebesarRp27 Triliun
&quot;Dari sisi perpajakan telah dikumpulkan Rp178 triliun, atau 9,95% dari target. dalam hal ini untuk pendapatan perpajakan masih tumbuh 0,3%. ini juga lebih lemah dibandingkan tahun lalu dengan growth pendpatan negara 10,1%,&quot; ujarnya dalam tele conference, Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Sementara itu, hingga saat ini pajak yang sudah terkumpul hingga Februari 2020 adalah Rp152,9 triliun atau 9,33% dari target APBN 2020. &quot;Artinya pertumbuhan penerimaan pajak adalah -5%. tahun lalu pertumbuhan pajak positif 4,7%,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Keuangan Sri Mulyani Siapkan Anggaran Penanganan Virus Korona
Sementara itu, lanjut Sri, bea cukai masih tumbuh 51,5%. Di mana penerimaan bea cukai mencapai Rp25 triliun atau 11,2% dari APBN.

&quot;Bea cukai mengalami pertumbuhan 51,5% meloncat dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 120% ini bukan suatu yang mengagetkan dari tahun lalu. ini ada hubungan dengan PMK yang mengatur pembayaran bulan Januari,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penerimaan negara hingga Februari 2020 mengalami pertumbuhan negatif. Di mana, Penerimaan negara tumbuh minus 0,5%.

Menteri Sri Mulyani mengatakan, pendapatan negara hingga akhir Febuari tercatat Rp216,6 triliun atau 9,7% dari target APBN 2020. Hal ini dikarenakan adanya penurunan dari sisi Perpajakan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran Penanganan Virus Corona di Indonesia Diperkirakan SebesarRp27 Triliun
&quot;Dari sisi perpajakan telah dikumpulkan Rp178 triliun, atau 9,95% dari target. dalam hal ini untuk pendapatan perpajakan masih tumbuh 0,3%. ini juga lebih lemah dibandingkan tahun lalu dengan growth pendpatan negara 10,1%,&quot; ujarnya dalam tele conference, Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Sementara itu, hingga saat ini pajak yang sudah terkumpul hingga Februari 2020 adalah Rp152,9 triliun atau 9,33% dari target APBN 2020. &quot;Artinya pertumbuhan penerimaan pajak adalah -5%. tahun lalu pertumbuhan pajak positif 4,7%,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Keuangan Sri Mulyani Siapkan Anggaran Penanganan Virus Korona
Sementara itu, lanjut Sri, bea cukai masih tumbuh 51,5%. Di mana penerimaan bea cukai mencapai Rp25 triliun atau 11,2% dari APBN.

&quot;Bea cukai mengalami pertumbuhan 51,5% meloncat dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 120% ini bukan suatu yang mengagetkan dari tahun lalu. ini ada hubungan dengan PMK yang mengatur pembayaran bulan Januari,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
