<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Penerimaan Pajak Rendah, Sri Mulyani: PPh Migas Anjlok 36,8%</title><description>Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Februari 2020 masih mengalami minus 5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185361/realisasi-penerimaan-pajak-rendah-sri-mulyani-pph-migas-anjlok-36-8</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185361/realisasi-penerimaan-pajak-rendah-sri-mulyani-pph-migas-anjlok-36-8"/><item><title>Realisasi Penerimaan Pajak Rendah, Sri Mulyani: PPh Migas Anjlok 36,8%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185361/realisasi-penerimaan-pajak-rendah-sri-mulyani-pph-migas-anjlok-36-8</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185361/realisasi-penerimaan-pajak-rendah-sri-mulyani-pph-migas-anjlok-36-8</guid><pubDate>Rabu 18 Maret 2020 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/18/20/2185361/realisasi-penerimaan-pajak-rendah-sri-mulyani-pph-migas-anjlok-36-8-l1sRkOizAO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/18/20/2185361/realisasi-penerimaan-pajak-rendah-sri-mulyani-pph-migas-anjlok-36-8-l1sRkOizAO.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Februari 2020 masih mengalami minus 5%. Di mana, realisasinya mencapai Rp152,9 triliun atau 9,3% dari target APBN 2020.

Menteri Keuangan mengatakan, penerimaan pajak ini dikarenakan penurunan harga minyak yang berdampak kepada PPh Migas. PPh migas hingga Februari 2020 terkumpul Rp6,6 triliun atau 11,6% terhadap APBN 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Jamin Ketersediaan Anggaran untuk Penanganan Covid-19
&quot;Untuk pajak migas akan keliatan, karena yang kena harga minyak turun,&quot; ujarnya dalam tele conference, Jakarta, Kamis (18/3/2020).

Walaupun Rupiah masih kuat di Februari, dirinya mengatakan bahwa produksi dari minyak dan gas tercatat lebih rendah. Bahkan liftingnya lebih rendah dari asumsi makro 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran Dana BOS Kini Lebih Ringkas
&quot;Ini menyebabkan penerimaan pajak PPh migas kita drop sangat dalam minus 36,8% dari tahun lalu,&quot; ujarnya.

Padahal, pada taun 2019 pada periode yang sama PPh Migas tumbuh 34,8%. &quot;Dari sisi pajak ini kami merasakan betul SDA terutama migas menurun sangat tajam dari migas,&quot; ujarnya.

Sementara itu, realisasi penerimaan pajak dari nonmigas masih cukup baik. PPh nonmigas ini tumbuh negatif 3%. Sedangkan PPN masih negatif 2,7% dan PBB naik 95%.

&quot;Untuk cukai dengan februari terjadi lonjakan penerimaan Rp19,1 triliun dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp10 triliun,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Februari 2020 masih mengalami minus 5%. Di mana, realisasinya mencapai Rp152,9 triliun atau 9,3% dari target APBN 2020.

Menteri Keuangan mengatakan, penerimaan pajak ini dikarenakan penurunan harga minyak yang berdampak kepada PPh Migas. PPh migas hingga Februari 2020 terkumpul Rp6,6 triliun atau 11,6% terhadap APBN 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Jamin Ketersediaan Anggaran untuk Penanganan Covid-19
&quot;Untuk pajak migas akan keliatan, karena yang kena harga minyak turun,&quot; ujarnya dalam tele conference, Jakarta, Kamis (18/3/2020).

Walaupun Rupiah masih kuat di Februari, dirinya mengatakan bahwa produksi dari minyak dan gas tercatat lebih rendah. Bahkan liftingnya lebih rendah dari asumsi makro 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran Dana BOS Kini Lebih Ringkas
&quot;Ini menyebabkan penerimaan pajak PPh migas kita drop sangat dalam minus 36,8% dari tahun lalu,&quot; ujarnya.

Padahal, pada taun 2019 pada periode yang sama PPh Migas tumbuh 34,8%. &quot;Dari sisi pajak ini kami merasakan betul SDA terutama migas menurun sangat tajam dari migas,&quot; ujarnya.

Sementara itu, realisasi penerimaan pajak dari nonmigas masih cukup baik. PPh nonmigas ini tumbuh negatif 3%. Sedangkan PPN masih negatif 2,7% dan PBB naik 95%.

&quot;Untuk cukai dengan februari terjadi lonjakan penerimaan Rp19,1 triliun dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp10 triliun,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
