<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turun 93,50%, Turis China yang Melancong ke Indonesia Hanya 11 Ribu</title><description>Jumlah wisman asal China yang datang ke Indonesia hanya 11.780</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/01/320/2192573/turun-93-50-turis-china-yang-melancong-ke-indonesia-hanya-11-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/01/320/2192573/turun-93-50-turis-china-yang-melancong-ke-indonesia-hanya-11-ribu"/><item><title>Turun 93,50%, Turis China yang Melancong ke Indonesia Hanya 11 Ribu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/01/320/2192573/turun-93-50-turis-china-yang-melancong-ke-indonesia-hanya-11-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/01/320/2192573/turun-93-50-turis-china-yang-melancong-ke-indonesia-hanya-11-ribu</guid><pubDate>Rabu 01 April 2020 19:24 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/01/320/2192573/turun-93-50-turis-china-yang-melancong-ke-indonesia-hanya-11-ribu-kCksDyRSEk.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah Wisman ke Indonesia Turun. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/01/320/2192573/turun-93-50-turis-china-yang-melancong-ke-indonesia-hanya-11-ribu-kCksDyRSEk.jpeg</image><title>Jumlah Wisman ke Indonesia Turun. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan wisatawan mancanegara (Wisman) dari China anjloknya. Pada Februari 2020, jumlah wisman asal China yang datang ke Indonesia hanya 11.780 atau hanya 1,33% dari total kunjungan wisman di Februari.
Jika dibandingkan bulan sebelumnya mengalami penurunan 93,50% dari 181.281 turis. Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengalami penurunan 94,11% dari 199.960 turis.
&quot;Kalau kita lihat kebangsaan ada penurunan yang curam sekali dari penurunan jumlah wisman Tiongkok,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam telekonferensi, Rabu (1/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gara-Gara Corona, Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Turun 30,42%
Pada Februari 2020, BPS mencatat jumlah kunjungan wisman hanya 885,1 ribu. Angka tersebut anjlok 30,42% dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, jika dibandingkan bulan sebelumnya wisman asal Papua Nugini juga anjlok sebesar 84,63%. Kemudian ada juga wisman asal Kuait yang anjlok 59,75%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Minta Kebijakan Perlintasan WNA ke Indonesia Dievaluasi Berkala
Sedangakan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ada wisman Hong Kong yang anjlok 93,16%. Lalu disusul Papua Nugini yang angkanya anjlok 78,82%.
Sementara untuk wisman yang mengalami peningkatan tertinggi berasal dari Perancis denan 24,89%, kemudian ada juga Jepang dengan 22,4%. Dan terakhir adalah  wisman asal Jerman dengan 14,15% peningkatannya.Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah peningaktan tertinggi terjadi pada wisman asal Rusian dengan 61,33%. Lalu disusul oleh Perancis dan Australia dengan angka peningkatan masing-masing 22,92% dan 18,11%.
&quot;Karena penurunan yang luar biasa wisman dari Tiongkok, otomatis komposisi jumlah wisman menurut kebangsaan cukup bergeser.Pada Februari 2020 ini wisman yang masih datang adalah dari Malaysia itu menduduki peringkat pertama,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan wisatawan mancanegara (Wisman) dari China anjloknya. Pada Februari 2020, jumlah wisman asal China yang datang ke Indonesia hanya 11.780 atau hanya 1,33% dari total kunjungan wisman di Februari.
Jika dibandingkan bulan sebelumnya mengalami penurunan 93,50% dari 181.281 turis. Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengalami penurunan 94,11% dari 199.960 turis.
&quot;Kalau kita lihat kebangsaan ada penurunan yang curam sekali dari penurunan jumlah wisman Tiongkok,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam telekonferensi, Rabu (1/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gara-Gara Corona, Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Turun 30,42%
Pada Februari 2020, BPS mencatat jumlah kunjungan wisman hanya 885,1 ribu. Angka tersebut anjlok 30,42% dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, jika dibandingkan bulan sebelumnya wisman asal Papua Nugini juga anjlok sebesar 84,63%. Kemudian ada juga wisman asal Kuait yang anjlok 59,75%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Minta Kebijakan Perlintasan WNA ke Indonesia Dievaluasi Berkala
Sedangakan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ada wisman Hong Kong yang anjlok 93,16%. Lalu disusul Papua Nugini yang angkanya anjlok 78,82%.
Sementara untuk wisman yang mengalami peningkatan tertinggi berasal dari Perancis denan 24,89%, kemudian ada juga Jepang dengan 22,4%. Dan terakhir adalah  wisman asal Jerman dengan 14,15% peningkatannya.Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah peningaktan tertinggi terjadi pada wisman asal Rusian dengan 61,33%. Lalu disusul oleh Perancis dan Australia dengan angka peningkatan masing-masing 22,92% dan 18,11%.
&quot;Karena penurunan yang luar biasa wisman dari Tiongkok, otomatis komposisi jumlah wisman menurut kebangsaan cukup bergeser.Pada Februari 2020 ini wisman yang masih datang adalah dari Malaysia itu menduduki peringkat pertama,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
