<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Penyebaran Covid-19, Gojek Impor 5 Juta Masker</title><description>Gojek terus proaktif melakukan upaya menjaga keamanan dan kesehatan bersama bagi ekosistemnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/02/320/2193197/cegah-penyebaran-covid-19-gojek-impor-5-juta-masker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/02/320/2193197/cegah-penyebaran-covid-19-gojek-impor-5-juta-masker"/><item><title>Cegah Penyebaran Covid-19, Gojek Impor 5 Juta Masker</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/02/320/2193197/cegah-penyebaran-covid-19-gojek-impor-5-juta-masker</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/02/320/2193197/cegah-penyebaran-covid-19-gojek-impor-5-juta-masker</guid><pubDate>Kamis 02 April 2020 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/02/320/2193197/cegah-penyebaran-covid-19-gojek-impor-5-juta-masker-gVhDUUVvtu.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/02/320/2193197/cegah-penyebaran-covid-19-gojek-impor-5-juta-masker-gVhDUUVvtu.jpeg</image><title>Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Gojek terus proaktif melakukan upaya menjaga keamanan dan kesehatan bersama bagi ekosistemnya. Inisiatif ini bagian dari prioritas Gojek meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid -19, mengingat mitra driver berada di garda terdepan membantu puluhan jutaan masyarakat yang melakukan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Sampai hari ini, Gojek telah menyediakan ratusan ribu paket kesehatan (safety kit) yang dibagikan di lebih dari 1.300 titik kepada puluhan ribu mitra driver di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia. Paket kesehatan tersebut berupa masker, hand sanitizer, vitamin, dan penyemprotan desinfektan pada sepeda motor serta mobil mitra driver. Jumlah paket di masing-masing daerah disesuaikan dengan ketersediaan dari masing-masing alat kesehatan yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.&amp;rdquo;
Meskipun demikian, ketersediaan alat-alat kesehatan, terutama masker, semakin langka. Masker merupakan salah satu alat perlindungan diri  yang paling dibutuhkan untuk meminimalisir risiko penularan, terutama bagi mereka yang masih memiliki mobilitas tinggi seperti para driver yang jumlahnya mencapai jutaan orang.
Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih telah mendapatkan izin impor masker dari Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh BNPB selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan.
&quot;Gojek merupakan perusahaan on-demand pertama yang mendapatkan izin impor ini. Diberikannya izin impor masker ini akan memastikan tidak terganggunya ketersediaan dan produksi masker dan alat-alat perlindungan diri lain di Indonesia yang saat ini dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan rumah sakit dan tenaga kesehatan,&quot; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Kamis (2/4/2020).
Dia menjelaskan pandemi Covid-19 menempatkan jutaan mitra driver di garda terdepan untuk membantu masyarakat yang harus membatasi ruang geraknya guna meminimalisir penyebaran virus di masa pandemi ini.
&quot;Kami (Gojek) melakukan berbagai upaya untuk menyediakan alat  perlindungan diri  agar mereka bisa bertugas secara prima dan  terminimalisir dari risiko penularan,&quot; ungkap dia.
Menurut dia, Gojek mengambil peran aktif untuk mendukung upaya  Pemerintah menekan penyebaran Covid-19. Mitra driver yang populasinya  tinggi dan sering berinteraksi dengan orang lain dalam keseharian mereka  mengantar makanan, bahan pokok, obat-obatan dan barang lainnya untuk  masyarakat, dianggap sebagai kelompok yang keamanan dan kesehatannya  perlu dijaga.
&quot;Dengan mitra driver yang aman, maka kebutuhan masyarakat Indonesia bisa terpenuhi di masa yang penuh tantangan ini,&quot; jelas dia.
Sementara itu, Chief Operations Officer Gojek Hans Patuwo menyebut  pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah,  dalam hal ini BNPB, Kementerian Kesehatan, Bea Cukai dan Garuda  Indonesia yang membuat pengadaan masker ini bisa dilakukan.
&quot;Kami tidak ingin mengganggu ketersediaan dan produksi dalam negeri  yang sangat dibutuhkan tenaga kesehatan dan masyarakat yang masuk  kelompok rentan Covid-19,&quot; kata dia.
Gojek akan mendonasikan masker impor tersebut kepada Yayasan Anak  Bangsa Bisa yang akan dialokasikan bagi mitra driver Gojek dan  disumbangkan kepada Pemerintah untuk para tenaga kesehatan di rumah  sakit rujukan Covid-19.
