<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komentar Sri Mulyani soal Dampak Covid-19 ke Ekonomi RI</title><description>Pandemik corona atau Covid-19 telah menekan ekonomi sejumlah negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/30/20/2190520/komentar-sri-mulyani-soal-dampak-covid-19-ke-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/03/30/20/2190520/komentar-sri-mulyani-soal-dampak-covid-19-ke-ekonomi-ri"/><item><title>Komentar Sri Mulyani soal Dampak Covid-19 ke Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/03/30/20/2190520/komentar-sri-mulyani-soal-dampak-covid-19-ke-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/03/30/20/2190520/komentar-sri-mulyani-soal-dampak-covid-19-ke-ekonomi-ri</guid><pubDate>Senin 30 Maret 2020 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/28/20/2190520/komentar-sri-mulyani-soal-dampak-covid-19-ke-ekonomi-ri-j6jTiE7H7o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/28/20/2190520/komentar-sri-mulyani-soal-dampak-covid-19-ke-ekonomi-ri-j6jTiE7H7o.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pandemik corona atau Covid-19 telah menekan ekonomi sejumlah negara. Virus yang berkembang di China ini mulai mewabah di beberapa negara termasuk Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi, bahkan pemerintah telah menyiapkan susunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBNP) 2020 karena virus corona.
Menteri Keuangan Sri Mulyani tak menampik jika virus corona ini menjadi beban bagi ekonomi Indonesia. Beberapa sektor seperti pariwisata dan perdagangan perlahan &amp;lsquo;mati&amp;rsquo; karena terinfeksi virus corona.
Berikut adalah beberapa pandangan Sri Mulyani mengenai Covid-19 yang dirangkum Okezone.com:
Baca juga: Menkeu Ungkap 3 Langkah Indonesia Hadapi Virus Korona, Apa Saja?
1. Dampak ke Pariwisata dan Perdagangan
Sri Mulyani mengatakan, perekonomian dunia dan Indonesia terdampak penyebaran virus corona. Bahkan proyeksi ekonomi dunia direvisi dipangkas karena pandemi corona.
Sementara dampak ke ekonomi Indonesia dimulai dari sektor pariwisata. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, selain sektor pariwisata ada sektor perdagangan ekspor impor yang terganggu.
&amp;ldquo;Jalur pariwisata jelas, distribusi dari perdagangan dan pasokan, dulu kita mungkin dua minggu terakhir kita melihat 27% impor nonmigas dari Tiongkok, 16,7% ekspor kita ke Tiongkok. Jadi apakah China akan mengendalikan dan me-recover itu akan sangat menentukan kita, dari sisi ekspor, impor dan pariwisata,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca juga: Sama-Sama Sentuh Rp16.000/USD, BI: Ingat 1998 Itu dari Rp2.500/USD
2. Kebijakan Moneter untuk Lawan Corona
Negara-negara G20 berkomitmen untuk mencegah terjadinya resesi ekonomi akibat virus corona atau covid-19. Salah satu yang menjadi ancaman adalah modal yang keluar alias capital flight yang dialami sejumlah negara.
&amp;ldquo;Dari kebijakan moneter, termasuk kebijakan suku bunga dan relaksasi, termasuk support likuiditas. Dari sisi nilai tukar, karena sekarang ini terjadi tadi IMF mengatakan banyak negara menghadapi masalah capital flight,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani dilansir dari laman Setkab, Jumat (27/3/2020).
Untuk itu, Menkeu menyampaikan banyak negara emerging dan low income country akan dihadapkan pada likuiditas foreign exchange dan sekarang sedang dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan mendukung apa yang disebut direct swap line dari IMF kepada semua negara di dunia yang mengalami capital flight.
Menurutnya, hal ini adalah unprecendented yang artinya belum pernah terjadi dan akan menjadi salah satu terobosan untuk mencegah negara-negara yang sebetulnya tadinya tidak mengalami masalah sekarang akan mengalami risiko dari sisi foreign exchange maupun likuiditasnya.
