<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar Lesu Tertekan Data Pengangguran AS</title><description>Indeks dolar AS kehilangan kekuatan pada perdagangan kemarin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/278/2189662/indeks-dolar-lesu-tertekan-data-pengangguran-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/278/2189662/indeks-dolar-lesu-tertekan-data-pengangguran-as"/><item><title>Indeks Dolar Lesu Tertekan Data Pengangguran AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/278/2189662/indeks-dolar-lesu-tertekan-data-pengangguran-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/278/2189662/indeks-dolar-lesu-tertekan-data-pengangguran-as</guid><pubDate>Jum'at 27 Maret 2020 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/27/278/2189662/indeks-dolar-lesu-tertekan-data-pengangguran-as-dmWX7nVucN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/27/278/2189662/indeks-dolar-lesu-tertekan-data-pengangguran-as-dmWX7nVucN.jpeg</image><title>Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks dolar AS kehilangan kekuatan pada perdagangan kemarin. Dolar AS melemah setelah data menunjukkan rekor lonjakan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran karena wabah koronavirus.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, didaftarkan pada 3.283.000 dalam pekan yang berakhir 21 Maret, meningkat 3.001.000 dari tingkat revisi pekan sebelumnya Kamis. Angka itu dengan mudah melampaui konsensus pasar.
Baca Juga: Stimulus USD2 Triliun Tak Mampu Bikin Dolar AS Menguat, Kenapa?
 
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 1,67% menjadi 99,3761 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1040 dari USD1,0867 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2151 dari USD1,1870 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik hingga USD0,6080 dari USD0,5960.
Baca Juga: Dolar AS Ditutup Melemah di Tengah Investor Menanti Kebijakan Stimulus
 
Dolar AS dibeli 109,23 yen Jepang, lebih rendah dari 111,36 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9622 franc Swiss dari 0,9779 franc Swiss, dan turun menjadi 1,4029 dolar Kanada dari 1,4204 dolar Kanada, demikian dilansir dari Xinhua, Jumat (27/3/2020).</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks dolar AS kehilangan kekuatan pada perdagangan kemarin. Dolar AS melemah setelah data menunjukkan rekor lonjakan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran karena wabah koronavirus.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, didaftarkan pada 3.283.000 dalam pekan yang berakhir 21 Maret, meningkat 3.001.000 dari tingkat revisi pekan sebelumnya Kamis. Angka itu dengan mudah melampaui konsensus pasar.
Baca Juga: Stimulus USD2 Triliun Tak Mampu Bikin Dolar AS Menguat, Kenapa?
 
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 1,67% menjadi 99,3761 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1040 dari USD1,0867 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2151 dari USD1,1870 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik hingga USD0,6080 dari USD0,5960.
Baca Juga: Dolar AS Ditutup Melemah di Tengah Investor Menanti Kebijakan Stimulus
 
Dolar AS dibeli 109,23 yen Jepang, lebih rendah dari 111,36 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9622 franc Swiss dari 0,9779 franc Swiss, dan turun menjadi 1,4029 dolar Kanada dari 1,4204 dolar Kanada, demikian dilansir dari Xinhua, Jumat (27/3/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