&quot;Tidak hanya untuk mitra driver, Gojek juga memahami pentingnya  memastikan para tenaga kesehatan tetap mendapat pasokan masker yang  dibutuhkan. Itu sebabnya Gojek juga akan menyalurkan sebagian masker  yang diimpor ini kepada pemerintah untuk dapat dialokasikan kepada para  tenaga kesehatan yang ditempatkan di rumah sakit rujukan pemerintah,&amp;rdquo;  tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Gojek terus proaktif melakukan upaya menjaga keamanan dan kesehatan bersama bagi ekosistemnya. Inisiatif ini bagian dari prioritas Gojek meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid -19, mengingat mitra driver berada di garda terdepan membantu puluhan jutaan masyarakat yang melakukan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Sampai hari ini, Gojek telah menyediakan ratusan ribu paket kesehatan (safety kit) yang dibagikan di lebih dari 1.300 titik kepada puluhan ribu mitra driver di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia. Paket kesehatan tersebut berupa masker, hand sanitizer, vitamin, dan penyemprotan desinfektan pada sepeda motor serta mobil mitra driver. Jumlah paket di masing-masing daerah disesuaikan dengan ketersediaan dari masing-masing alat kesehatan yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.&amp;rdquo;
Meskipun demikian, ketersediaan alat-alat kesehatan, terutama masker, semakin langka. Masker merupakan salah satu alat perlindungan diri  yang paling dibutuhkan untuk meminimalisir risiko penularan, terutama bagi mereka yang masih memiliki mobilitas tinggi seperti para driver yang jumlahnya mencapai jutaan orang.
Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih telah mendapatkan izin impor masker dari Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh BNPB selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan.
&quot;Gojek merupakan perusahaan on-demand pertama yang mendapatkan izin impor ini. Diberikannya izin impor masker ini akan memastikan tidak terganggunya ketersediaan dan produksi masker dan alat-alat perlindungan diri lain di Indonesia yang saat ini dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan rumah sakit dan tenaga kesehatan,&quot; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Kamis (2/4/2020).
Dia menjelaskan pandemi Covid-19 menempatkan jutaan mitra driver di garda terdepan untuk membantu masyarakat yang harus membatasi ruang geraknya guna meminimalisir penyebaran virus di masa pandemi ini.
&quot;Kami (Gojek) melakukan berbagai upaya untuk menyediakan alat  perlindungan diri  agar mereka bisa bertugas secara prima dan  terminimalisir dari risiko penularan,&quot; ungkap dia.
Menurut dia, Gojek mengambil peran aktif untuk mendukung upaya  Pemerintah menekan penyebaran Covid-19. Mitra driver yang populasinya  tinggi dan sering berinteraksi dengan orang lain dalam keseharian mereka  mengantar makanan, bahan pokok, obat-obatan dan barang lainnya untuk  masyarakat, dianggap sebagai kelompok yang keamanan dan kesehatannya  perlu dijaga.
&quot;Dengan mitra driver yang aman, maka kebutuhan masyarakat Indonesia bisa terpenuhi di masa yang penuh tantangan ini,&quot; jelas dia.
Sementara itu, Chief Operations Officer Gojek Hans Patuwo menyebut  pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah,  dalam hal ini BNPB, Kementerian Kesehatan, Bea Cukai dan Garuda  Indonesia yang membuat pengadaan masker ini bisa dilakukan.
&quot;Kami tidak ingin mengganggu ketersediaan dan produksi dalam negeri  yang sangat dibutuhkan tenaga kesehatan dan masyarakat yang masuk  kelompok rentan Covid-19,&quot; kata dia.
Gojek akan mendonasikan masker impor tersebut kepada Yayasan Anak  Bangsa Bisa yang akan dialokasikan bagi mitra driver Gojek dan  disumbangkan kepada Pemerintah untuk para tenaga kesehatan di rumah  sakit rujukan Covid-19.
&quot;Tidak hanya untuk mitra driver, Gojek juga memahami pentingnya  memastikan para tenaga kesehatan tetap mendapat pasokan masker yang  dibutuhkan. Itu sebabnya Gojek juga akan menyalurkan sebagian masker  yang diimpor ini kepada pemerintah untuk dapat dialokasikan kepada para  tenaga kesehatan yang ditempatkan di rumah sakit rujukan pemerintah,&amp;rdquo;  tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