&amp;ldquo;Di bidang perbankan, banyak dilakukan relaksasi. Di bidang fiskal, banyak semua negara melakukan instrumen dan intervensi fiskal. Pertama, semuanya adalah berfokus kepada masalah kesehatan,&amp;rdquo; tambahnya.3. Krisis Kemanusiaan akibat Corona
Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pandemi virus corona ini bahkan  sudah mendapatkan perhatian dari negara-negara anggota G-20. Seluruh  negara yang tergabung didalamnya mencari cara agar pandemik corona ini  tidak menimbulkan dampak lebih dalam pada perekonomian.
&quot;Yang tadi kita rekam dengan adanya G20 melakukan pertemuan  extraordinary yang kita baca dan dengar di semua negara, sekarang-  seluruh dunia sedang hadapi krisis di bidang kemanusiaan. Yang sedang  diupayakan jangan sampai krisis kesehatan mempengaruhi sangat dalam pada  krisis ekonomi, sosial dan keuangan,&quot; ujarnya.
4. Pelemahan Rupiah
Bagi Indonesia lanjut Sri Mulyani, dampak virus corona ini sudah  mulai terasa bagi perekonomian dalam negeri. Salah satu contohnya adalah  terus melemahnya nilai tukar rupiah hingga saat ini sudah mendekati  angka Rp17.000 per USD.
&quot;Ekonomi kontraksi tapi tidak berarti krisis. Ini yang sedang  dilakukan. Agar krisis ini tidak timbulkan spill over ke krisis ekonomi  sosial dan terutama di sektor keuangan seperit yang terjadi di 2008 2009  di mana bank-bank dan lembaga keuangan bangkrut,&quot; jelasnya.
5. Ekonomi Global Terkoreksi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana moneter dunia  atau International Monetary Fund (IMF) bahkan memprediksi jika ekonomi  global tumbuh negatif pada tahun ini. Angka ini jauh di bawah dari angka  proyeksi sebelumnya yang mana ekonomi global dipredikis tumbuh di atas  3%.
&quot;Di dalam pembukaannya Managing Director IMF menyampaikan tahun 2020  proyeksi ekonomi global akan negatif, ini jauh lebih rendah dari yang  dibayangkan di atas 3%,&quot; ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (24/3/2020)  malam.6. Corona Picu Krisis
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut ketidakpastian   ekonomi global akibat covid-19 ini bisa menimbulkan krisis seperti 2008.   Bahkan menuruntya, IMF memperkirkansituasi pada saat ini bisa lebih   buruk mengingat penyebaran virus corona ini bergerak cukup cepat dan   semakin meluas.
&quot;Menteri Keuangan Arab Saudi menyatakan dunia menghadapi ancaman   Covid-19 yang sejak Februari berkembang cepat dan ganas,&quot; jelasnya.
7. Lindungi Aset Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta kepada seluruh pimpinan   Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar memaksimalkan proses kerja dari   rumah atau istilah bekennya work from home imbas penyebaran virus corona   atau Covid-19.
Sri Mulyani menambahkan, untuk pekerjaan yang dilakukan di kantor   adalah sesuatu yang bersifat urgent. &quot;Tolong lindungi aset terbesar   Kemenkeu, 80.000 pegawai yang saya cintai, untuk saya,&quot; kata Sri   Mulyani.
8. Corona Tekan Ekonomi RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan   ekonomi di kuartal I-2019 akan mengalami tekanan dan hanya tumbuh 4,5   hingga 4,9%. Hal itu, imbas dari wabah virus corona yang menyebar begitu   cepat.
Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, angka pertumbuhan ekonomi ini   masih relatif lebih baik dibandingkan beberapa negara di dunia. Salah   satu contohnya saja adalah CHina, yang mana pertumbuhan ekonominya   justru berada di angka negatif
&quot;Pertumbuhan ekonomi ini capai 4,5% sampai 4,9% tapi ini beberapa   faktor cukup positif dibandingkan China yang mengalami negatif,&quot; ujarnya   dalam acara video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).
9. Siapkan Anggaran Lockdown
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya telah   memikirkan langkah-langkah jika nanti situasi semakin memburuk. Termasuk   juga ketersediaan anggaran ketika keputusan lock down akan dilakukan   pemerintah.
