<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selain Perhotelan, Kawasan Industri Terdampak Covid-19</title><description>Pandemi virus corona atau coronavirus (Covid-19) memengaruhi aktivitas bisnis</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/02/320/2193122/selain-perhotelan-kawasan-industri-terdampak-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/02/320/2193122/selain-perhotelan-kawasan-industri-terdampak-covid-19"/><item><title>Selain Perhotelan, Kawasan Industri Terdampak Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/02/320/2193122/selain-perhotelan-kawasan-industri-terdampak-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/02/320/2193122/selain-perhotelan-kawasan-industri-terdampak-covid-19</guid><pubDate>Kamis 02 April 2020 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/02/320/2193122/selain-perhotelan-kawasan-industri-terdampak-covid-19-yrPVW6da68.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/02/320/2193122/selain-perhotelan-kawasan-industri-terdampak-covid-19-yrPVW6da68.jpg</image><title>Virus Corona (Foto: Shutterstock)</title></images><description>
JAKARTA - Emiten pengembangan kawasan industri &amp;amp; real estate, konstruksi serta perhotelan, PT Surya Semesta Internusa TBK (SSIA) menyatakan, pandemi virus corona atau coronavirus (Covid-19) memengaruhi aktivitas bisnis yang diperkirakan akan berdampak pada arus kas selama&amp;nbsp; beberapa bulan ke depan.&amp;nbsp;

Khususnya di unit bisnis perhotelan&amp;nbsp; karena dampak penerapan physical distancing dan pembatasan pengunjung asing,&amp;nbsp; tingkat hunian hotel menurun secara drastis dan diperkirakan hanya mencapai satu digit pada bulan April 2020. Demikian seperti dikutip dalam keterangan informasi BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Perusahaan melihat industri perhotelan mulai membaik pada Juni&amp;nbsp; 2020 dan semoga akan kembali normal pada bulan September 2020.&amp;nbsp;


Sementara, unit bisnis konstruksi juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, selain itu bulan Puasa yang akan dimulai pada akhir April 2020 dan Hari Raya Lebaran jatuh pada&amp;nbsp; akhir&amp;nbsp; Mei 2020, mengakibatkan&amp;nbsp;kinerja&amp;nbsp; konstruksi akan sedikit menurun pada&amp;nbsp; kuartal II&amp;#8208;2020&amp;nbsp; dan perusahaan akan melihatnya mulai membaik pada kuartal III dan kuartal IV tahun ini.&amp;nbsp;


Unit usaha kawasan industri juga menghadapi sejumlah penundaan keputusan bisnis karena dampak Covid&amp;#8208;19 yaitu keadaan darurat yang&amp;nbsp; dinyatakan oleh Pemerintah Indonesia,&amp;nbsp;pencabutan visa kedatangan bagi warga negara asing serta pembatasan jadwal penerbangan,&amp;nbsp; selain itu lockdown di China dan pembatasan perjalanan di beberapa negara Eropa.&amp;nbsp;




Perusahaan mengharapkan para&amp;nbsp; konsumen akan kembali pada bulan&amp;nbsp; Juli-Agustus tahun ini dan merealisasikan komitmennya pada akhir kuartal III&amp;#8208;2020.


Sementara itu, SSIA mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp92,3 miliar. Capaian ini meroket 145% dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp37,67 miliar.


Surya Semesta Internusa membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp4,06 triliun. Pendapatan&amp;nbsp; meningkat 8,8%&amp;nbsp; dibanding&amp;nbsp; pada 2018 yang sebesar Rp3,6 triliun.

Peningkatan ini terutama disebabkan dari segmen properti dan konstruksi masing-masing naik 33,2% dan 6,4% atau setara Rp2,6 triliun dan Rp588 miliar.


Sementara itu, pendapatan segmen bisnis perhotelan SSIA meningkat sekitar 1,1% atau setara Rp811 miliar.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Emiten pengembangan kawasan industri &amp;amp; real estate, konstruksi serta perhotelan, PT Surya Semesta Internusa TBK (SSIA) menyatakan, pandemi virus corona atau coronavirus (Covid-19) memengaruhi aktivitas bisnis yang diperkirakan akan berdampak pada arus kas selama&amp;nbsp; beberapa bulan ke depan.&amp;nbsp;

Khususnya di unit bisnis perhotelan&amp;nbsp; karena dampak penerapan physical distancing dan pembatasan pengunjung asing,&amp;nbsp; tingkat hunian hotel menurun secara drastis dan diperkirakan hanya mencapai satu digit pada bulan April 2020. Demikian seperti dikutip dalam keterangan informasi BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Perusahaan melihat industri perhotelan mulai membaik pada Juni&amp;nbsp; 2020 dan semoga akan kembali normal pada bulan September 2020.&amp;nbsp;


Sementara, unit bisnis konstruksi juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, selain itu bulan Puasa yang akan dimulai pada akhir April 2020 dan Hari Raya Lebaran jatuh pada&amp;nbsp; akhir&amp;nbsp; Mei 2020, mengakibatkan&amp;nbsp;kinerja&amp;nbsp; konstruksi akan sedikit menurun pada&amp;nbsp; kuartal II&amp;#8208;2020&amp;nbsp; dan perusahaan akan melihatnya mulai membaik pada kuartal III dan kuartal IV tahun ini.&amp;nbsp;


Unit usaha kawasan industri juga menghadapi sejumlah penundaan keputusan bisnis karena dampak Covid&amp;#8208;19 yaitu keadaan darurat yang&amp;nbsp; dinyatakan oleh Pemerintah Indonesia,&amp;nbsp;pencabutan visa kedatangan bagi warga negara asing serta pembatasan jadwal penerbangan,&amp;nbsp; selain itu lockdown di China dan pembatasan perjalanan di beberapa negara Eropa.&amp;nbsp;




Perusahaan mengharapkan para&amp;nbsp; konsumen akan kembali pada bulan&amp;nbsp; Juli-Agustus tahun ini dan merealisasikan komitmennya pada akhir kuartal III&amp;#8208;2020.


Sementara itu, SSIA mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp92,3 miliar. Capaian ini meroket 145% dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp37,67 miliar.


Surya Semesta Internusa membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp4,06 triliun. Pendapatan&amp;nbsp; meningkat 8,8%&amp;nbsp; dibanding&amp;nbsp; pada 2018 yang sebesar Rp3,6 triliun.

Peningkatan ini terutama disebabkan dari segmen properti dan konstruksi masing-masing naik 33,2% dan 6,4% atau setara Rp2,6 triliun dan Rp588 miliar.


Sementara itu, pendapatan segmen bisnis perhotelan SSIA meningkat sekitar 1,1% atau setara Rp811 miliar.
</content:encoded></item></channel></rss>
