<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Menguat di Tengah Kekhawatiran Resesi Global</title><description>Investor berbondong-bondong ke aset safe-haven</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/03/278/2193339/dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-resesi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/03/278/2193339/dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-resesi-global"/><item><title>Dolar AS Menguat di Tengah Kekhawatiran Resesi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/03/278/2193339/dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-resesi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/03/278/2193339/dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-resesi-global</guid><pubDate>Jum'at 03 April 2020 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/03/278/2193339/dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-resesi-global-B26wt4sCN5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/03/278/2193339/dolar-as-menguat-di-tengah-kekhawatiran-resesi-global-B26wt4sCN5.jpg</image><title>Dolar Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com) </title></images><description>NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) naik terhadap sekeranjang mata uang pada perdagangan Kamis karena investor khawatir tentang prospek resesi global. Hal ini pun membuat investor terus berlindung di greenback.
&quot;Dengan meningkatnya dampak virus corona di seluruh dunia, investor memandang dolar sebagai tempat yang aman,&quot; kata Presiden Pasar Dunia TIAA Bank Chris Gaffney, dilansir dari Reuters, Jumat (3/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar Menguat di Tengah Ketakutan Akan Dampak Virus Corona
Dalam perdagangan indeks dolar naik 0,7%. Terhadap yen, dolar naik 0,7% pada. Sedangkan Euro memperpanjang penurunannya, jatuh lebih dari 1% menjadi USD1,0847.
Investor sekarang mencari laporan gaji non-pertanian AS untuk bulan Maret. Ekonom memperkirakan hilangnya pekerjaan di AS sebanyak 100.000.  Catatan ini menjadi pembalikan tajam dari kenaikan pekerjaan 273.000 pada Februari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Melemah Imbas Langkah-Langkah Baru The Fed
&quot;Tentu saja, penurunan gaji akan jauh lebih buruk di bulan April, hampir pasti melebihi kerugian bulanan terbesar yang tercatat selama krisis keuangan, yaitu 800.000 pada Maret 2009,&quot; kata Natwest Markets dalam sebuah catatan penelitian.
Pasar telah waspada sejak peringatan Presiden Donald Trump tentang dua minggu ke depan yang menyakitkan dalam memerangi virus corona, bahkan dengan langkah-langkah jarak sosial yang ketat.Amerika Serikat memiliki lebih dari 200.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Hal ini membuat investor berbondong-bondong ke aset safe-haven. Secara global, kasus virus corona mencapai 1 juta.
Beberapa analis tidak memperkirakan dolar akan memperpanjang reli baru-baru setelah Federal Reserve mengambil serangkaian langkah-langkah, yang mulai berdampak, untuk memastikan pasokan mata uang global yang memadai.</description><content:encoded>NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) naik terhadap sekeranjang mata uang pada perdagangan Kamis karena investor khawatir tentang prospek resesi global. Hal ini pun membuat investor terus berlindung di greenback.
&quot;Dengan meningkatnya dampak virus corona di seluruh dunia, investor memandang dolar sebagai tempat yang aman,&quot; kata Presiden Pasar Dunia TIAA Bank Chris Gaffney, dilansir dari Reuters, Jumat (3/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar Menguat di Tengah Ketakutan Akan Dampak Virus Corona
Dalam perdagangan indeks dolar naik 0,7%. Terhadap yen, dolar naik 0,7% pada. Sedangkan Euro memperpanjang penurunannya, jatuh lebih dari 1% menjadi USD1,0847.
Investor sekarang mencari laporan gaji non-pertanian AS untuk bulan Maret. Ekonom memperkirakan hilangnya pekerjaan di AS sebanyak 100.000.  Catatan ini menjadi pembalikan tajam dari kenaikan pekerjaan 273.000 pada Februari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Melemah Imbas Langkah-Langkah Baru The Fed
&quot;Tentu saja, penurunan gaji akan jauh lebih buruk di bulan April, hampir pasti melebihi kerugian bulanan terbesar yang tercatat selama krisis keuangan, yaitu 800.000 pada Maret 2009,&quot; kata Natwest Markets dalam sebuah catatan penelitian.
Pasar telah waspada sejak peringatan Presiden Donald Trump tentang dua minggu ke depan yang menyakitkan dalam memerangi virus corona, bahkan dengan langkah-langkah jarak sosial yang ketat.Amerika Serikat memiliki lebih dari 200.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Hal ini membuat investor berbondong-bondong ke aset safe-haven. Secara global, kasus virus corona mencapai 1 juta.
Beberapa analis tidak memperkirakan dolar akan memperpanjang reli baru-baru setelah Federal Reserve mengambil serangkaian langkah-langkah, yang mulai berdampak, untuk memastikan pasokan mata uang global yang memadai.</content:encoded></item></channel></rss>