&quot;Pasti akan disiapkan jadi untuk memutuskan suatu daerah apakah akan   dilakukan suatu isolasi pasti sudah dipikirkan juga bagaimana   supportingnya bahkan sampai masalah di desa, kalau di desa atau tempat   yang pemukimannya cukup padat sehingga social distanciang yang sulit,&quot;   ujarnya dalam video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).
Menurut Sri Mulyani, anggaran yang disiapkan juga termasuk untuk   memastikan ketersediaan sumber daya seperti bahan makanan bisa   tercukupi. Sehingga masyarakat tidak mengalami kepanikan ketika situasi   lock down harus dilakukan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pandemik corona atau Covid-19 telah menekan ekonomi sejumlah negara. Virus yang berkembang di China ini mulai mewabah di beberapa negara termasuk Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi, bahkan pemerintah telah menyiapkan susunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBNP) 2020 karena virus corona.
Menteri Keuangan Sri Mulyani tak menampik jika virus corona ini menjadi beban bagi ekonomi Indonesia. Beberapa sektor seperti pariwisata dan perdagangan perlahan &amp;lsquo;mati&amp;rsquo; karena terinfeksi virus corona.
Berikut adalah beberapa pandangan Sri Mulyani mengenai Covid-19 yang dirangkum Okezone.com:
Baca juga: Menkeu Ungkap 3 Langkah Indonesia Hadapi Virus Korona, Apa Saja?
1. Dampak ke Pariwisata dan Perdagangan
Sri Mulyani mengatakan, perekonomian dunia dan Indonesia terdampak penyebaran virus corona. Bahkan proyeksi ekonomi dunia direvisi dipangkas karena pandemi corona.
Sementara dampak ke ekonomi Indonesia dimulai dari sektor pariwisata. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, selain sektor pariwisata ada sektor perdagangan ekspor impor yang terganggu.
&amp;ldquo;Jalur pariwisata jelas, distribusi dari perdagangan dan pasokan, dulu kita mungkin dua minggu terakhir kita melihat 27% impor nonmigas dari Tiongkok, 16,7% ekspor kita ke Tiongkok. Jadi apakah China akan mengendalikan dan me-recover itu akan sangat menentukan kita, dari sisi ekspor, impor dan pariwisata,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca juga: Sama-Sama Sentuh Rp16.000/USD, BI: Ingat 1998 Itu dari Rp2.500/USD
2. Kebijakan Moneter untuk Lawan Corona
Negara-negara G20 berkomitmen untuk mencegah terjadinya resesi ekonomi akibat virus corona atau covid-19. Salah satu yang menjadi ancaman adalah modal yang keluar alias capital flight yang dialami sejumlah negara.
&amp;ldquo;Dari kebijakan moneter, termasuk kebijakan suku bunga dan relaksasi, termasuk support likuiditas. Dari sisi nilai tukar, karena sekarang ini terjadi tadi IMF mengatakan banyak negara menghadapi masalah capital flight,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani dilansir dari laman Setkab, Jumat (27/3/2020).
Untuk itu, Menkeu menyampaikan banyak negara emerging dan low income country akan dihadapkan pada likuiditas foreign exchange dan sekarang sedang dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan mendukung apa yang disebut direct swap line dari IMF kepada semua negara di dunia yang mengalami capital flight.
Menurutnya, hal ini adalah unprecendented yang artinya belum pernah terjadi dan akan menjadi salah satu terobosan untuk mencegah negara-negara yang sebetulnya tadinya tidak mengalami masalah sekarang akan mengalami risiko dari sisi foreign exchange maupun likuiditasnya.
&amp;ldquo;Di bidang perbankan, banyak dilakukan relaksasi. Di bidang fiskal, banyak semua negara melakukan instrumen dan intervensi fiskal. Pertama, semuanya adalah berfokus kepada masalah kesehatan,&amp;rdquo; tambahnya.3. Krisis Kemanusiaan akibat Corona
Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pandemi virus corona ini bahkan  sudah mendapatkan perhatian dari negara-negara anggota G-20. Seluruh  negara yang tergabung didalamnya mencari cara agar pandemik corona ini  tidak menimbulkan dampak lebih dalam pada perekonomian.
