<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mulai 1 April, Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta Dibatasi</title><description>PT Angkasa Pura II (Persero) bakal melakukan pembatasan operasi pada terminal 1 dan 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/28/320/2190380/mulai-1-april-operasional-terminal-1-dan-2-bandara-soetta-dibatasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/28/320/2190380/mulai-1-april-operasional-terminal-1-dan-2-bandara-soetta-dibatasi"/><item><title>Mulai 1 April, Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta Dibatasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/28/320/2190380/mulai-1-april-operasional-terminal-1-dan-2-bandara-soetta-dibatasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/28/320/2190380/mulai-1-april-operasional-terminal-1-dan-2-bandara-soetta-dibatasi</guid><pubDate>Sabtu 28 Maret 2020 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/28/320/2190380/mulai-1-april-operasional-terminal-1-dan-2-bandara-soetta-dibatasi-B4zmqTALvw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/28/320/2190380/mulai-1-april-operasional-terminal-1-dan-2-bandara-soetta-dibatasi-B4zmqTALvw.jpg</image><title>Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) bakal melakukan pembatasan operasi pada terminal 1 dan 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pembatasan tersebut akan berlaku mulai 1 April 2020.

Pembatasan operasional Terminal 1 dan Terminal 2 ini mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik lndonesia Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 jo SE Dirjen Perhubungan Udara No.6 Tahun 2020 terkait dengan meluasnya penyebaran wabah Coronavirus Disease (COVID-19) di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Baca Juga: Banyak Pemda Ingin Tutup Bandara, Ini Reaksi Kemenhub
Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan,  pembatasan pengoperasian Terminal 1 dan Terminal 2 dilakukan dalam rangka optimalisasi pengendalian alur penumpang baik Domestik maupun Internasional. Langkah ini juga sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemik corona atau Covid-19.

&quot;Tujuan dilakukannya pembatasan operasional ini adalah untuk pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pergerakan penumpang, pengunjung dan pekerja di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,&quot; ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2020).

Dengan adanya pembatasan operasional, maka pelayanan penumpang di Terminal 1 hanya dilakukan di Sub Terminal 1A. Sedangkan Sub Terminal 1B tidak dioperasikan atau ditutup sementara.
Baca Juga: Bandara Ingin Ditutup karena Virus Corona, Perhatikan 4 Hal Ini
Artinya, pelayanan penumpang di Terminal 1 hanya dilakukan di Sub Terminal 1A untuk seluruh rute domestik dengan maskapai Lion Air (all destination domestic) Trigana (Pangkalanbun) dan Airfast Indonesia.

&quot;Sementara, untuk Terminal 2 hanya mengoperasikan Sub Terminal 2D dan 2E. Sedangkan Low-cost carrier Terminal (LCCT) atau Terminal 2F tidak dioperasikan dan penerbangan rute Internasional dialihkan ke Terminal 3,&quot; kata Agus
Sementara untuk terminal 2F untuk penerbangan LCC akan dialihkan  pelayanan check innya menuju terminal 3. Meskipun begitu, Passenger  Service Charge (PSC) tidak mengalami perubahan atau tetap berlaku  menggunakan PSC Terminal 2F.

Adapun maskapai LCC yang dialihkan operasionalnya dari Terminal 2F ke  Terminal 3 antara lain, Air Asia Bhd, Indonesia Air Asia, Jet Star  Asia, Cebu Pacific, Fly Scoot, Lion Air, Batik Air, Malindo, Thai Lion,  Citilink.

&quot;Untuk mengantisipasi adanya penumpang yang masih ke Terminal 2F,  kami menyediakan shuttle bus dan petugas helpdesk di Terminal 2F,&quot; kata  Agus

Agus menambahkan, pembatasan pengoperasian ini hanya bersifat  sementara selama masa Darurat Bencana Wabah COVID-19 di Indonesia.  Sebagaimana dituangkan pada Keputusan Kepala Badan Nasional  Penanggulangan Bencana Nomor 13.A tahun 2020.

