<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Juga Sepakat , Pertamina Bakal Depak Saudi Aramco dari Kilang Cilacap?</title><description>PT Pertamina (Persero) buka-bukaan tentang kelanjutan pengembangan kilang Cilacap dengan Saudi Aramco.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/03/320/2193738/tak-juga-sepakat-pertamina-bakal-depak-saudi-aramco-dari-kilang-cilacap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/03/320/2193738/tak-juga-sepakat-pertamina-bakal-depak-saudi-aramco-dari-kilang-cilacap"/><item><title>Tak Juga Sepakat , Pertamina Bakal Depak Saudi Aramco dari Kilang Cilacap?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/03/320/2193738/tak-juga-sepakat-pertamina-bakal-depak-saudi-aramco-dari-kilang-cilacap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/03/320/2193738/tak-juga-sepakat-pertamina-bakal-depak-saudi-aramco-dari-kilang-cilacap</guid><pubDate>Jum'at 03 April 2020 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/03/320/2193738/tak-juga-sepakat-pertamina-bakal-depak-saudi-aramco-dari-kilang-cilacap-iQY7vlAGSN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kilang (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/03/320/2193738/tak-juga-sepakat-pertamina-bakal-depak-saudi-aramco-dari-kilang-cilacap-iQY7vlAGSN.jpg</image><title>Kilang (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) buka-bukaan tentang kelanjutan pengembangan kilang Cilacap dengan Saudi Aramco. Perseroan menyebut hingga saat ini belum ada kesepakatan antara Pertamina dan Saudi Aramco.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya masih akan menunggu hingga akhir bulan ini. Jika tak juga ada kesepakatan terjadi maka pihaknya akan mencari partner lain. Pembahasan mengenai proyek kilang Cilacap ini tak juga rampung sejak tahun lalu. Padahal semula pembahasan mengenai proyek kilang Cilacap ini ditargetkan bisa rampung pada September 2019.
Baca juga: Pangkas Anak Usaha, Bos Pertamina Pastikan Tidak Ada PHK
Kemudian mundur lagi targetnya menjadi akhir tahun karena Pertamina dan Saudi Aramco masih melakukan penghitungan valuasi dari kilang Cilacap. Sementara pada tahun ini seharusnya sudah didapat skema valuasi sehingga kedua perusahaan tinggal membahas desain dari pengembangannya.
&quot;Cilacap sampai hari ini kami belum ada kesepakatan dengan Aramco dan kami akan lihat sampai akhir April jika kemudian tidak tercapai kesepakatan tidak menutup kemungkinan kami akan cari partner lain,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (3/4/2020).
Sementara untuk proyek-proyek strategis nasional (PSN) lainya akan tetap dijalankan sesuai jadwal. Misalnya proyek kilang Balikpapan, PT Trans Pacifi Petrochemical Indotama (TPPI), dan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban yang sudah jalan.
&quot;Tapi yang pasti kami hari ini fokus pada proyek yang sudah jalan dan  kami akan terus lanjutkan yaitu di Balikpapan, Tuban dan TPPI jadi ini 3  yang sudah jalan,&quot; kata Nicke.
Selain itu lanjut Nicke, Persero juga tengah fokus untuk merampungkan  proyek kilang Balongan. Selain keempat proyek tersebut, perseroan masih  menunggu respons dari partner.
Asal tahu saja, sejauh ini Pertamina sedang mengembangkan enam proyek  kilang. Keenam proyek tersebut terdiri dari 4 proyek RDMP (Refinery  development master plan) dan 2 merupakan proyek kilang Gross Root  Refinery (GRR).
&quot;Demikian juga di Balongan jadi ada 4 proyek kilang yang sudah jalan  kami akan fokus ke sana dan dua lainya kami akan melihat respons dari  partner,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) buka-bukaan tentang kelanjutan pengembangan kilang Cilacap dengan Saudi Aramco. Perseroan menyebut hingga saat ini belum ada kesepakatan antara Pertamina dan Saudi Aramco.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya masih akan menunggu hingga akhir bulan ini. Jika tak juga ada kesepakatan terjadi maka pihaknya akan mencari partner lain. Pembahasan mengenai proyek kilang Cilacap ini tak juga rampung sejak tahun lalu. Padahal semula pembahasan mengenai proyek kilang Cilacap ini ditargetkan bisa rampung pada September 2019.
Baca juga: Pangkas Anak Usaha, Bos Pertamina Pastikan Tidak Ada PHK
Kemudian mundur lagi targetnya menjadi akhir tahun karena Pertamina dan Saudi Aramco masih melakukan penghitungan valuasi dari kilang Cilacap. Sementara pada tahun ini seharusnya sudah didapat skema valuasi sehingga kedua perusahaan tinggal membahas desain dari pengembangannya.
&quot;Cilacap sampai hari ini kami belum ada kesepakatan dengan Aramco dan kami akan lihat sampai akhir April jika kemudian tidak tercapai kesepakatan tidak menutup kemungkinan kami akan cari partner lain,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (3/4/2020).
Sementara untuk proyek-proyek strategis nasional (PSN) lainya akan tetap dijalankan sesuai jadwal. Misalnya proyek kilang Balikpapan, PT Trans Pacifi Petrochemical Indotama (TPPI), dan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban yang sudah jalan.
&quot;Tapi yang pasti kami hari ini fokus pada proyek yang sudah jalan dan  kami akan terus lanjutkan yaitu di Balikpapan, Tuban dan TPPI jadi ini 3  yang sudah jalan,&quot; kata Nicke.
Selain itu lanjut Nicke, Persero juga tengah fokus untuk merampungkan  proyek kilang Balongan. Selain keempat proyek tersebut, perseroan masih  menunggu respons dari partner.
Asal tahu saja, sejauh ini Pertamina sedang mengembangkan enam proyek  kilang. Keenam proyek tersebut terdiri dari 4 proyek RDMP (Refinery  development master plan) dan 2 merupakan proyek kilang Gross Root  Refinery (GRR).
&quot;Demikian juga di Balongan jadi ada 4 proyek kilang yang sudah jalan  kami akan fokus ke sana dan dua lainya kami akan melihat respons dari  partner,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
