<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   BI Terus Pantau Dampak Ekonomi Wabah Covid-19</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akan terus memantau kondisi ekonomi dunia karena dampak penyebaran virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/19/20/2185873/bi-terus-pantau-dampak-ekonomi-wabah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/19/20/2185873/bi-terus-pantau-dampak-ekonomi-wabah-covid-19"/><item><title>   BI Terus Pantau Dampak Ekonomi Wabah Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/19/20/2185873/bi-terus-pantau-dampak-ekonomi-wabah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/19/20/2185873/bi-terus-pantau-dampak-ekonomi-wabah-covid-19</guid><pubDate>Kamis 19 Maret 2020 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/19/20/2185873/bi-terus-pantau-dampak-ekonomi-wabah-covid-19-ldLfljvzXl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/19/20/2185873/bi-terus-pantau-dampak-ekonomi-wabah-covid-19-ldLfljvzXl.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akan terus memantau kondisi ekonomi dunia karena dampak penyebaran virus corona atau covid-19 yang terus meluas.
Baca Juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Jadi 4,5% Dampak Covid-19
Perry mengakui virus corona telah menekan sejumlah mata uang di dunia termasuk Rupiah di Indonesia.

&amp;ldquo;Kami terus melakukan langkah penyebaran virus corona dengan pemerintah, OJK dan LPS. Kami terus memantau dan mencermati dan menempuh langkah yang diperlukan dalam memitigasi dampak covid-19 terhadap makro ekonomi, sistem keuangan dan ekonomi kita,&amp;rdquo; ucap Perry saat telekonferensi di Jakarta, Kamis (19/3/2020).
Baca Juga: Menuju Rp16.000/USD, #RupiahAmbyar Jadi Trending Topic
Saat ini Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tengah menuju Rp16.000 per USD. Di mana saat ini Rupiah berada di Rp15.712 per USD menurut referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI).

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,75%
Perry menjelaskan, keputusan bank sentral menurunkan suku bunga  dikarenakan sejalan dengan kondisi global. Di mana saat ini perekonomian  global masih dalam kondisi ketidakpastian.

&quot;Ke depan dan momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah  ketidakpastian pasar keuangan global. Suku bunga ditahan karena ekonomi  Indonesia terkendali berkat kebijakan makrofundamental,&quot; jelasnya.

Perry menambahkan, strategi moneter perlu dilakukan untuk menjaga  kecukupan likuiditas di pergantian tahun. Selain itu hal tersebut juga  dilakukan jntu mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

&quot;Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong  penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi  perekonomian,&quot; kata Perry.

</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akan terus memantau kondisi ekonomi dunia karena dampak penyebaran virus corona atau covid-19 yang terus meluas.
Baca Juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Jadi 4,5% Dampak Covid-19
Perry mengakui virus corona telah menekan sejumlah mata uang di dunia termasuk Rupiah di Indonesia.

&amp;ldquo;Kami terus melakukan langkah penyebaran virus corona dengan pemerintah, OJK dan LPS. Kami terus memantau dan mencermati dan menempuh langkah yang diperlukan dalam memitigasi dampak covid-19 terhadap makro ekonomi, sistem keuangan dan ekonomi kita,&amp;rdquo; ucap Perry saat telekonferensi di Jakarta, Kamis (19/3/2020).
Baca Juga: Menuju Rp16.000/USD, #RupiahAmbyar Jadi Trending Topic
Saat ini Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tengah menuju Rp16.000 per USD. Di mana saat ini Rupiah berada di Rp15.712 per USD menurut referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI).

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,75%
Perry menjelaskan, keputusan bank sentral menurunkan suku bunga  dikarenakan sejalan dengan kondisi global. Di mana saat ini perekonomian  global masih dalam kondisi ketidakpastian.

&quot;Ke depan dan momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah  ketidakpastian pasar keuangan global. Suku bunga ditahan karena ekonomi  Indonesia terkendali berkat kebijakan makrofundamental,&quot; jelasnya.

Perry menambahkan, strategi moneter perlu dilakukan untuk menjaga  kecukupan likuiditas di pergantian tahun. Selain itu hal tersebut juga  dilakukan jntu mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

&quot;Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong  penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi  perekonomian,&quot; kata Perry.

</content:encoded></item></channel></rss>
