<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jika Lockdown, Sri Mulyani Sudah Siapkan Anggarannya</title><description>Kementerian Keuangan menyiapkan beberapa skema jika virus corona (Covid-19) semakin merebak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185451/jika-lockdown-sri-mulyani-sudah-siapkan-anggarannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185451/jika-lockdown-sri-mulyani-sudah-siapkan-anggarannya"/><item><title>Jika Lockdown, Sri Mulyani Sudah Siapkan Anggarannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185451/jika-lockdown-sri-mulyani-sudah-siapkan-anggarannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/18/20/2185451/jika-lockdown-sri-mulyani-sudah-siapkan-anggarannya</guid><pubDate>Rabu 18 Maret 2020 19:49 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/18/20/2185451/jika-lockdown-sri-mulyani-sudah-siap-kan-anggarannya-zolvjwIjEK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Dok. Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/18/20/2185451/jika-lockdown-sri-mulyani-sudah-siap-kan-anggarannya-zolvjwIjEK.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Dok. Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan menyiapkan beberapa skema jika virus corona (Covid-19) semakin merebak. Termasuk jika pemerintah harus menutup total atau lockdown suatu daerah agar virus corona tidak menyebar.
Untuk diketahui, lockdown adalah sebuah situasi ketika orang tidak diperbolehkan untuk masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan dengan bebas, karena alasan sesuatu yang darurat. Keputusan lockdown atau penguncian bisa dilakukan di tingkat kota maupun negara.
Sejauh ini ada beberapa negara yang sudah memutuskan untuk melakukan lockdown akibat virus corona. Misalnya saja Italia, China, Denmark, Filipina, dan Irlandia hingga Belgia.
Baca juga: Siapkan Stimulus Ketiga Tangkal Corona, Sri Mulyani: Fokus di Kesehatan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya telah memikirkan langkah-langkah jika nanti situasi semakin memburuk. Termasuk juga ketersediaan anggaran ketika keputusan lock down akan dilakukan pemerintah/
&quot;Pasti akan disiapkan jadi untuk memutuskan suatu daerah apakah akan dilakukan suatu isolasi pasti sudah dipikirkan juga bagaimana supportingnya bahkan sampai masalah di desa, kalau di desa atau tempat yang pemukimannya cukup padat sehingga social distanciang yang sulit,&quot; ujarnya dalam video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).
Baca juga: Anggaran Penanganan Virus Corona di Indonesia Diperkirakan Sebesar Rp27 Triliun
Menurut Sri Mulyani, anggaran yang disiapkan juga termasuk untuk memastikan ketersediaan sumber daya seperti bahan makanan bisa tercukupi. Sehingga masyarakat tidak mengalami kepanikan ketika situasi lock down harus dilakukan.
&quot;Seluruh posibilitas akan terus dilihat dalam situasi ini, kita terus mendukung agar mereka jangan sampai mereka merasa karena kekurangan recources. Ini bukan masalah uang tapi apakah ada orangnya nggak yang mau melakukan isolated seperti China,&quot; jelasnyaMantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga terus berkoordinasi  dengan pemerintah daerah untuk bereaksi secara cepat untuk meminimalkan  penularan virus corona. Dirinya meminta agar sosialisasi penyebaran  virus corona ini bisa terus dilakukan kepada masyarakat.
&quot;Jadi leadership tiap pemda sangat penting untuk minimalkan  penularan, penyebaran, dan untuk bisa menciptakan mekanisme respons  efektif, apakah self isolation, karantina, atau masuk puskesmas, rumah  sakit, itu pilihan-pilihan yang kita lihat,&quot; kata Sri Mulyani.
Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, dirinya menyebut jika lockdown  ini akan kemungkinan kecil dilakukan. Pasalnya Badan Nasional  Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membentuk gugusan tugas dalam  mengganti adanya
&quot;Sekarang kan yang sudah ada adalah satuan gugus tugas, jadi saya  akan terus berkoordinasi dengan BNPB dan Kemenkes dan lainnya untuk  melihat ini penanganan Corona akan seperti apa,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan menyiapkan beberapa skema jika virus corona (Covid-19) semakin merebak. Termasuk jika pemerintah harus menutup total atau lockdown suatu daerah agar virus corona tidak menyebar.
Untuk diketahui, lockdown adalah sebuah situasi ketika orang tidak diperbolehkan untuk masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan dengan bebas, karena alasan sesuatu yang darurat. Keputusan lockdown atau penguncian bisa dilakukan di tingkat kota maupun negara.
Sejauh ini ada beberapa negara yang sudah memutuskan untuk melakukan lockdown akibat virus corona. Misalnya saja Italia, China, Denmark, Filipina, dan Irlandia hingga Belgia.
Baca juga: Siapkan Stimulus Ketiga Tangkal Corona, Sri Mulyani: Fokus di Kesehatan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya telah memikirkan langkah-langkah jika nanti situasi semakin memburuk. Termasuk juga ketersediaan anggaran ketika keputusan lock down akan dilakukan pemerintah/
&quot;Pasti akan disiapkan jadi untuk memutuskan suatu daerah apakah akan dilakukan suatu isolasi pasti sudah dipikirkan juga bagaimana supportingnya bahkan sampai masalah di desa, kalau di desa atau tempat yang pemukimannya cukup padat sehingga social distanciang yang sulit,&quot; ujarnya dalam video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).
Baca juga: Anggaran Penanganan Virus Corona di Indonesia Diperkirakan Sebesar Rp27 Triliun
Menurut Sri Mulyani, anggaran yang disiapkan juga termasuk untuk memastikan ketersediaan sumber daya seperti bahan makanan bisa tercukupi. Sehingga masyarakat tidak mengalami kepanikan ketika situasi lock down harus dilakukan.
&quot;Seluruh posibilitas akan terus dilihat dalam situasi ini, kita terus mendukung agar mereka jangan sampai mereka merasa karena kekurangan recources. Ini bukan masalah uang tapi apakah ada orangnya nggak yang mau melakukan isolated seperti China,&quot; jelasnyaMantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga terus berkoordinasi  dengan pemerintah daerah untuk bereaksi secara cepat untuk meminimalkan  penularan virus corona. Dirinya meminta agar sosialisasi penyebaran  virus corona ini bisa terus dilakukan kepada masyarakat.
&quot;Jadi leadership tiap pemda sangat penting untuk minimalkan  penularan, penyebaran, dan untuk bisa menciptakan mekanisme respons  efektif, apakah self isolation, karantina, atau masuk puskesmas, rumah  sakit, itu pilihan-pilihan yang kita lihat,&quot; kata Sri Mulyani.
Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, dirinya menyebut jika lockdown  ini akan kemungkinan kecil dilakukan. Pasalnya Badan Nasional  Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membentuk gugusan tugas dalam  mengganti adanya
&quot;Sekarang kan yang sudah ada adalah satuan gugus tugas, jadi saya  akan terus berkoordinasi dengan BNPB dan Kemenkes dan lainnya untuk  melihat ini penanganan Corona akan seperti apa,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
