<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Virus Corona di Papua, Pembangunan Infrastruktur PON XX 2020 Tetap Jalan</title><description>Kementerian PUPR tetap  menyelesaikan pembangunan arena olahraga untuk mendukung pelaksanaan PON.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/320/2189821/virus-corona-di-papua-pembangunan-infrastruktur-pon-xx-2020-tetap-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/320/2189821/virus-corona-di-papua-pembangunan-infrastruktur-pon-xx-2020-tetap-jalan"/><item><title>Virus Corona di Papua, Pembangunan Infrastruktur PON XX 2020 Tetap Jalan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/320/2189821/virus-corona-di-papua-pembangunan-infrastruktur-pon-xx-2020-tetap-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/27/320/2189821/virus-corona-di-papua-pembangunan-infrastruktur-pon-xx-2020-tetap-jalan</guid><pubDate>Jum'at 27 Maret 2020 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/27/320/2189821/virus-corona-di-papua-pembangunan-infrastruktur-pon-xx-2020-tetap-jalan-NivV8cizl3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Infrastruktur PON XX (Foto: Dok. Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/27/320/2189821/virus-corona-di-papua-pembangunan-infrastruktur-pon-xx-2020-tetap-jalan-NivV8cizl3.jpeg</image><title>Infrastruktur PON XX (Foto: Dok. Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Di tengah merebaknya pandemi Virus COVID-19 (Corona), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap menyelesaikan pembangunan arena olahraga untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020. Pembangunan empat venue olahraga tetap dikerjakan agar dapat selesai tepat waktu, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, protokol kesehatan, dan menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat maupun Daerah.
&amp;ldquo;Pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung PON XX 2020 di Papua, harus diperhatikan secara detail mulai dari tahap desain, tahap pembangunan hingga tahap pengawasannya,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari laman Kementerian PUPR, Selasa (27/3/2020).
Baca Juga: Erick Thohir Order Alat Pendeteksi Virus Corona dari Swiss 
Empat arena olahraga yang tengah dibangun Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya di Kabupaten Jayapura, yakni arena aquatic dan Istora Papua Bangkit di kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan venue Cricket dan Lapangan Hockey (indoor dan outdoor) di kompleks olahraga Doyo Baru, Distrik Waibu. Hingga 26 Maret 2020, progres pelaksanaan fisik Venue Istora mencapai 82,95%, Venue Aquatic mencapai 80,87% serta venue Cricket dan Lapangan Hockey indoor maupun outdoor mencapai 92,14%.
Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar, Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto mengatakan saat ini telah dilakukan kesepakatan bersama antara Gubernur Papua, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Bupati/Walikota serta seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Papua terkait pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan COVID-19. Dimana salah satu poinnya adalah dengan dikeluarkannya kebijakan penutupan penerbangan bandara dan pelayaran kapal penumpang di pintu-pintu masuki di Wilayah Papua.
Baca Juga: Investasi Infrastruktur Diharapkan Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Virus Korona
&amp;ldquo;Hal ini tentu akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan Venue PON dikarenakan akan terdapat kesulitan dalam pengiriman material dari luar wilayah Papua, penambahan tenaga kerja, dan mendatangkan tenaga ahli sertifikasi. Namun Kementerian PUPR tetap terus bergerak dalam rangka penyelesaian tugas negara untuk membangun Venue PON Papua tepat pada waktu,&amp;rdquo; ujar Iwan Suprijanto.
