<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minggu IV Maret, Inflasi Diperkirakan Sebesar 0,13%</title><description>Penyumbang inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas emas perhiasan 0,06%, jeruk 0,04%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/20/2189905/minggu-iv-maret-inflasi-diperkirakan-sebesar-0-13</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/20/2189905/minggu-iv-maret-inflasi-diperkirakan-sebesar-0-13"/><item><title>Minggu IV Maret, Inflasi Diperkirakan Sebesar 0,13%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/20/2189905/minggu-iv-maret-inflasi-diperkirakan-sebesar-0-13</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/20/2189905/minggu-iv-maret-inflasi-diperkirakan-sebesar-0-13</guid><pubDate>Jum'at 27 Maret 2020 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/27/20/2189905/minggu-iv-maret-inflasi-diperkirakan-sebesar-0-13-ilSSDr0Uo4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Minggu IV Maret 2020. (Foto: Okezone.com/Halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/27/20/2189905/minggu-iv-maret-inflasi-diperkirakan-sebesar-0-13-ilSSDr0Uo4.jpg</image><title>Inflasi Minggu IV Maret 2020. (Foto: Okezone.com/Halomoney)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat  inflasi Maret 2020 sampai dengan minggu keempat diperkirakan sebesar 0,13% (mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Maret 2020.
Mengutip keterangan BI, Jumat (27/3/2020), inflasi pada minggu keempat bulan ini diperkirakan lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sehingga secara tahun kalender sebesar 0,80% (ytd), dan secara tahunan sebesar 3,00% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Tetap Aman Meskipun Rupiah Dekati Rp17.000/USD, Kok Bisa?
Adapun penyumbang inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas emas perhiasan 0,06%, jeruk 0,04%, telur ayam ras 0,03%, gula pasir 0,03%, bawang merah 0,02%, kangkung, bayam, nasi dengan lauk dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,01% mtm.
Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi yaitu cabai merah -0,09%, cabai rawit -0,03%, bawang putih, tomat, daging ayam ras, minyak goreng dan angkutan udara masing-masing sebesar aa -0,01% mtm.
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Maret Diprediksi Rendah, Gubernur BI: Masyarakat Tak Perlu Panik Nubruk-Nubruk
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya antara lain emas perhiasan, gula pasir, jeruk dan bawang merah. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah.
BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat  inflasi Maret 2020 sampai dengan minggu keempat diperkirakan sebesar 0,13% (mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Maret 2020.
Mengutip keterangan BI, Jumat (27/3/2020), inflasi pada minggu keempat bulan ini diperkirakan lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sehingga secara tahun kalender sebesar 0,80% (ytd), dan secara tahunan sebesar 3,00% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Tetap Aman Meskipun Rupiah Dekati Rp17.000/USD, Kok Bisa?
Adapun penyumbang inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas emas perhiasan 0,06%, jeruk 0,04%, telur ayam ras 0,03%, gula pasir 0,03%, bawang merah 0,02%, kangkung, bayam, nasi dengan lauk dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,01% mtm.
Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi yaitu cabai merah -0,09%, cabai rawit -0,03%, bawang putih, tomat, daging ayam ras, minyak goreng dan angkutan udara masing-masing sebesar aa -0,01% mtm.
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Maret Diprediksi Rendah, Gubernur BI: Masyarakat Tak Perlu Panik Nubruk-Nubruk
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya antara lain emas perhiasan, gula pasir, jeruk dan bawang merah. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah.
BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