Dengan adanya pembatasan operasional ini, PT Angkasa Pura II meminta  seluruh Badan Usaha Angkutan Udara yang terdampak pembatasan operasi di  Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat segera mempersiapkan  pengalihan kegiatan operasional serta guna kelancaran pelayanan kepada  penumpang.

&quot;Perlu kami sampaikan bahwa pembatasan pengoperasian ini bersifat  sementara. Namun dalam hal diperlukan dapat dilakukan perpanjangan  berdasarkan situasi yang berkembang,&quot; jelas Agus</description><content:encoded>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) bakal melakukan pembatasan operasi pada terminal 1 dan 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pembatasan tersebut akan berlaku mulai 1 April 2020.

Pembatasan operasional Terminal 1 dan Terminal 2 ini mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik lndonesia Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 jo SE Dirjen Perhubungan Udara No.6 Tahun 2020 terkait dengan meluasnya penyebaran wabah Coronavirus Disease (COVID-19) di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Baca Juga: Banyak Pemda Ingin Tutup Bandara, Ini Reaksi Kemenhub
Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan,  pembatasan pengoperasian Terminal 1 dan Terminal 2 dilakukan dalam rangka optimalisasi pengendalian alur penumpang baik Domestik maupun Internasional. Langkah ini juga sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemik corona atau Covid-19.

&quot;Tujuan dilakukannya pembatasan operasional ini adalah untuk pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pergerakan penumpang, pengunjung dan pekerja di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,&quot; ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2020).

Dengan adanya pembatasan operasional, maka pelayanan penumpang di Terminal 1 hanya dilakukan di Sub Terminal 1A. Sedangkan Sub Terminal 1B tidak dioperasikan atau ditutup sementara.
Baca Juga: Bandara Ingin Ditutup karena Virus Corona, Perhatikan 4 Hal Ini
Artinya, pelayanan penumpang di Terminal 1 hanya dilakukan di Sub Terminal 1A untuk seluruh rute domestik dengan maskapai Lion Air (all destination domestic) Trigana (Pangkalanbun) dan Airfast Indonesia.

&quot;Sementara, untuk Terminal 2 hanya mengoperasikan Sub Terminal 2D dan 2E. Sedangkan Low-cost carrier Terminal (LCCT) atau Terminal 2F tidak dioperasikan dan penerbangan rute Internasional dialihkan ke Terminal 3,&quot; kata Agus
Sementara untuk terminal 2F untuk penerbangan LCC akan dialihkan  pelayanan check innya menuju terminal 3. Meskipun begitu, Passenger  Service Charge (PSC) tidak mengalami perubahan atau tetap berlaku  menggunakan PSC Terminal 2F.

Adapun maskapai LCC yang dialihkan operasionalnya dari Terminal 2F ke  Terminal 3 antara lain, Air Asia Bhd, Indonesia Air Asia, Jet Star  Asia, Cebu Pacific, Fly Scoot, Lion Air, Batik Air, Malindo, Thai Lion,  Citilink.

&quot;Untuk mengantisipasi adanya penumpang yang masih ke Terminal 2F,  kami menyediakan shuttle bus dan petugas helpdesk di Terminal 2F,&quot; kata  Agus

Agus menambahkan, pembatasan pengoperasian ini hanya bersifat  sementara selama masa Darurat Bencana Wabah COVID-19 di Indonesia.  Sebagaimana dituangkan pada Keputusan Kepala Badan Nasional  Penanggulangan Bencana Nomor 13.A tahun 2020.

Dengan adanya pembatasan operasional ini, PT Angkasa Pura II meminta  seluruh Badan Usaha Angkutan Udara yang terdampak pembatasan operasi di  Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat segera mempersiapkan  pengalihan kegiatan operasional serta guna kelancaran pelayanan kepada  penumpang.

&quot;Perlu kami sampaikan bahwa pembatasan pengoperasian ini bersifat  sementara. Namun dalam hal diperlukan dapat dilakukan perpanjangan  berdasarkan situasi yang berkembang,&quot; jelas Agus</content:encoded></item></channel></rss>