Pelaksanaan PON XX di Papua direncanakan berlangsung pada 20 Oktober &amp;ndash; 2 November tahun 2020. Pembangunan arena aquatic telah dimulai sejak Desember 2018 dan diharapkan target penyelesaian pada Juli tahun 2020 dapat dipenuhi. Biaya pembangunannya dialokasikan dari APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp401.058 miliar. Area Aquatic akan dilengkapi dengan fasilitas pool yang sesuai dengan standar Federation Internationale de Natation (FINA) yang merupakan induk organisasi internasional olahraga renang serta tata lampu berstandar field of play (FOP), alat penghitung waktu pertandingan (master clock) di lantai 1 dan lantai 2, papan skor serta tata suara, tata udara, kamera pengawas (CCTV), dan tribun penonton. Selain itu juga dilengkapi fasilitas parkir, lansekap, drainase, dan bangunan penunjang disesuaikan dengan batas kawasan.Sementara untuk pembangunan Istora Papua Bangkit telah dimulai  November 2018 dan ditargetkan selesai Juni tahun 2020. Bertindak selaku  kontraktor PT PP (Persero) dengan nilai pekerjaan Rp257,5 miliar dan  konsultan manajemen PT Virama Karya sebesar Rp4,8 miliar. Kawasan Istora  Papua Bangkit dilengkapi dengan area plaza kawasan termasuk kawasan  parkir kendaraan di dalam dan luar area istora dengan konstruksi rangka  atap pipa baja berbentuk dome yang memiliki bentangan kurang lebih 85  meter. Struktur rangka atap Venue Istora saat ini sedang dalam proses  pendaftaran Rekor MURI sebagai Rangka Atap Baja Dome dengan bentang  terpanjang di Indonesia.
Arena Aquatic dan Istora berada di kawasan Olahraga Kampung Harapan  seluas 32 Ha. Di kompleks ini juga tengah dibangun Stadion Utama Papua  Bangkit yang dilengkapi papan skor, peralatan sistem waktu, dan lampu  LED standar FIFA, dengan kekuatan 1.800 Lux. Kemudian fasilitas lainnya  seperti lapangan latihan/pemanasan, zona aman stadion, dan area parkir.
Sedangkan untuk total pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey  (Indoor dan Outdoor) sebesar Rp277 miliar dengan kontraktor PT Nindya  Karya dan konsultan manajemen PT Bina Karya senilai Rp4,9 miliar.  Pekerjaan dilaksanakan sejak Desember 2018 dan ditargetkan selesai pada  Juni 2020.
Selain pembangunan empat venue tersebut, pada tahun 2020 Kementerian  PUPR mendapatkan amanah untuk menyelesaikan 3 (tiga) Venue PON Baru  yaitu Arena Sepatu Roda, Venue Panahan, dan Venue Dayung yang  pembangunannya mulai dilaksanakan pada akhir Februari serta Penataan  Kawasan Kampung Harapan sebagai area Pendukung Venue Istora dan Aquatic  yang pelaksanaannya baru dimulai pada akhir Januari. Selain itu juga  penataan Kawasan Doyo Baru sebagai area pendukung Arena Cricket, Hockey  Outdoor dan Hockey Indoor yang pelaksanaannya dimulai pada akhir  Desember 2019.</description><content:encoded>JAKARTA - Di tengah merebaknya pandemi Virus COVID-19 (Corona), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap menyelesaikan pembangunan arena olahraga untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020. Pembangunan empat venue olahraga tetap dikerjakan agar dapat selesai tepat waktu, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, protokol kesehatan, dan menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat maupun Daerah.
&amp;ldquo;Pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung PON XX 2020 di Papua, harus diperhatikan secara detail mulai dari tahap desain, tahap pembangunan hingga tahap pengawasannya,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari laman Kementerian PUPR, Selasa (27/3/2020).
Baca Juga: Erick Thohir Order Alat Pendeteksi Virus Corona dari Swiss 
Empat arena olahraga yang tengah dibangun Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya di Kabupaten Jayapura, yakni arena aquatic dan Istora Papua Bangkit di kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan venue Cricket dan Lapangan Hockey (indoor dan outdoor) di kompleks olahraga Doyo Baru, Distrik Waibu. Hingga 26 Maret 2020, progres pelaksanaan fisik Venue Istora mencapai 82,95%, Venue Aquatic mencapai 80,87% serta venue Cricket dan Lapangan Hockey indoor maupun outdoor mencapai 92,14%.
Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar, Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto mengatakan saat ini telah dilakukan kesepakatan bersama antara Gubernur Papua, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Bupati/Walikota serta seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Papua terkait pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan COVID-19. Dimana salah satu poinnya adalah dengan dikeluarkannya kebijakan penutupan penerbangan bandara dan pelayaran kapal penumpang di pintu-pintu masuki di Wilayah Papua.
Baca Juga: Investasi Infrastruktur Diharapkan Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Virus Korona
&amp;ldquo;Hal ini tentu akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan Venue PON dikarenakan akan terdapat kesulitan dalam pengiriman material dari luar wilayah Papua, penambahan tenaga kerja, dan mendatangkan tenaga ahli sertifikasi. Namun Kementerian PUPR tetap terus bergerak dalam rangka penyelesaian tugas negara untuk membangun Venue PON Papua tepat pada waktu,&amp;rdquo; ujar Iwan Suprijanto.
Pelaksanaan PON XX di Papua direncanakan berlangsung pada 20 Oktober &amp;ndash; 2 November tahun 2020. Pembangunan arena aquatic telah dimulai sejak Desember 2018 dan diharapkan target penyelesaian pada Juli tahun 2020 dapat dipenuhi. Biaya pembangunannya dialokasikan dari APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp401.058 miliar. Area Aquatic akan dilengkapi dengan fasilitas pool yang sesuai dengan standar Federation Internationale de Natation (FINA) yang merupakan induk organisasi internasional olahraga renang serta tata lampu berstandar field of play (FOP), alat penghitung waktu pertandingan (master clock) di lantai 1 dan lantai 2, papan skor serta tata suara, tata udara, kamera pengawas (CCTV), dan tribun penonton. Selain itu juga dilengkapi fasilitas parkir, lansekap, drainase, dan bangunan penunjang disesuaikan dengan batas kawasan.Sementara untuk pembangunan Istora Papua Bangkit telah dimulai  November 2018 dan ditargetkan selesai Juni tahun 2020. Bertindak selaku  kontraktor PT PP (Persero) dengan nilai pekerjaan Rp257,5 miliar dan  konsultan manajemen PT Virama Karya sebesar Rp4,8 miliar. Kawasan Istora  Papua Bangkit dilengkapi dengan area plaza kawasan termasuk kawasan  parkir kendaraan di dalam dan luar area istora dengan konstruksi rangka  atap pipa baja berbentuk dome yang memiliki bentangan kurang lebih 85  meter. Struktur rangka atap Venue Istora saat ini sedang dalam proses  pendaftaran Rekor MURI sebagai Rangka Atap Baja Dome dengan bentang  terpanjang di Indonesia.
Arena Aquatic dan Istora berada di kawasan Olahraga Kampung Harapan  seluas 32 Ha. Di kompleks ini juga tengah dibangun Stadion Utama Papua  Bangkit yang dilengkapi papan skor, peralatan sistem waktu, dan lampu  LED standar FIFA, dengan kekuatan 1.800 Lux. Kemudian fasilitas lainnya  seperti lapangan latihan/pemanasan, zona aman stadion, dan area parkir.
Sedangkan untuk total pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey  (Indoor dan Outdoor) sebesar Rp277 miliar dengan kontraktor PT Nindya  Karya dan konsultan manajemen PT Bina Karya senilai Rp4,9 miliar.  Pekerjaan dilaksanakan sejak Desember 2018 dan ditargetkan selesai pada  Juni 2020.
Selain pembangunan empat venue tersebut, pada tahun 2020 Kementerian  PUPR mendapatkan amanah untuk menyelesaikan 3 (tiga) Venue PON Baru  yaitu Arena Sepatu Roda, Venue Panahan, dan Venue Dayung yang  pembangunannya mulai dilaksanakan pada akhir Februari serta Penataan  Kawasan Kampung Harapan sebagai area Pendukung Venue Istora dan Aquatic  yang pelaksanaannya baru dimulai pada akhir Januari. Selain itu juga  penataan Kawasan Doyo Baru sebagai area pendukung Arena Cricket, Hockey  Outdoor dan Hockey Indoor yang pelaksanaannya dimulai pada akhir  Desember 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