&quot;Yang tadi kita rekam dengan adanya G20 melakukan pertemuan  extraordinary yang kita baca dan dengar di semua negara, sekarang-  seluruh dunia sedang hadapi krisis di bidang kemanusiaan. Yang sedang  diupayakan jangan sampai krisis kesehatan mempengaruhi sangat dalam pada  krisis ekonomi, sosial dan keuangan,&quot; ujarnya.
4. Pelemahan Rupiah
Bagi Indonesia lanjut Sri Mulyani, dampak virus corona ini sudah  mulai terasa bagi perekonomian dalam negeri. Salah satu contohnya adalah  terus melemahnya nilai tukar rupiah hingga saat ini sudah mendekati  angka Rp17.000 per USD.
&quot;Ekonomi kontraksi tapi tidak berarti krisis. Ini yang sedang  dilakukan. Agar krisis ini tidak timbulkan spill over ke krisis ekonomi  sosial dan terutama di sektor keuangan seperit yang terjadi di 2008 2009  di mana bank-bank dan lembaga keuangan bangkrut,&quot; jelasnya.
5. Ekonomi Global Terkoreksi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana moneter dunia  atau International Monetary Fund (IMF) bahkan memprediksi jika ekonomi  global tumbuh negatif pada tahun ini. Angka ini jauh di bawah dari angka  proyeksi sebelumnya yang mana ekonomi global dipredikis tumbuh di atas  3%.
&quot;Di dalam pembukaannya Managing Director IMF menyampaikan tahun 2020  proyeksi ekonomi global akan negatif, ini jauh lebih rendah dari yang  dibayangkan di atas 3%,&quot; ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (24/3/2020)  malam.6. Corona Picu Krisis
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut ketidakpastian   ekonomi global akibat covid-19 ini bisa menimbulkan krisis seperti 2008.   Bahkan menuruntya, IMF memperkirkansituasi pada saat ini bisa lebih   buruk mengingat penyebaran virus corona ini bergerak cukup cepat dan   semakin meluas.
&quot;Menteri Keuangan Arab Saudi menyatakan dunia menghadapi ancaman   Covid-19 yang sejak Februari berkembang cepat dan ganas,&quot; jelasnya.
7. Lindungi Aset Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta kepada seluruh pimpinan   Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar memaksimalkan proses kerja dari   rumah atau istilah bekennya work from home imbas penyebaran virus corona   atau Covid-19.
Sri Mulyani menambahkan, untuk pekerjaan yang dilakukan di kantor   adalah sesuatu yang bersifat urgent. &quot;Tolong lindungi aset terbesar   Kemenkeu, 80.000 pegawai yang saya cintai, untuk saya,&quot; kata Sri   Mulyani.
8. Corona Tekan Ekonomi RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan   ekonomi di kuartal I-2019 akan mengalami tekanan dan hanya tumbuh 4,5   hingga 4,9%. Hal itu, imbas dari wabah virus corona yang menyebar begitu   cepat.
Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, angka pertumbuhan ekonomi ini   masih relatif lebih baik dibandingkan beberapa negara di dunia. Salah   satu contohnya saja adalah CHina, yang mana pertumbuhan ekonominya   justru berada di angka negatif
&quot;Pertumbuhan ekonomi ini capai 4,5% sampai 4,9% tapi ini beberapa   faktor cukup positif dibandingkan China yang mengalami negatif,&quot; ujarnya   dalam acara video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).
9. Siapkan Anggaran Lockdown
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya telah   memikirkan langkah-langkah jika nanti situasi semakin memburuk. Termasuk   juga ketersediaan anggaran ketika keputusan lock down akan dilakukan   pemerintah.
&quot;Pasti akan disiapkan jadi untuk memutuskan suatu daerah apakah akan   dilakukan suatu isolasi pasti sudah dipikirkan juga bagaimana   supportingnya bahkan sampai masalah di desa, kalau di desa atau tempat   yang pemukimannya cukup padat sehingga social distanciang yang sulit,&quot;   ujarnya dalam video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).
Menurut Sri Mulyani, anggaran yang disiapkan juga termasuk untuk   memastikan ketersediaan sumber daya seperti bahan makanan bisa   tercukupi. Sehingga masyarakat tidak mengalami kepanikan ketika situasi   lock down harus dilakukan.</content:encoded></item></channel></rss>
